Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =08


__ADS_3

Setelah selesai masak Jasmin mulai sibuk membersihkan rumahnya dari luar rumah sampai di dalam rumah bahkan seluruh kamar anak anak Jasmin kini sudah rapi..


" Akhirnya selesai " kata Jasmin tersenyum memandang rumah yang sudah rapi


mata Jasmin beralih ke arah jam dinding


" Sudah siang kenapa dia belum pulang " ujar Jasmin lalu berjalan ke luar rumah menanti Jaafar


" Panas sekali , tadi afar bawa minum atau tidak ya ?" tanya Jasmin pada dirinya sendiri


" Lebih baik aku menyusulnya " ujar Jasmin lalu masuk kedalam rumah dan membawa botol minum berisi air putih dan juga membawa makan siang untuk Jaafar


Jasmin mengunci pintu rumahnya dan berjalan menuju ke kebun untuk menyusul Jaafar


20 menit Jasmin sampai di kebun dan melihat Jaafar yang masih sibuk di bawah terik matahari..


" Afar " panggil Jasmin , Jaafar menoleh cepat ke asal suara


" Jasmin, kenapa kesini ?" tanya Jaafar sambil berjalan mendekati istrinya


" Sudah sangat siang , kenapa kamu belum juga pulang ?, ini minumlah " tanya Jasmin sambil memberikan botol berisi air putih ke pada Jaafar , Jaafar menerimanya lalu meminum cepat


" Aku masih banyak pekerjaan " kata Jaafar sambil berjalan diikuti Jasmin menuju ke gubuk kecil yang ada di kebun


Jaafar duduk lalu Jasmin duduk disamping Jaafar


" Biasanya kamu akan pulang begitu siang " kata Jasmin


" Hmm, hampir seminggu aku tidak melihat kesini dan pekerjaan sudah menumpuk "kata Jaafar


Jasmin membuang nafas perlahan lalu tangannya membuka bungkusan yang dia bawa dari rumah


" Makanlah, aku membawanya untukmu " kata Jasmin


Jaafar menatap Jasmin


" Apa kamu sudah makan ??" tanya Jaafar


" Sudah " jawab Jasmin berbohong


Jaafar tersenyum


" Kita makan sama sama saja " kata Jaafar sambil mencuci tanganya


" Tidak, makanlah aku sudah makan dirumah kamu pasti sangat lelah apalagi cuaca hari ini sangat panas" terang Jasmin


" udahlah , aku tidak sedang membuat tawaran sekarang kamu juga makan kita makan sama sama saja " kata Jaafar


Jasmin mengalah lalu mencuci tangannya


Jaafar mulai melahap makanan


" Ayo makan " kata Jaafar melihat Jasmin yang hanya diam


Jasmin tersenyum dan mulai ikut makan


" Kamu tahu , aku tidak bisa jika harus makan sendirian " kata Jaafar sambil mengunyah

__ADS_1


Jasmin tersenyum


" Ya kita memang selalu makan sama sama dari dulu " kata Jasmin


" Lalu kenapa kamu tadi makan di rumah ?" tanya Jaafar


" Tidak , aku bahkan belum makan aku menuggumu " kata Jasmin


Jaafar kembali tersenyum


" Karena itu aku meminta kamu makan bersamaku Jasmin, aku tahu kamu juga tidak akan makan jika tidak bersama ku " kata Jaafar


" Maaf sudah berbohong "Jasmin menunduk


" Tidak perlu,kita lanjutkan saja makan " kata Jaafar Jasmin menangguk lalu kembali melanjutkan makan


setelah 30 menit mereka selesai makan..


" Pulanglah sendiri , aku akan pulang sore nanti " kata Jaafar


" Hmm, jangan terlalu capek istirahatlah saat kamu merasa lelah " kata Jasmin


" Hmm hati hatilah di jalan " kata Jaafar


Jasmin mengangguk lalu berjalan meninggalkan kebun sedangkan Jaafar memilih melanjutkan pekerjaannya


Jaafar tidaklah secepat dulu , usia yang terus bertambah namun kekuatan tubuhnya berkurang Jaafar mengerjakan pekerjaannya dengan perlahan karena itulah pekerjaannya lebih lama apalagi ditambah sudah berhari hari dia tidak datang ke kebun


setiap hari Jaafar pergi ke kebun namun tidak pernah terlambat untuk pulang saat makan siang, dan kali ini dia terlambat karena itulah Jasmin merasa khawatir dan memilih menyusul suaminya ke kebun..


