
Nyaman di sini sangat nyaman Afar " jawab Jasmin bohong
📞" Aku lega mendengarnya " kata Jaafar
📞" Apa kamu sudah istirahat Afar ? " tanya Jasmin
📞" Belum Jas, aku tengah menemani Arin bermain " jawab Jaafar
📞" Istirahatlah Jaga kesehatanmu Afar " kata Jasmin
📞" Hmm kamu juga harus istirahat Jas, aku mencintamu " kata Jaafar
📞" Aku juga mencintaimu Afar " kata Jasmin
📞" Baiklah kalau begitu Istirahatlah Jas, makan tepat waktu aku juga akan istirahat " kata Jaafar
📞" Iya Afar " kata Jasmin lalu mematikan ponselnya
Jasmin merebahkan badannya dan memejamkan mata untuk beristirahat
Karena terlalu Lelah Jasmin tertidur sangat pulas bahkan saat Jessie menyiapkan makan malam di dapur dia tidak mendengarnya
Jessie sudah selesai memasak dan kini tengah menyiapkan dimeja makan lalu Nanda datang menghampiri dengan Dira dalam gendonganya
" Kemana ibu ?" tanya Nanda
" Masih tidur di kamar " Jawab Jessie
" Bisa bisanya ibumu tidur " kata Nanda
" Biarkan saja mungkin ibu lelah sayang " Jawab Jessie dan Nanda hanya berdehem
" Tunggu sebentar akan aku bangunkan ibu untuk makan malam " kata Jessie kemudian berjalan menuju ke kamar Jasmin
tok tok tok
Jessie mengetuk pintu kamar Jasmin
" Buu mari kita makan malam " kata Jessie Namun Jasmin belum terdengar menjawab dan Jessie mengulangi kembali
Tok tok tok
" buu " suara Jessie terdengar lebih keras
" Iya nak " saut Jasmin kemudian membuka pintu
" Ada apa nak ?" tanya Jasmin
" Bu sudah waktunya makan malam " jawab Jessie
" Astaga maafkan ibu nak ibu tertidur karena lelah" jawab Jasmin
" Tidak masalah bu, sebaiknya kita makan malam sekarang suamiku sudah menunggu ibu sedari tadi " Terang Jessie
" Tapi nak " kata Jasmin melihat dirinya sendiri
" Kenapa lagi bu? " tanya Jasmin
__ADS_1
" Ibu sangat berantakan nak, kalian makanlah lebih dahulu ibu akan bersih bersih dulu " kata Jasmin
Jessie membuang nafasnya perlahan
" Baiklah " kata Jessie meninggalkan Jasmin menuju ke ruang makan
Begitu sampai Jessie duduk di samping Dira yang sudah duduk di kursi makannya
" Kemana ibu ?" tanya Nanda
" Kita makan duluan saja " jawab Jessie lalu mengambilkan makanan untuk Nanda
Nanda hanya diam dan menikmati makan malam
Begitu selesai makan malam Jessie bersama anak dan suaminya masuk ke dalam kamar Dira mereka bermain di sana
Jasmin yang baru saja selesai mandi kemudian menuju ke ruang makan tidak seorangpun Jasmin temui di sana hanya terdengar suara anak dan cucunya tengah berada di kamar
Jasmin duduk sendirian lalu mengambil makannya
Jasmin memandangi piring berisi makanan yang ada di depannya
" *Afar apa kamu sudah makan ?" tanya Jasmin dalam hatinya
" Aku merindukanmu Afar aku terbiasa makan bersama denganmu dan kini " Air mata Jasmin mengalir begitu saja*
Jasmin mulai melahap makanannya dan menelannya dengan susah payah
Jasmin makan ditemani dengan air mata mengingat Jaafar
" Sayang besok kita sudah mulai kerja " kata Jessie
" Jess aku punya ide " Nanda menatap mata Jessie
" Apa ?" tanya Jessie penasaran
" Bagaimana kalau kita berhentikan saja baby suster Dira, " kata Nanda
" Lalu Dira bagaimana sayang ?" tanya Jessie
" Bukankah sekarang ada ibu di sini , dia bisa membantu menjaga Dira dan kita bisa menghemat sedikit pengeluaran kita " kata Nanda
" Apa ibu bisa menjaga Dira sendiri ?" tanya Jessie
