Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =21


__ADS_3

Jasmin menceritakan semua kepada Jaafar tentang ke tiga anaknya yang telah menghubunginya


Jasmin bercerita dengan antusias senyum di wajah Jasmin bahkan terus merekah tidak ada lagi perasaan gundah yang dia rasakan..


Jaafarpun merasa senang karena anak anaknya merasa khawatir dengan keadaan ibunya meski saat ibu mereka masih di rumah sakit tidak satupun di antara mereka pulang, namun kini Jaafar merasa lega


setelah Jasmin selesai bercerita tentang ke tiga anaknya Jaafar mengajak Jasmin untuk makan siang yang telah Jaafar beli saat dia pulang dari rumah sakit


Jasmin kini sudah berada di dalam kamar untuk beristiraat setelah makan siang dan minum obat


sedangkan Jaafar setelah Jasmin tidur dia keluar dari dalam kamar dan duduk di teras depan rumahnya..


meski siang namun di depan rumah mereka tidak terasa panas karena ada pohon yang cukup besar yang membuat udara di sana tetap sejuk


Jaafar menarik nafas panjang lalu menghembuskaya perlahan


" Tanah kebun sudah aku jual ,


uang tanah yang seharusnya aku bagikan kepada anak anak sudah aku pakai untuk biaya pengobatan Jasmin, harus apa aku sekarang ini " Jaafar berkata dalam hati dengan mata terpejam dan badan bersandar pada bangku yang dia duduki


Mata Jaafar kembali terbuka


" Untuk saat ini lebih baik aku akan lupakan dahulu, aku akan lebih fokus untuk pemulihan Jasmin " Gumam Jaafar kemudian bangun dan masuk ke dalam rumah..

__ADS_1


*


*


*


Hari berganti hari, minggu pun berganti minggu


keadaan Jasmin sudah pulih begitu juga dengan kesehatan Jasmin yang jauh lebih baik..


Jasmin kini sudah mulai mengerjakan pekerjaan rumah dan Jaafar juga masih membantu Jasmin meski Jasmin menolak tapi Jaafar tetap melakukanya..


Jaafar dan Jasmin duduk di teras di depan rumah mereka tengah menikmati yang baru saja turun ..


" Jasmin apa anak anak sudah menelfon lagi ?" tanya Jaafar kemudian menyesap teh hangat yang sudah di sediakan oleh Jasmin


Jasmin menggeleng


" Belum, mereka bilang akan pulang namun sudah satu bulan mereka juga tidak kunjung datang " kata Jasmin


" Jasmin,kita sudah tua saat ini bahkan aku sudah tidak lagi berkebun apa sebaiknya kita ikut anak anak ?" tanya Jaafar memandang Jasmin


Jasmin tersenyum

__ADS_1


" Aku setuju sekali Afar, kamu tahu bukan sedari dulu selalu berkeinginan akan berkumpul dengan mereka saat kita tua dan sekarang sudah saatnya Afar "


" Baiklah, nanti malam kita siapkan dan kita bagi rata uang hasil penjualan kebun dan juga tabungan kita untuk mereka " kata Jaafar


" Bagaimana dengan Jihan ?" tanya Jasmin menatap Jaafar


" Itulah yang menganggu pikiranku sekarang Jasmin, kita tidak bisa menghubunginya dan Jihan juga tidak menghubungi kita "


" Afar, kira kira berapa harga rumah dan tanah ini ?" tanya Jasmin


" Harga tanah ini tidak mahal Jasmin , kenapa apa kamu berencana untuk menjualnya ?" tanya Jaafar


" Begini saja, bagaimana kalau uang yang kita miliki di bagi 3 saja.. "


" Lalu Jihan ?" tanya Jaafar memotong pembicaraan Jasmin


kedua alis Jasmin menyatu


" Aku bahkan belum selesai berbicara Afar " kata Jasmin


" Akh maafkan aku " kata Jaafar sambil tertawa


Jasmin mempunyai rencana untuk membagi warisan kepada ke empat anaknya meskipun Jihan tidak ada kabar untuk saat ini tapi tetap saja dia juga harus mendapat bagian ..

__ADS_1


**** Bisa membuat keluarga bahagia adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup ini **??


__ADS_2