begitu sampai di rumah ternyata Jasmin sudah di tunggu seseorang


" Baru saja bu " jawab Ida tetangga Jasmin


" Apa apa Da ?" tanya Jasmin


" Ini mau jahit baju bu " jawab Ida memberikan kantong kresek berisi kain untuk Jasmin


Jasmin menerimanya


" Masuk dulu Ida " kata Jasmin


" Makasih bun , lain kali saja " jawab Ida


" Oh iya sudah," kata Jasmin


" Sayaa permisi dulu ya bu " kata Ida


"" Hemm " jawab Jasmin dengan tersenyum


Meski Jasmin sudah berusia lanjut namun Jasmin masih bisa menjahit dengan sangat baik, namun lagi lagi kecapatan Jasmin yang sedikit berkurang


penduduk desa tersebut tidak terlalu banyak dan Jasmin satu satunya yang bisa menjahit di desa tersebut


seluruh warga mengenal Jasmin dan juga Jaafar


Jasmin menjahit baju dengan bagus namun tidak pernah mematok harga karena Jasmin tidak menjadikan keahlian menjahitnya hanya untuk menghasilkan uang namun karena Jasmin senang menjahit

__ADS_1


Desa Arum wangi mereka biasanya menyebutnya


seluruh warganya damai dan hampir tidak ada perselisihan paham , meski mayoritas mereka hidup kalangan bawah namun nyatanya warga desa di sana hidup dengan damai


kekeluargaan mereka cukup kental, mereka akan saling membantu jika tetangga mereka mengalami kesulitan ..


Hari sudah mulai sore Jaafar berjalan perlahan menuju kerumahnya .


sampai didepan rumah Jaafar sudah di sambut oleh senyum istrinya..


" Akhirnya kamu pulang juga " ujar Jasmin


" Kamu menungguku ?" tanya Jaafar


" Tentu saja, duduklah dulu akan aku buatkan teh untukmu " kata Jasmin bergegas masuk ke dalam rumah dan membuat teh untuk suaminya


sedang Jaafar duduk di teras depan rumahnya mengkipas kipas wajahnya dengan kertas


" Ini minumlah selagi hangat " kata Jasmin


Jaafar mengangguk lalu menyesap teh yang di buatkan oleh istrinya


" Bagaimana di kebun ? sudah beres ?"tanya Jasmin


" Hmm sudah hampir selesai," jawab Jaafar


" Begitu keringatmu sudah kering mandilah , aku akan siapkan makan malam untuk kita " kata Jasmi.


" Hmm baiklah " kafa Jaafar


Jasmin lalu kembali masuk kedalam rumah menyiapkan makan malam untuknya dan Jaafar


Jasmin hanya menghangatkan makanan karena Jasmin sudah masak siang tadi ..


Jaafar berjalan ke kamar mandi dan mulai membersihkan badannya yang sudah sangat lengket karena berada di kebun seharian ini..


cukup lama Jaafar berada di kamar mandi sampai Jasmin selesai menyiapkan makan malamnya..


begitu selesai Jaafar keluar dari dalam kamar mandi


lalu mencari Jasmin


" Jasmin ?" panggil Jaafar


" Hmm sudah selesai ?, ayo kita makan kamu pasti sudah lapar " kata Jasmin keluar dari dapur


mereka kini duduk Jasmin mengambilkan makanan untuk Jaafar setelah itu mengambil untuk dirinya sendiri lalu mereka mulai melahap makananya


" Apa saja yang kamu lakukan sore ini ?" tanya jaafar di sela sela makannya


" Tidak ada, hanya menjahit beberapa pakaian pelanggan " jawab Jasmin


Jaafar mengangguk dan melanjutkan makan begitu juga dengan Jasmin ..


begitu selesai mereka duduk untuk menonton tv Jasmin sudah menyiapkan beberapa cemilan untuknya dan juga suaminya..


mereka menonton tv tidak sampai larut malam mereka sudah berpindah ke kamar dan mulai merebahkan badan ..

__ADS_1


Mereka mengucapkan kata kata yang sama sedari dulu dan lalu perlahan mulai terlelap dan tidur


*Surga yang nyata saat ini yang bisa kita rasakan adalah rumah kita yang dipenuhi kehangatan dari keluarga kita. *


__ADS_2