Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T=36


__ADS_3

Kasur yang tidak begitu besar dan harus dia tempati bersama dengan kakeknya membuat tidur Daniel tidak nyaman


" Kasihan sekali Daniel pasti dia merasa sempit karena aku berada di sini " Kata Jaafar dalam hatinya lalu kembali duduk lalu menyelimuti Daniel dan beranjak keluar dari kamar dan dlberbaring di sofa mencoba untuk tidur


Jaafar memaksa memejamkan kedua matanya namun perasaannya kini aneh dia merasa ada yang kurang dan matanya enggan sekali untuk terpejam


Lalu Jaafar duduk dan menatap ponselnya


" Apa Jasmin sudah tidur ?" tanya Jaafar pada dirinya sendiri lalu kembali beranjak dan mengambil kaca mata yang berada di kamar Daniel dan kembali duduk disofa lalu mencoba menghubungi Jasmin


📞 " Halo Afar " Suara Jasmin


📞 " Jas, apa kamu sudah tidur ?apa aku mengganggumu ?" tanya Jaafar


📞 " Belum aku belum tidur Afar, aku menunggu telfon darimu ..untuk pertama kalinya aku pergi tanpamu aku tidak bisa tidur


Aku merasa kehilanganmu Afar aku tidak terbiasa tidur tanpa kamu di sampingku" Ujar Jasmin

__ADS_1


Jaafar menitikan air mata


📞 " Aku juga merasakan hal yang sama Jas kedua mataku rasanya sulit sekali untuk terpejam hatiku terasa hampa kenapa nasip kita jadi begini Jas? dosa apa sehingga aku terpisah jauh darimu kini" Ujar Jaafar


Jasmin menutup mulutnya dan air matanya sudah mengalir deras


📞 " Tidak jangan menangis Jas, hapuslah air matamu aku sangat menyayangimu Jas, semua yang aku lihat hanya ada dirimu semua pandangan mataku hanya ada dirimu meski nyatanya kita tak bersama " Ujar Jaafar mengeluarkan isi hatinya


📞 " Tidak aku sangka aku merasa begitu menderita saat ini jauh tanpamu Afar ,Aku tahu kamu juga tengah merasakan hal yang sama " Kata Jasmin


📞 " Selamat malam istriku tidurlah dengan nyeyak dan bermimpilah indah semoga kesehatan dan kebahagian selalu menyertaimu " Ujar Jaafar lembut


" Aku mencintaimu Afar sangat mencintaimu " Gumam Jasmin bersama dengan tangisnya


Jasmin meringkuk diatas kasur tipis dengan kesedihan matanya terpejam namun air mata masih mengalir mengingat tentang nasipnya kini dengan suaminya


Begitu pula dengan Jaafar

__ADS_1


Jaafar meringkuk diatas sofa tanpa selimut hanya mendekap ponsel dengan mata terpejam


Jaafar dan Jasmin sama sama merasakan hal yang menyakitkan untuk mereka yaitu hidup berjauhan


Cahaya matahari sudah mulai bersinar


Hana bangun terlebih dahulu dia bergegas menuju ke dapur belum sampai Hana di dapur dilihatnya Jaafar terlelap di atas sofa


" Apa yang dilakukan bapak di sana , apa dia tidur disana " gumam Hana membiarkanya dan berlalu ke dapur untuk menyiapkan sarapan


karena mendengar suara di dapur Jaafar terbangun Lalu bergegas mencuci wajahnya dan menghampiri Hana


" Nak bisakah membuatkan bapak teh ?" tanya Jaafar


" Tidak bisa pak, bapak lihat kan aku sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk kalian semua dan juga aku harus pergi bekerja nanti " Jawab Hana tanpa menoleh ke arah Jaafar


" Akh, iya nak maafkan bapak " kata Jaafar lalu berlalu meninggalkan Hana menuju ke depan rumah

__ADS_1


Jaafar menggerak gerakan badannya agar otot tuanya tidak kaku begitu di rasa cukup Jaafar kemudian duduk di bangku yang ada di depan rumah anaknya


******Ketika kita mengajari anak tentang kehidupan, maka mereka akan mengajarkan kepada kita, semua arti dari kehidupan.*****


__ADS_2