
Jasmin tengah duduk di samping Dira dengan luka ditangannya Jasmin belum mengoles obat apapun di lukanya Jasmin Hanya menyiram air dingin untuk mengurangi rasa panas di tangannya
Meski dengan tangan yang sakit Jasmin tetap berusaha menjaga Dira dengan baik Jasmin masih bisa menyuapi Dira mengganti pakaiannya dan yang lainnya meski dengan menahan sakit
" Jaafar aku merindukanmu " Jasmin berbicara dalam hatinya sambil memandang wajah Dira
Jaafar berjalan keluar dari rumah dengan langkah gontai karena pikirannya tengah memikirkan Jasmin Ingin sekali Jaafar menghubungi istrinya Namun tidak bisa dan membuat Hati Jaafar semakin Sakit
" Jaafar Jaafar " kata Firman memanggil Jaafar namun sepertinya Jaafar tidak mendengar dan terus berjalan
Firman keluar dari mobil dan berjalan lebih cepat mendekati Jaafar lalu menepuk pelan bahunya
" Jaafar apa kamu baik baik saja " kata Firman
" Astaga " Ujar Jaafar terkejut
" Firman ? kamu mengagetkanku " kata Jaafar
" Maafkan aku Jaafar tapi aku sudah memanggilmu berulang ulang tapi kamu tidak mendengarku ?" Ujar Firman
" Benarkah ? maaf maaf " kata Jaafar
" Ada apa ? sepertinya ada yang kamu pikirkan ?" tanya Firman
" Akh tidak tidak ada apa apa " Jawab Jaafar
" Kalau begitu ayo naik ke mobil kamu jadi kan kerja ke perpustakaan ?" tanya Firman
" Hmm tentu saja mari " Kata Jaafar kemudian Jaafar dan Firman masuk ke dalam mobil
__ADS_1
Mobil melaju membelah jalan ibu kota yang
Selama di perjalanan Firman menjelaskan kendaraan umum yang bisa di naiki Jaafar untuk bisa sampai ke perpustakaan
Mobil berhenti tepat di sebuah gedung yang cukup besar
" PERPUSTAKAAN SEJAGAT " Jaafar membacanya dalam hati
Mobil Firman berhenti Jaafar turun dari mobil begitu juga dengan Firman
" Perpustakaan ini sangat besar ? apa yang akan aku kerjakan nanti apa aku akan bersih bersih ?" tanya Jaafar sambil berjalan
" Haha tentu saja tidak, tenang saja pekerjaan ini tidak akan sulit untukmu " kata Firman Jaafar menatap Firman dan mengangguk
Sampai di dalam beberapa orang mendekati Firman di lihat dari penampilannya menurut Jaafar mereka adalah karyawan di sana
" Dia temanku namanya Jaafar dia akan berkerja di sini mulai saat ini " kata Firman
" Baik pak " kata seorang laki laki bernama Tomi
" Dan jangan berikan dia pekerjaan yang berat " kata Firman lagi dan Tomi mengangguk kemudian mereka berjalan kembali mendekati Jaafar
" Jaafar kenalkan ini Tomi dan Tomi ini Jaafar " Kata Firman Tomi menjabat tangan Jaafarr
" Jaafar kamu sudah bisa mulai bekerja dia temanku " kata Firman kepada Jaafar
" Terima kasih Firman kamu sudah mencarikanku pekerjaan sekali lagi terima kasih " kata Jaafar
" Sama sama , kalau begitu aku akan pergi " kata Firman
__ADS_1
" Iya terima kasih " kata Jaafar lagi Firman tersenyum dan mengangguk meninggalkan Jaafar
" Pak mari saya tunjukan pekerjaan anda " kata Tomi sopan
" Akh panggil saja Jaafar " kata Jaafar
Tomi menyatukan alisnya
" Mana bisa anda jauh lebih tua dari saya dan saya rasa anda seusia bapak saya " kata Tomi
" Baiklah kalau begitu nak panggil saja sesukamu "kata Jaafar
Tomi berjalan bersama dengan Jaafar berkeliling perpustakaan setelah itu Tomi membawa Jaafar ke meja dekat pintu di mana sesorang akan kesana jika hendak meminjam buku
Tomi menjelaskan pekerjaan untuk Jaafar sampai Jaafar benar benar bisa
tidak membutuhkan waktu lama untuk Jaafar mempelajari hal seperti ini
" Baiklah pak, kalau begitu saya akan berkeliling dan beres beres buku yang berantakan pak Jaafar bisa kan saya tinggal ?"Tanya Tomi
" Iya nak " kata Jaafar lalu Tomi meninggalkan Jaafar
terdapat beberapa buku di atas meja karena belum ada pembaca yang ingin meminjam buku Jaafar memilih membuka buku dan mulai membacanya..
*****. "Dalam keheningan di balik apa yang bisa didengar, terletak jawaban yang telah lama kita cari.******
. Dengan perginya bulan Ramadan kemenangan telah diraih, hidup yang indah hanya dengan Ridha Allah, Allahu Akbar Allahu akbar Walillahilhan.
Dari saya menghaturkan Minal Aidhin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan bathin, selamat hari raya Idulfitri untuk semua pembaca TIGA T
__ADS_1