
" Tapi Han ? mereka berdua orang tuaku " Kata Jonathan
Hana melipat kedua tangannya dan membuang muka
Jonathan menarik nafas panjang dan dengan perlahan membuangnya
" Jessie Nanda apa kalian mau membawa bapak dan ibu ?" tanya Jonathan
" Kak, aku bukan orang kaya yang bisa menampung semua orang " Jawab Nanda
" Benar kak , bukankah lebih baik mereka tinggal bersama dengan kalian ?" tanya Jessie
" Tidak , bisa Jess kamu tahu bukan aku sudah punya dua orang anak dan jika di tambah bapak dan juga ibu di rumahku sama saja pengeluaran semakin bertambah , belum lagi setiap bulan kami harus membayar cicilan rumah dan keperluan sekolah Daniel dan Arin " Terang Hana
" Lalu bagaimana kak ? rumahku terlalu sempit jika harus menambah anggota keluarga lagi " Kata Jessie
" Jaabier apa tidak sebaiknya ibu dan bapak tinggal bersama denganmu ?" tanya Nanda
" Kak aku saja masih kuliah hanya tidur di satu ruangan bagaimana mereka akan tinggal denganku ??" Jabieer menatap Nanda
" Benar juga apa yang dikatakan Jaabier " kata Jonathan
" Lalu bagaimana sekarang ?" tanya Jessie
Suasana hening saling berfikir dalam diam
sudah hampir 45 menit mereka berada di luar rumah namun belum ada keputusan yang bisa mereka ambil
" Lebih baik kita masuk ke dalam, kita sudah terlalu lama berada di luar " kata Jonathan
" Bagaimana keputusannya kak ?" tanya Jaabier
" Sudah masuk saja sekarang jika ibu dan bapak bertanya biarkan aku yang menjawab " Kata Jonathan kakinya perlahan masuk ke dalam rumah
" Nak kalian semua sudah kembali ?" Tanya Jasmin
" Iya bu " Jawab Jonathan dengan senyum
" Bagaimana nak ? dengan siapa kami tinggal nanti ?" tanya Jaafar
" Besok kami akan putuskan pak, sekarang sudah terlalu malam lebih baik kita istirahat dahulu " Kata Jonathan
" Ah benar benar sekarang sudah malam, baiklah kalian istirahat "kata Jaafar
" Selamat malam pak bu " kata Jaabier lalu masuk ke dalam kamarnya
Begitu juga dengan Jessie Nanda Hana dan Jonathan sebelum masuk ke dalam kamar mereka mengucapkan selamat malam kepada ibu dan bapaknya..
Setelah semua anak anaknya masuk ke dalam kamar Jasmin masuk ke dalam kamar sedang Jaafar mengunci pintu barulah masuk ke dalam kamar
Begitu masuk di lihatnya Jasmin duduk termenung
" Jas apa yang tengah kamu pikirkan ?" tanya Jaafar
" Kenapa aku merasa anak anak tidak senang Afar ?" ujar Jasmin
" Itu hanya perasaan kamu saja Jas, sekarang istirahatlah sudah larut malan " kata Jaafar membaringkan tubuhnya di ranjang kemudian Jasmin menyusul mereka kini saling berhadapan tangan Jaafar meraih tangan Jasmin dan memegangnya dengan erat
" Lihat tanganmu ini Afar , sudah semakin keriput begitu juga dengan tanganku " kata Jasmin
" Hmm tanganmu ini lah yang sudah berpuluh puluh tahun memasak , mencuci dan melayaniku aku sungguh menyayangimu Jas " mencium punggung tangan Jasmin
Mata Jasmin berkaca
" Afar entah kenapa aku merasa sangat sedih malam ini " suara Jasmin terdengar sangat lirih karena bercampur dengan isak tangis
Jaafar mendekatkan tubuhnya ke Jasmin dan mendekap Jasmin dalam pelukannya lalu mengusap kepala Jasmin dengan lembut
__ADS_1
" Tidak ada yang perlu kamu takutkan Jasmin, buanglah rasa sedihmu aku akan selalu ada di sini bersama denganmu " kata Jaafar Jasmin hanya diam dan masih terisak perlahan Jaafar bersenandung dan menyanyi
...kau tidur di dalam pelukku...
...Menetes air mata bahagia...
...Kau berikan semua sepenuh jiwa...
...Dirimu cintamu dan segalanya untukk...
...Pagi yang cerah senyum di bibir merah...
