Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =47


__ADS_3

Matahari pagi sudah bersinar keluarga Nathan masih terlelap karena kebetulan hari ini mereka libur kerja dan ke dua anak mereka juga tengah libur


Suasana pagi yang biasanya sudah sibuk hari ini sepi dan tenang


Jaafar terbangun ketika cahaya matahari masuk dan menyilaukan kedua matanya


Jaafar terduduk dan melihat ke sekeliling masih sepi


Jaafar segera bangkit dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi membersihkan badannya begitu keluar dari kamar mandi suasana masih hening


Cacing cacing di perut Jaafar seakan sudah mulai menggerogoti ususnya karena Jaafar sudah sedari tadi malam menahan lapar


krucukk krucukk


Jaafar menyentuh perutnya


" Akh aku sudah sangat lapar " gumam Jaafar


Jaafar berjalan ke dapur mencari sesuatu yang barang kali bisa dia masak namun sepertinya Hana sudah kehabisan stok makanan di kulkas


" Aku akan membeli makanan di luar saja" Kata Jaafar dalam hati


Langkah kaki Jaafar berjalan menuju ke pintu saat hendak membuka pintu Arin memanggil Jaafar


" Kakek mau kemana ?" tanya Arin


Jaafar menoleh ke asal suara dan mendekati Arin


" Kamu sudah bangun sayang , Kakek sebenarnya lapar ingin membeli makanan di luar " kata Jaafar


" Arin ikut kek " kata Arin dengan senyum merekah


mengusap rambut Arin lembut


" Ayo " kata Jaafar lalu mereka berjalan bersama sama keluar dari rumah


Jaafar dan Arin berjalan bergandeng tangan menyusuri jalan


" Arin mau makan apa ?" tanya Jaafar


" Hmm bubur ayam pasti enak kek " kata Arin menatap Jaafar


" Baiklah kita cari di mana yang jual bubur ayam " Kata Jaafar


" Kita ketaman saja kek, Di sana ada kok yang jual " Terang Arin


" Benarkah ?" tanya Jaafar dan Arin mengangguk cepat tanda mengiyakan pertanyaan Jaafar


Jaafar dan Arin akhirnya berjalan menuju ke taman yang sering Jaafar kunjungi


Sampai di taman Arin langsung berjalan ke ujung taman di mana ada penjual bubur ayam


" Bang bang buburnya 2 ya bang makan di sini " kata Arin


" Siap "


" Kek ayo kek duduk " kata Arin Jaafar menuruti Arin lalu duduk berhadapan dengan Arin

__ADS_1


" Arin sering makan di sini ?" tanya Jaafar


" Hmm biasanya Arin makan sama kak Daniel kek kalo libur gini" kata Arin


Jaafar menganguk tanda mengerti satu tangan Jaafar meremas perutnya


" Kenapa perutku perih sekali" Kata Jaafar dalam hatinya


Setelah menunggu beberapa saat Bubur Ayam Jaafar dan Arin sudah tersedia


Jaafar maupun Arin mulai melahap bubur di depan mereka


" Arin kakek " panggil Daniel Jaafar dan Arin menoleh ke asal suara


Daniel berjalan dengan kesal mendekati mereka


" Kalian kenapa makan tidak mengajakku " kata Daniel


" Tadi bukankah kamu masih tidur ?" tanya Jaafar


Daniel menatap tajam Arin


" Arin kenapa tidak bangunkan kakak ?" tanya Daniel


" Hmm kenapa ya ??" dengan nada menggantung menggoda Daniel


" Arinnn "


" Sudah hentikan Daniel sekarang pesanlah dan kita bisa makan dengan tenang " Kata Jaafar


Daniel mendengus kemudian memesan bubur


30 menit berlalu selesai makan Arin dan Daniel mengajak Jaafar untuk bermain di taman Jaafar hanya menurut dan mengikuti kemauan Daniel dan Arin


Setelah puas bermain mereka duduk bersama sama


" Kek apa hari ini kakek kerja ?" tanya Arin


" Iya Arin hari ini kakek kerja " jawab Jaafar


" Lalu kakek kapan libur ?" tanya Daniel


" Lusa kakek libur nak" Jawab Jaafar Daniel dan Arin mengangguk tanda mengerti


Setelah matahari sudah mulai tinggi mereka bertiga kembali berjalan kaki menuju ke rumah


