
Jonathan tersenyum menatap ponselnya setelah pembicaraan dengan orang tuanya berakhir
" Siapa ?" tanya Hana tiba tiba menganggetkan Jonathan
" Sayang, menganggetkanku saja " kata Jonathan
" Telfon dari siapa ? kenapa kamu terlihat senang ?" tanya Hana penuh selidik
Jonathan mendekati Hana
" Aku baru saja berbicara dengan bapak " kata Jonathan
" Lalu ? "
" Sudahlah, kamu akan tahu nanti " kata Jonathan
" Katakan saja apa susahnya ?"
" Nanti saja, mintalah cuti dari kantor kita akan pulang " kata Jonathan
" Hmm baiklah "kata Hana
Jonathan tersenyum lalu beralih ke ponselnya dan menghubungi Jessie
📞 " Halo kak " Suara Jessie
📞 " Jes, minggu depan kita harus pulang ke desa " kata Jonathan
📞 " Kenapa kak ?" tanya Jonathan
📞 " Ini permintaan bapak , jadi lakukan saja " kata Jonathan
📞 " Tapi kak " kata Jessie
__ADS_1
📞 " Sudahlah Jess, kali ini saja " kata Jonathan
📞 " Baiklah, aku akan beri tahu suamiku dan meminta ijin dari kantor " jawab Jessie pasrah
📞 " Baguslah, kalau begitu aku akan hubungi Jaabier dulu siapkan saja dirimu " kata Jonathan
📞" Baiklah kak " kata Jessie lalu menutup ponselnya
Setelah telfon dengan Jessie berakhir Jonathan segera menghubungi Jaabier
" Kemana anak ini " gumam Jonathan karena Jabieer belum mengangkat telfon darinya..
Jonathan menatap ponselnya dan mencoba kembali menghubungi Jaabier
📞 " Dari mana saja kenapa lama sekali " kata Jonathan begitu Jaabier mengangkat telfonnya
Jabier menjauhkan ponsel dari telinganya
📞 " Aku masih tidur kak, dan tidak perlu berteriak aku juga bisa mendengarnya " kata Jaabier dengan suara khas bangun tidur
Jaabier duduk dengan cepat
📞" Kenapa kak ? apa ada masalah ?" tanya Jaabier
📞 " Nanti juga kamu akan tahu " kata Jonathan
📞 " hmm baiklah kak "
📞 " Yasudah lanjutkan tidurmu " kata Jonathan seraya menutup ponselnya..
" adaa apa ?" tanya Jaabier pada dirinya sendiri
" apa aku tanya kak Jessie saja ?" gumamnya lalu tersenyum menghubungi Jessie
__ADS_1
📞 "Kak ?" panggil Jaabier begitu Jessie mengangkat telfon
📞 " Hmm ada apa ?" tanya Jessie
📞 " Kak, tadi kak Nathan menelfonku " kata Jaabier
📞 " Iya aku tahu" Kata Jessie santai
📞" Kenapa kita harus pulang kak ? apa ada masalah ?" tanya Jaabier
📞 "Entahlah, sepertinya sesuatu yang penting jika tidak kak Nathan tidak mungkin akan pulang kan ?" Jessie menerangkan
📞 " Benar juga kak , hmm apa aku telfon saja bapak kak ?" tanya Jaabier lagi
📞 " Tidak, apa kata kak Nathan nanti
sama saja kamu tidak menghargainya " Jessie mencegah Jaabier
📞 " Astaga , maafkan aku kak " kata Jaabier cepat
📞 " Sudahlah ikuti saja , nanti kita juga akan tahu " kata Jessie
📞 "Hmm, baiklah kak kalau begitu Jaabier matikan " pamit Jaabier
📞" Iya " kata Jessie dan panggilan terputus
Ketiga anak Jaafar dan jasmin sudah merencanakan waktu kepulangan mereka, Entah apa yang ada di pikiran Jonathan yang paling penting adalah mereka bisa pulang..
Jaafar sudah mencoba menghubungi Jihan berkali kali namun hasilnya nihil, apa yang terjadi dengan Jihan sampai dia tidak menghubungi kedua orang tuanya masih menjadi pertanyaan di benak Jaafar dan Jasmin namun mereka berdua selalu berfikir yang baik dan membuang jauh jauh pikiran buruk yang melintas dalam benak mereka..
Jaafar dan Jasmin tidak ingin pikiran buruk itu terjadi pada anaknya ..
harapan Jasmin dan Jaafar adalah anak anaknya tidak ada lagi selain itu
__ADS_1
****.Sesibuk apapun kamu, sejauh apapun kamu pergi, keluarga merupakan tempat pulang. Uang dan popularitas tak mampu membayar kebersamaan dengan keluarga.***