Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =26


__ADS_3

Keluarga besar Jaafar tengah berkumpul setelah selesai sarapan dan mulai berbincang


" Bagaimana kabar ibu dan bapak ? sehat bukan ?" tanya Jonathan memulai percakapan


" Hmm kami berdua sehat nak, dan keadaan ibu kalian jauh lebih baik sekarang " , kata Jaafar


" Ibu maafkan kami karena tidak bisa pulang saat ibu sakit", kata Jaabier menundukan wajahnya diikuti dengan kakak kakaknya..


Jasmin mengusap punggung Jaabier


" Tidak apa nak, ibu mengerti " Jasmin menatap anak anaknya dengan senyum


" Terima kasih bu , ibu selalu mengerti kita " kata Jaabier menatap ibunya dengan tersenyum


" Hmm, kalian pasti lelah bukan lebih baik kalian istirahat dulu "kata Jasmin


Mereka setuju dan masuk ke dalam kamar masing masing untuk beristirahat namun Daniel dan juga Arin enggan untuk beristirahat


" Daniel,Arin kenapa tidak istirahat ?"tanya Jasmin


" Aku tidak lelah nek ," jawab Daniel


" Aku juga nek, aku akan main saja " ujar Arin


" Yasudah nenek ke dapur dulu ,kalian bersama kakek saja " Kata Jasmin


" Aku ikut nek " ucap Arin


Jasmin tersenyum


" Hmm, ayo sayang " kata Jasmin menggandeng tangan Arin menuju ke dapur meninggalkan Daniel dan Jaafar


" Kek kita ke kebun saja " Ajak Daniel


Jaafar tersenyum kecil


" Apa kamu sangat senang ke sana Daniel " tanya Jaafar


Daniel mengangguk


" Hmm aku senang kek, di kota tidak bisa melihat pemandangan seperti yang ada di sini " kata Daniel


" Baiklah, ayo kita kesana "kata Jaafar


Daniel berdiri mengikuti kakeknya yang sudah melangkah


" Kek "


berhenti dan menatap Daniel


" Ada apa nak ?" tanya Jaafar


" Kakek tidak membawa peralatan ?" tanya Daniel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Jaafar menggeleng

__ADS_1


" Ayo jalan sekarang " Kata Jaafar masih dengan senyumnya


Meski binggung namun Daniel hanya menurut dan berjalan beriringan menuju ke kebun


Jaafar dan Daniel berjalan bersama menuju ke kebun selama di perjalanan mereka hanya mengobrol dan Jaafar lebih sering mendengarkan cerita dari cucunya..


Kini mereka tiba di kebun


" Kita sudah sampai nak, lebih baik kita duduk saja di sana " kata Jaafar menunjuk ke gubuk


" Hmm baik kek " kata Daniel


Kemudian mereka duduk di gubuk mata mereka memandang kebun dan menikmati angin di sana karena cuaca belum terlalu panas


" Kek kenapa kita hanya duduk saja, kenapa kita tidak melakukan sesuatu ?" tanya Daniel


" Itu jika kebun ini milik kakek nak" jawab Jaafar


" Maksud kakek apa ? bukankah kebun ini milik kakek ?" tanya Daniel binggung


Jaafar tersenyum menatap Daniel kemudian berpindah menatap ke arah kebun yang dulu miliknya


" Kakek sudah menjual kebun ini Daniel , karena itulah kakek tidak melakukan apapun " terang Jaafar


Daniel mengangguk tanda mengerti


" Kenapa kakek tidak mengatakanya dari tadi, seharusnya kita tidak perlu kesini kek " kata Daniel


" Bukankah tadi kamu mengatakan senang jika ke kebun ? " tanya Jaafar


" Hmm memang benar kek " jawab Daniel


Sedangkan di rumah


Jasmin tengah memasak di temani oleh Arin


" Nek aku mau belajar masak juga " kata Arin yang sedari tadi hanya di perbolehkan melihat


" Iya Arin , nanti kalau kamu sedikit lebih besar ya " jawab Jasmin


melipat kedua tangannya di dada


" Huh aku bosan nek " kata Arin sedikit ngambek


Jasmin tersenyum dan menghampiri Arin


"Arin sayang, Arin mau membantu nenek ?" tanya Jasmin dan mendapat anggukan cepat dari Arin


Jasmin tersenyum


" Kalau begitu Arin kupas kupas bawang ya bisa kan ?" tanya Jasmin


" Bisa nek "jawab Arin dengan senyum di wajahnya..


" Arin ??" panggil Hana

__ADS_1


" Iya bunda " jawab Arin lalu Hana masuk ke dapur


" Arin kamu sedang apa ?" tanya Hana


" Arin bantu nenek bun " jawab Arin


" Sekarang cuci tangan biarkan bunda yang melakukanya " kata Hana


" Tapi bun Arin mau belajar masak " kata Arin


" Cuci tangan " kata Hana


" Nak,biarkan saja Arin " kata Jasmin


" Tidak bu, biar Hana yang membantu ibu akan lebih cepat jika Hana yang melakukanya " kata Hana


Jasmim hanya diam kemudian membiarkan Arin keluar dari dapur


Dan kini Jasmin bersama dengan Hana yang menyiapkan makan siang untuk keluarga besarnya..


Pekerjaan Jasmin lebih cepat selesai belum saatnya makan siang semua makanan sudah tersaji


Dilihatnya anak anaknya tengah berkumpul lalu Jasmin mengelurakan cemilan untuk mereka


" Bu , kemana bapak ?" tanya Jaabier


" Entahlah, ibu juga tidak tahu dari tadi ibu di dapur nak " kata Jasmin kemudian duduk di samping Jessie dan mengambil Ara dari pangkuan Jessie


" Daniel juga tidak ada,mungkin Bapak dan Daniel pergi ke kebun " Kata Jonathan


" Ibu masak dengan kak Hana ?" tanya Jessie


" Iya nak, ibu di bantu oleh kakakmu " kata Jasmin


" Akh , seharusnya aku tadi ikut membantu bu " kata Jessie


" Tidak apa nak, tadi bukankah Ara tidur ?"tanya Jasmin


" Hmm iya bu" kata Jessie


Jasmin tersenyum dan mencium pipi Ara


" Aku pulang " kata Daniel yang baru saja sampai di rumah


" Dari mana ?" tanya Jonathan


" Daniel pergi dengan bapak nak " Jaafar menjawab


" Hmm " Jonathan mengangguk


Jaafar duduk di samping Jabier begitu juga Daniel


mereka kembali melanjutkan berbincang ringan


sampai jam makan siang tiba mereka makan siang bersama sama

__ADS_1


.


*** Lebih baik hidup sederhana tapi bermakna, daripada hidup mewah tapi mengorbankan cinta keluarga.***


__ADS_2