
Jaafar meraih jari jemari Jasmin dan menciumnya berulang
" Aku merasa tidak baik baik saja Jas, hatiku sangat sakit saat ini " kata Jaafar lirih dengan air mata yang berlinang
Jasmin meraih wajah Jaafar dan menghapus air mata Jaafar
" Jangan seperti ini Afar, " Jasmin menggeleng
" Aku rasa aku tidak akan sanggup Jasmin " kata Jaafar terbata karena menangis kini air mata Jasmin turut tumpah
" Afar aku mohon jangan seperti ini, aku sakit melihatmu menangis seperti ini Afar " ucap Jasmin lirih dengan air mata yang mengalir deras
Jaafar menatap wajah Jasmin dan perlahan mengusap air mata istrinya
" Maafkan aku membuatmu sedih Jasmin, Hanya saja aku... " Jaafar menunduk tidak ingin melanjutkan perkataanya
Jasmin memeluk Jaafar dengan erat begitupun sebaliknya Jaafar dan Jasmin menangis dengan berpelukan satu sama lain..
Setelah emosi mereka mereda Jasmin dan Jaafar berbaring saling menatap dan berpegang tangan
Jaafar mengusap lembut kepala Jasmin
" Aku akan merindukan saat saat seperti ini Jas " kata Jaafar
" Hmm tentu aku juga Afar " kata Jasmin tersenyum
" Lalu kapan kita akan bisa bertemu lagi ?" Tanya Jaafar masih dengan satu tangan mengusap usap lembut kepala Jasmin
" Entahlah, nanti kita akan terus berhubungan kita bisa telfon setiap hari " kata Jasmin
" Akh benar , aku akan selalu menghubungimu setiap hari " kata Jaafar
" Aku akan selalu menunggu telfon darimu Afar "kata Jasmin
Jaafar mendekatkan tubuhnya dan mencium rambut Jasmin dan memeluknya
__ADS_1
" Tidurlah Jas, mimpilah indah aku ingin tidur seperti ini untuk malam ini " kata Jaafar
Jasmin mengangguk dan memejamkam matanya di pelukan Jaafar namun Jasmin tidak benar benar tidur meski matanya tertutup namun air mata Jasmin mengalir begitu saja sama halnya dengan Jaafar air mata Jaafar juga masih terus mengalir
Jaafar dan Jasmin sama sama menyembunyikan kesedihan mereka masing masing karena tidak ingin saling menyakiti
Malam terasa begitu cepat untuk keluarga Jaafar
Bahkan bukan hanya Jaafar dan Jasmin yang tidak bisa tidur namun anak anak mereka juga tidak bisa tidur dengan nyenyak
Matahari pagi belum menampakan sinarnya Jaafar sudah keluar dari rumah untuk menemui orang yang dia percayakan merawat rumah sedangkan Jasmin merapikan semua barang barang yang akan dia bawa dan juga barang keperluan Jaafar
Jaafar kembali ke rumah dan mendapati Jasmin sudah rapi
" Jas " panggil Jaafar
menoleh ke asal suara
" Iya Afar " dengan senyum di wajah Jasmin
Jasmin mengerutkan kening
" Apa maksudmu Afar ?" tanya Jasmin
" Iya kamu sudah sangat rapi sepertinya kamu sudah tidak sabar untuk pergi" kata Jaafar
Jasmin tersenyum dan mendekat ke Jaafar
" Aku tidak ingin membuat anak anak nanti terlalu lama menunggu Afar, "
Tangan Jasmin meraih baju yang sudah dia siapkan
" Mandilah dan pakai ini sudah aku siapkan " kata Jasmin
" Hmm baiklah " Ujar Jaafar menuruti Jasmin
__ADS_1
Jaafar berjalan menuju ke kamar mandi kemudian Jasmin mengeluarkan barang barangnya dari dalam kamar
" Bu " panggil Jaabier
" Iya nak "
" Biar Jaabier bantu bu " Jaabier mengambil alih tas Jasmin
" Terima kasih nak "
Jaabier hanya tersenyum dan melanjutkan mengambil barang barang Jaafar dan Jasmin
" Bu apa ada lagi ?" tanya Jaabier
Mata Jasmin memeriksa barang barang yang sudah keluar dari kamar
" Tidak nak, sudah " kata Jasmin
Jaafar keluar dari kamar mandi berjalan begitu saja melawati Jaabier dan Jasmin
" Bu ?" suara Jaabier lirih
" Ada apa nak ?" tanya Jasmin
" Apa Bapak marah ?" tanya Jaabier
Tangan Jasmin mengusap lembut kepala Jaabier
" Tidak nak kamu tenang saja " jawab Jasmin lembut
" Tapi bu "
" Sudahlah tidak perlu kamu pikirkan , bersiaplah sebentar lagi kita bukankah harus segera berangkat ?" ujar Jasmin
Jaabier mengangguk dan masuk ke dalam kamar mengikuti perkataan ibunya..
__ADS_1
****** Bahagiakan dahulu keluarga kita, sebelum membahagiakan orang lain.*****