" Sebelum kita berangkat bukankah kita akan memberi tahu kepada ibu apa apa saja keperluan Dira " kata Nanda
" Baiklah aku setuju , aku akan menelfon baby suster Dira untuk tidak lagi datang mulai besok " kata Jessie
Nanda mengusap lembut kepala Jessie dengan senyum di wajahnya
" Setidaknya ibu akan bisa membantu kita itu lebih baik bukan " kata Nanda Jessie hanya tersenyum dan mengangguk
Di rumah Jonathan mereka tengah duduk dan menikmati makan malam bersama sama tanpa ada obrolan yang berarti begitu selesai makan malam Daniel dan Arin menonton acara kesukaan mereka berdua lalu Jaafar menyusul mereka dan duduk bersama dengan kedua cucunya Begitu juga dengan Nathan dia juga ikut bergabung dengan Jaafar dan anak anaknya
Hana tengah mencuci piring dan membersihkan semua peralatan yang dia gunakan
" Akh akhirnya selesai juga " Gumam Hana lalu beranjak menuju ke ruang tv di mana keluarganya tengah berkumpul
__ADS_1
Hana duduk disamping Nathan
" Nak apa kamu bisa membuatkan bapak teh ?" tanya Jaafar
Hana menarik nafas panjang lalu perlahan membuangnya
" Baik pak " ujar Hana lalu kembali beranjak ke dapur
membuat teh untuk Jaafar
begitu selesai Hana meletakan teh di samping Jaafar
" Ini pak Tehnya " Ujar Hana
Jaafar tersenyum
" Terima kasih nak " kata Jaafar namun Hana sudah pergi begitu saja menuju ke kamar dan masuk ke dalam kamar
" Nak bukankah besok kalian sudah sekolah ?" tanya Jaafar
" Iya kek " jawab mereka hampir bersamaan
" Jangan tidur terlalu malam nanti kalian akan kesiangan bangun " kata Jaafar sambil mengusap bahu Daniel
" Iya kek sebentar lagi kita akan tidur " kata Daniel
" Pak aku ke kamar dulu mau istirahat " kata Nathan beranjak
" Iya nak selamat malam " kata Jaafar namun entah di dengar atau tidak oleh Nathan karena Nathan tidak menjawab Jaafar
" Sayang ada apa denganmu ?" tanya Nathan begitu sampai di dalam kamar
" Tidak ada apa apa " ujar Hana
" Apa kamu yakin ?" tanya Nathan
" Memang kalau ada apa apa denganku kamu bisa apa ? menolak orang tuamu saja kamu tidak bisa kan ?" tanya Hana
" Astaga Han, bagaimana caraku menolak keinginan mereka Han ? aku bisa seperti ini juga karena mereka bukan ?" kata Jonathan
Hana menarik selimut dan menutupi tubuhnya
" Terserah denganmu , aku akan istirahat besok aku sudah bekerja " kata Hana Nathan hanya diam dan mengusap wajahnya dengan kasar
" Kek aku sudah mengantuk aku akan tidur " kata Arin
" Apa buku buku untuk besok sudah disiapkan nak ?" tanya Jaafar
" Besok pagi saja kek " kata Arin berjalan menuju ke kamarnya
" Nak apa kamu tidak mengantuk " tanya Jaafar
" Iya kek " kata Daniel lalu beranjak menuju ke kamarnya
Jaafar menyesap teh yang ada di cangkir begitu selesai dia menuju ke kamar dan ikut merebahkan badannya di samping Daniel yang sudah terlelap
Kasur yang tidak begitu besar dan harus dia tempati bersama dengan kakeknya membuat tidur Daniel tidak nyaman
__ADS_1
" Kasihan sekali Daniel pasti dia merasa sempit karena aku berada di sini " Kata Jaafar dalam hatinya lalu kembali duduk lalu menyelimuti Daniel dan beranjak keluar dari kamar dan duduk di sofa
***. Keluarga adalah kompas yang membimbing kita. Mereka adalah inspirasi untuk mencapai ketinggian yang luar biasa dan kenyamanan saat kita sesekali goyah.***