Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T = 18


__ADS_3

Mata Jasmin perlahan terbuka dan melihat sosok suaminya berada di sampingnya


" Sayang kamu sudah sadar ?" tanya Jaafar


namun Jasmin hanya menjawab dengan senyum kecil


" Afar aku haus " kata Jasmin lirih hampir tidak terdengar namun Jaafar mengerti apa yang di inginkan istrinya


Jaafar meraih botol berisi air putih di atas meja lalu membantu Jasmin untuk minum dengan perlahan


" Ada lagi yang kamu inginkan Jasmin ?" tanya Jaafar lembut


Jasmin menggeleng Jaafar kembali meletakkan botol minum dan menggengam kembali tangan Jasmin


" Afar , apa anak anak pulang ?" tanya Jasmin


Jaafar tersenyum kecil kemudian menggeleng


terdengar Jasmin membuang nafas panjang


" Sabar lah Jasmin, sudah jangan kamu pikirkan " kata Jaafar menengkan istrinya


" Sesibuk apa sampai tidak satupun dari mereka pulang " kata Jasmin


" Apa perlu aku menghubungi mereka lagi ?" tanya Jaafar


" TIdak perlu, biarkan saja mungkin memang mereka benar benar sibuk " kata Jasmin


" Baiklah" kata Jaafar

__ADS_1


terdengar Jasmin mendesis


" Kenapa ?" tanya Jaafar


" Sepertinya obat bius yang di berikan dokter efeknya sudah mulai habis aku mulai merasa sakit di perutku " kata Jasmin


" Aku panggilkan suster terlebih dahulu " kata Jaafar berdiri dan berjalan meninggalkan Jasmin


Jaafar kembali bersama seorang suster ,


suster memeriksa keadaan Jasmin dan menerangkan keadaan Jasmin setelah selesai suster meninggalkan Jasmin dan Jaafar


" Afar ?" panggil Jasmin


" Hmm, ada apa Jasmin ? apa yang kamu perlukan ?" tanya Jaafar dengan tatapan khawatir


" Apa ? tanyakan saja Jasmin, aku akan menjawab semua pertanyaanmu jika aku bisa menjawabnya " kata Jaafar tersenyum menatap istrinya


" Dari mana uang untuk biaya operasi dan biaya rumah sakit ini Afar ?" tanya Jasmin


Jaafar diam dan menatap Jasmin


" Aku akan mengatakanya tapi apa kamu bisa berjanji untuk tetap tenang "Kata Jaafar


" Hmm baiklah " kata Jasmin


Jaafar menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan


" Aku menjual semua tanah kebun milik kita " kata Jaafar

__ADS_1


" Apa ? kamu bercanda kan Afar ?" tanya Jasmin


" Tidak, aku tidak sedang bercanda Jasmin, aku mengatakan hal yang sebenarnya " kata Jaafar


" Kenapa kamu menjual semuanya Jaafar, lalu bagaimana dengan kehidupan kita selanjutnya dan Juga uang tanah kebun itu seharusnya kita bisa membagi kepada anak anak kita Afar "


" Lalu aku harus melihatmu kesakitan ?" tanya Jaafar


Jasmin hanya diam


" Aku tidak akan membiarkanmu sakit Jasmin, meski harus ku jual semua yang kita punya aku rela hanya untuk bisa melihatmu tidak sakit, kita masih punya anak anak yang akan bisa merawat kita nantinya jangan pikirkan tentang kehidupan kita selanjutnya, lagi pula anak anak pasti akan setuju dengan apa yang aku pilih ini semua untuk kebaikanmu " terang Jaafar


" Aku tahu maksudmu , tapi apa yang bisa kita berikan untuk anak anak kita Afar ?" kata Jasmin menatap Jaafar


" Tenanglah, masih ada sisa uang dan kita akan bagikan untuk mereka " kata Jaafar


" Baiklah, aku mengerti " kata Jasmin mengangguk


" Sekarang fokuslah dulu agar kamu cepat pulih, aku akan menemanimu sampai kamu benar benar pulih " kata Jaafar


" Terima kasih Afar " kata Jasmin menatap Jaafar


Jaafar mencium punggung tangan Jasmin


" Tidak perlu kamu ucapkan terima kasih,lekaslah pulih itu yang akan membuatku senang " kata Jaafar


Jasmin mengangguk dengan senyum di wajahnya..


*** Mencintai keluarga menjadi amanah untuk setiap insan manusia. ****

__ADS_1


__ADS_2