Sama halnya dengan di keluarga Nathan keluarga Nanda juga tengah libur Jessie dan Nanda sudah sibuk bermain dengan Dira sedari pagi dan Jasminlah akhirnya yang menyiapkan makanan dan juga membersihkan rumah dengan tangan melepuhnya


Sesekali Jasmin menghentikan kegiatannya hanya sekedar meniup pelan tangannya dan kembali melanjutkan kegiatannya setelah merasa lebih baik


Jasmin mengerjakanya tanpa banyak berbicara dan terkadang sesekali terdengar suara tawa anak dan cucunya yang tengah bermain dan Jasmin hanya bisa tersenyum pahit menerima kenyataan


" Kuatkan hati dan tenagaku tuhan " Gumam Jasmin


Mengerjakan pekerjaan sehari hari tidaklah sulit untuk Jasmin kerjakan karena di rumah dulu Jasmin juga mengerjakannya sendiri namun kenapa rasanya sangat berbeda saat di rumah anaknya..


Jasmin telah selesai menyiapkan sarapan lalu berjalan menuju ke kamar dan mengetuk pintu

__ADS_1


tok tok tok


" Nak sarapan sudah siap mari kita makan bersama " Ujar Jasmin


Jeesie yang mendengar ketukan pintu berjalan ke arah pintu dan membukanya


" Ada apa bu ?" tanya Jessie


" Sarapannya sudah siap mari kita makan bersama selagi hangat " Ujar Jasmin untuk kedua kalinya


" Baiklah bu , ibu kesana lebih dulu aku akan menyusul " kata Jessie Jasmin mengangguk lalu meninggalkan Jessie menuju ke meja makan


Setelah menunggu kurang lebih 10 menit Jessie keluar bersama Nanda dan juga Dira


Mereka lalu mulai makan bersama sama


" Bu aku hari ini akan keluar " Kata Jessie di sela sela makannya


" Kemana nak ? bukankah hari ini kamu libur ?" tanya Jasmin


" Iya bu aku libur begitu juga dengan mas Nanda aku hanya ingin berjalan jalan menyenangkan Dira bu dia pasti bosan selalu di rumah " kata Jessie


" Hmm yasudah nak " kata Jasmin


" Ibu tidak apa apa kan jika harus di rumah sendirian ?" tanya Jessie


" Tentu saja ibu akan baik baik saja , " kata Jasmin tanpa melihat Jessie


Jessie hanya diam suasana jadi hening hanya suara Dira yang dominan di ruang tersebut


Selesai makan Jessie dan Nanda masuk ke dalam kamar meninggalkan piring dan gelas kotor


Lagi lagi Jasmin yang membereskannya


" Ibu marah ?" tanya Nanda


" Entah apa kita ajak saja ?" tanya Jessie balik


" Astaga mau disuruh ngapain ? ibu sudah tua kalau kita ajak ke mall jalan jalan pasti akan kelelahan " kata Nanda


" Kamu ada benernya juga sih " kata Jessie


" Yasudah aku akan mandi lebih dahulu " ujar Nanda memberikan Dira kepada Jessie


Setelah selesai mandi dan bersiap Jessie bersama dengan anak dan suaminya keluar dari kamar


" Bu kita berangkat ibu baik baik di rumah " kata Jessie


" Iya nak " kata Jasmin


Jessie Nanda dan juga Dira menaiki sepeda motor Jasmin melihat kepergian anak dan cucunya meninggalkanya sendirian di rumah


Begitu mereka tidak terlihat Jasmin masuk ke dalam rumah lalu duduk di depan tv


" Sepi sekali mungkin ini yang Afar rasakan sampai sampai dia ingin bekerja " Gumam Jasmin


" Kenapa aku merasa tidak bahagia padahal aku dekat dengan anak dan cucuku ? ataukah keputusanku ini salah ? " Tanya Jasmin pada dirinya sendiri

__ADS_1


*****Nanti kamu akan sangat merindukan sesuatu hal yang kamu rasakan saat ini, ketika kamu kehilangan momen tersebut.****


__ADS_2