...Dari balik jendela sinar mentari lembut menyapa...
...Kita berdua yang t'lah berpeluk mesra...
...Menikmati hangatnya suasana jiwa insan bercinta...
...Kutidur di dalam pelukmu...
...Di antara rambut yang terurai...
...Dan degup di dada kudengar, kurasa...
...Membisikkan kata bahagia...
...Pagi yang terang...
...Berlalu tanpa kata...
...Hanyut kita berdua...
...Dalam lamunan malam pertama...
...Kau tidur di dalam pelukku...
...Menetes air mata bahagia...
...Kau berikan semua sepenuh jiwa...
...Pagi yang cerah dan senyum di bibir merah...
...Sejuta rasa bahagia yang kau berikan...
...Tiada lagi yang dapat kupersembahkan...
...Hanyalah laguku ini sebagai ungkapan cintaku...
...Ku di dalam pelukmu...
...Di antara rambut yang terurai...
...Kuberikan semua sepenuh jiwa...
...Diriku, cintaku dan segalanya untukmu...
...Pagi yang cerah dan senyum di bibir merah...
...Sejuta rasa bahagia yang kau berikan...
...Jangan kau ragu 'kan segala yang terjadi...
...Setulus hati yang ada t'lah kuberikan...
...Tiada lagi yang dapat kupersembahkan...
...Hanyalah laguku ini sebagai ungkapan dan rasa cintaku...
__ADS_1
Jasmin mendongak ketika Jaafar selesai
" kamu masih ingat lagu ini Afar ?" tanya Jasmin
" Hmm aku selalu ingat apapun tentang semua yang pernah kita lalui Jas " kata Jaafar
Jasmin tersenyum
" Sudah sangat lama aku tidak mendengarmu bernyanyi Afar aku kira kamu sudah kehilangan bakat terpendamu " kata Jasmin dengan senyum
Jaafar tersenyum
" Apa kamu menyukainya ?" tanya Jaafar
" Tentu saja aku selalu menyukainya bukan sedari dulu " kata Jasmin
" Tapi suara tua ini bahkan akan menganggu serangga serangga bagaimana kamu masih menyukainya Jas, kamu terlihat berbohong " kata Jaafar
" Tidak aku tidak berbohong Afar , aku akan selalu menyukai suaramu " kata Jasmin
" Apa kamu masih ingat lagu yang sering kita nyanyikan bersama dulu ?"
" Hmm " Jasmin mengangguk
" Baiklah lain kali kita nyanyikan lagi sekarang tidurlah sudah sangat larut sekarang ini " kata Jaafar
" Hmm baiklah Afar selamat malam sayang mimpilah indah panjang umur dan senantiasa di beri kesehatan dan kebahagian " ucap Jasmin
" Doa yang sama untukmu Jas " mencium kening Jasmin tangan Jaafar masih menggengam tangan Jasmin dengan perlahan mereka terlelap
Sedangkan di kamar lain
Jonathan masih duduk dan enggan untuk tidur
" Tidurlah " kata Hana
" Bagaimana aku bisa tidur sayang " kata Jonathan memijit pelan keningnya sendiri
Hana bangkit dari ranjang dan mendekati Jonathan
" Apa yang mengganggumu ?" tanya Hana
" Tentu saja masalah tadi , jawaban apa yang akan aku berikan untuk Bapak dan ibu besok pagi ?"
Hana menarik nafas dan duduk bersandar memejamkan matanya perlahan kemudian membukanya lagi dan menatap suaminya
" Aku ada sedikit ide " kata Hana
" Ide ? Ide apa yang kamu miliki ?" tanya Jonathan
" Kita buat saja agar ibu dan bapak tidak mau tinggal dengan kita semua ? " kata Hana
" Caranya ?" tanya Jonathan
Hana tersenyum
" Apa kamu yakin ingin mendengarnya ?" tanya Hana
" Tentu saja , aku sudah sangat lelah sampai sampai tidak bisa berfikir cepat katakan " kata Jonathan
Hana mendekatkan bibirnya ke telinga suaminya
dan membisikan ide gila yang terlintas di pikiranya
" Apa kamu sudah gila Han ?" tanya Jonathan terkejut dengan suara tertahan
" Terserah hanya itu yang ada di pikiranku " kata Hana
__ADS_1
**** Keinginan kecil yang orang tua namun terasa besar untuk anak anaknya ? tidak kah kalian ingat siapa yang sudah bersusah payah untuk mewujudkan keinginan keinginan besar kalian *****