
Begitu Jaafar selesai dengan sarapannya Jaafar memapah istrinya keluar dari rumah dan duduk di atas sepeda motor dengan perlahan Jaafar mengendarai sepeda motornya menuju ke klinik
Hampir 45 menit Mereka baru sampai dan kebetulan Klinik masih sepi ..
Jaafar mendaftarkan nama istrinya hanya beberapa menit Jasmin sudah di panggil ke ruangan dokter untuk pemeriksaan di temani oleh Jaafar
cukup lama Jasmin berada di dalam ruang pemeriksaan kini Jasmin dan Jaafar duduk begitu juga dengan dokter yang memeriksa Jasmin
" Saya akan buatkan surat rujukan ke rumah sakit , ibu Jasmin harus melanjutkan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut " kata Dokter
Jasmin dan Jaafar saling pandang
" Apa sakit saya sangat parah dok sampai harus ke rumah sakit ? "tanya Jasmin
" Saya belum bisa memastikan bu, karena peralatan di klinik belum memadai jadi ibu harus ke rumah sakit untuk melakukan beberapa tes untuk tahu penyakit yang ibu derita " terang dokter dengan ramah
Jasmin mengangguk tanda mengerti
" Baik dok, kita akan ke rumah sakit " kata Jaafar
" Lebih cepat lebih baik pak , ini surat nya " kata dokter tanganya memberikan surat rujukan ke pada Jaafar
" Kalau begitu kami permisi, terima kasih dok " kata Jaafar menjabat tangan dokter begitu juga dengan Jasmin
mereka keluar dari ruangan dokter dan langsung berjalan ke arah sepeda motor
" Pak aku rasa aku tidak perlu ke rumah sakit " kata Jasmin
" Kenapa ? apa kamu tidak mendengar kata kata dokter tadi ? " tanya Jaafar pada istrinya
" Aku mendengarnya , hanya saja aku takut dan juga biaya rumah sakit akan mahal " kata Jasmin lirih
" Kamu hanya perlu sembuh jangan pikirkan hal seperti itu ,ayo sekarang naik kita harus bergegas ke rumah sakit sebelum matahari semakin panas " kata Jaafar tanpa ingin di bantah akhirnya Jasmin hanya diam dan menuruti Jaafar
Jaafar mulai meghidupkan mesin sepeda motornya menuju ke rumah sakit
Rumah sakit yang cukup Jauh terasa lebih jauh lagi karena Jaafar mengendarai sepeda motornya dengan sangat pelan , karena tidak mungkin bagi seorang Jaafar yang sudah tua membawa sepeda motor dengan cepat..
kurang lebih 3 jam Jaafar dan Jasmin baru sampai di rumah sakit
setelah bertanya dengan beberapa petugas rumah sakit kini mereka duduk menunggu antrian..
" Banyak sekali orang sakit Afar " bisik Jasmin
" Hmm aku rasa kita akan butuh waktu lama di sini antrian sangat panjang , apa kamu sudah merasa lapar ?" tanya Jaafar
" Hmm aku lapar dan haus " jawab Jasmin
__ADS_1
" Tunggulah di sini , akan aku belikan air dan juga makanan " kata Jaafar dan Jasmin mengangguk
Jaafar berjalan mencari kantin rumah sakit setelah dia menemukan kantin Jaafar membeli 2 botol air mineral dan juga beberapa kue
begitu air dan makanan dia dapat Jaafar kembali berjalan mencari keberadaan istrinya
Jaafar menoleh ke sana ke mari mencari Jasmin, dia mengingat ingat di mana istrinya duduk
Jaafar tersenyum karena sudah melihat istrinya dia bergegas menghampiri Jasmin
" Bu " kata Jaafar
Jasmim tersenyum
" Kamu sudah kembali " kata Jasmin
" Hmm " duduk di samping Jasmin
" Ayo minum dan makanlah " Jaafar membuka penutup botol air mineral setelah terbuka memberikannya pada Jasmin
Jasmin segera meminum air dan memakan beberapa kue yang di beli Jaafar karena sudah merasa lapar begitu juga dengan Jaafar dia turut makan dan minum sama seperti Jasmin
