Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T=56


__ADS_3

Hari berganti terasa begitu lama bagi Jaafar dan juga Jasmin setiap malam mereka berdua menghabiskan malam mencurahkan isi hati masing masing


Setiap malam Jaafar dan Jasmin selalu menelfon bahkan nyaris tidak terlewat


Sama seperti malam ini Jasmin di kamar sedangkan Jaafar di teras rumah tengah menempelkan ponsel di telinga mereka masing masing


📞" Halo Afar kamu sudah pulang ?" tanya Jasmin


📞" Halo Jas iya aku sudah pulang Jas aku sangat merindukanmu,


Jas kamu tahu sudah berapa lama kita tidak bertemu Jas ?" tanya Jaafar


📞" Hmm sudah hampir satu tahun" Ujar Jasmin lirih


📞" Ditambah hari ini kita sudah berpisah selama 345 hari Jas" Ujar Jaafar


📞"Afar aku merindukanmu bagaimana kalau kita bertemu tanpa memberi tahu anak anak ?" kata Jasmin


Jaafar tersenyum lebar


📞" Tentu saja aku sangat setuju dengan itu Jas kapan kita akan pergi aku benar benar sudah tidak tahan berjauhan denganmu "Kata Jaafar


📞" Tapi Afar apakah keputusan kita nanti tidak akan membuat anak anak sakit hati ?" tanya Jasmin


📞" Lalu apa kamu mau kita yang harus menahan sakit seperti ini Jas ?" tanya Jaafar


📞" Kita sudah bertahan sejauh ini Afar, aku yakin sebentar lagi anak anak akan mengajak kita untuk bertemu " Kata Jasmin


📞" Baiklah aku akan bersabar sedikit lagi Jas, kamu tidak perlu khawatir masalah uang Jas aku mempunyai sedikit tabungan dan aku yakin sudah cukup untuk kita bisa bertemu aku akan kirimkan uang untukmu" kata Jaafar


📞" Tidak Afar aku sama sekali tidak memikirkan itu semua kita harus bersabar sedikit lagi"ujar Jasmin


📞" Iya Jas bagaimana harimu ? apa kamu sudah makan malam ?" tanya Jaafar

__ADS_1


📞" Berjalan seperti biasa Afar aku juga sudah makan malam bagaimana denganmu?" tanya Jasmin


📞" Tentu aku sudah makan malam Jas begitu pulang kerja " kata Jaafar


📞" Afar apakah ada kabar dari Jihan ?" tanya Jasmin


📞" Tidak aku sudah minta Jonathan untuk menghubungi Jihan namun masih tidak bisa di hubungi"kata Jaafar


📞" Astaga Afar bagaimana nasip anak itu di luar sana"kata Jasmin


📞" Tenanglah Jas, kamu ingat temanku Firman ?" tanya Jaafar


Jasmin mengangguk


📞" Ya aku ingat ada apa dengannya Afar ?" tanya Jasmin


📞" Dia juga mempunyai anak yang kuliah di negara yang sama dengan Jihan kata Firman kampus di sana sangat menjaga siswanya jika ada hal buruk pasti seluruh siswa tahu dan akan diberi tahu kepada keluarganya jadi kita harus tenang Jas karena selama ini kita tidak pernah mendapat kabar dari kampus Jihan kita harus berfikir positif" terang Jaafar


📞" Sudah larut malam apa kamu belum mengantuk Jas "tanya Jaafar


📞" Hmm aku ingin mendengarmu menyanyi untuk menamani tidurku Afar"kata Jasmin


Jaafar tersenyum dan mulai bersenandung


📞"Dalam lelah kuberharap


Datangnya sebuah keajaiban


Walau berat kurasakan


Namun kulakukan semua untuk cinta


Bila sampai di malam ini

__ADS_1


Aku masih bertahan


Ini semua ku persembahkan untukmu


Bila kini aku bahagia


Bukan hanya untukku


Di sini kita pernah menangis bersama


Semoga cinta selalu ada


Dalam hati kita


Dalam lelah kuberharap


Datangnya sebuah keajaiban


Walau berat kurasakan


Namun kulakukan semua untuk cinta


Selama cinta itu


Ada di sisi kita selamanya


Begitu terdengar suara nafas Jasmin yang teratur Jaafar mematikan ponselnya lalu membuka pintu dan masuk ke dalam rumah


Jaafar membersihkan badannya mengganti pakaian lalu menuju ke dapur membuat teh hangat untuk dirinya Jaafar kini sudah terbiasa melewatkan makan malamnya karena makanan sudah habis


Jaafar duduk di sofa menyenderkan badannya dan sesekali menyesap teh begitu teh habis dia berbaring dan mulai terlelap di atas sofa


****** JARAK MAMPU MEMISAHKAN NAMUN TIDAK UNTUK HATI KEDUA INSAN YANG SALING MENCINTAI****

__ADS_1


__ADS_2