setelah menunggu hampir 3 jam Jasmin kini tengah menjalani pemeriksaan ,untuk memastikan Diagnosis dokter perlu melakukan sejumlah tes. Tes yang dilakukan berupa: Tes darah, guna memeriksa jumlah sel darah putih yang menandakan adanya infeksi atau tidak dalam tubuh Jasmin
Setelah melakukan beberapa tes dokter menyarakan untuk Jasmin di rawat inap karena tubuh Jasmin sudah mulai melemah dan juga sakit di perut Jasmin semakin memburuk
Jaafar hanya bisa menyetujui semua keputusan dokter untuk kebaikan istrinya
📞" Halo "
📞" Halo Nak, ini bapak ?" kata Jaafar
📞 " Bapak ? apa kabar pak ?" tanya Jonathan
📞 " Bapak baik baik saja , tapi ibumu tengah sakit sekarang ini dan kita sudah ada di rumah sakit " kata Jaafar
📞 " Ibu sakit pak ? sakit apa sampai harus ke rumah sakit ?" tanya Jonathan panik
📞 " Bapak juga belum tahu, apa bisa kamu pulang nak ?" tanya Jaafar
jonathan membuang nafas perlahan
📞" Nanti akan aku usahakan semoga saja mendapat ijin dari kantor " kata Jonathan
Jaafar hanya tersenyum getir
📞" Baiklah kalau begitu, tolong kabarkan ke adik adikmu barang kali salah satu dari kalian bisa pulang dan membantu bapak menjaga ibu kalian , karena sekarang ini bapak dan ibu tidak membawa barang apapun karena memang ini mendadak " kata Jaafar
__ADS_1
📞" Baik pak nanti akan Nathan kabarkan ke adik adik , salam untuk ibu " kata Jonathan
📞" Hmm " ujar Jaafar lalu menutup ponselnya
hanya beberapa saat Jaafar menutup ponsel Jasmin keluar dengan beberapa perawat yang mendorong ranjang Jasmin menuju ke ruang perawatan
Jaafar mengikuti Langkah perawat membawa Jasmin
Kini Jasmin dan Jaafar sudah berada di ruang perawatan tidak hanya mereka yang menempati ruangan tersebut masih ada setidaknya 6 ranjang di ruangan tersebut yang sudah ada pasiennya
kini Jasmin berbaring dengan selang infus di tanganya
" Jasmin bagaimana keadaanmu ?" tanya Jaafar
" Afar aku tidak ingin di rawat " kata Jasmin
" Kenapa ?, ini untuk kesembuhanmu " kata Jaafar
" Aku tahu tapi "
" Sudah lebih baik istirahat saja " kata Jaafar memotong ucapan Jasmin
" Aku sakit apa Afar ?, " tanya Jasmin
" Entahlah ,hasil lab belum keluar mungkin sebentar lagi " kata Jaafar
Jasmin mengangguk Jaafar mengenggam tangan Jasmin
" Sekarang istirahatlah, jangan memikirkan hal hal lain agar engkau cepat sembuh " kata Jaafar dengan lembut
Jaafar terus mengusap usap punggung tangan Jasmin sampai Jasmin tertidur
seorang perawat menghampiri Jaafar
" Pak, dokter ingin bertemu " kata perawat karena hasil lab dari Jasmin sudah keluar
" Oh baik baik , tapi bagaimana dengan istri saya dia sendirian " kata Jaafar kebingungan karena harus meninggalkan istrinya sendirian
" Pergilah pak, akan saya bantu mengawasi " kata seorang wanita yang juga ada di dalam ruang perawatan
wanita itu juga tengah menunggu keluarganya yang tengah sakit dan kebetulan dia mendengar percakapan Antara Jaafar dan perawat
" Masih ada orang baik di sini " kata Jaafar dalam hatinya lalu tersenyum
" Oh baiklah terima kasih " kata Jaafar sedikit menunduk
" Sama sama pak ," ujar wanita tersebut
__ADS_1
setelah itu Jaafar lalu berjalan mengikuti perawat menuju ke ruangan dokter
** Orang tua tak pernah berharap harta kekayaan dari anaknya, namun perhatian dan kasih sayang tulus dari anak, menantu, dan cucu, itulah yang sangat mereka harapkan **