Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =43


__ADS_3

Sang surya sudah mulai menghangatkan bumi dengan cahayanya yang terang..


Hanya ada satu matahari di seluruh dunia namun cahaya matahari mamlu menyinari seluruh bumi..


Keluarga besar Nathan tengah menikmati hidangan pagi


" Nak " Ujar Jaafar disela sela makannya


" Ada apa pak ?" tanya Nathan anak laki laki Jaafar


" Bapak sangat kesepian jika kalian semua sudah berangkat kerja, rencananya bapak akan mulai kerja hari ini "kata Jaafar


" Lakukanlah pak, aku tidak keberatan " Ujar Hana


" Tapi "


" Biarkan bapak kerja, lagi pula kita tidak menyuruhnya kan ? " kata Hana memotong perkataan Nathan


" Baiklah pak " kata Nathan


" Kakek kerja ? kerja dimana kek ?" tanya Daniel


" Perpustakaan nak "Jawab Jaafar


Daniel mengangguk tanda mengerti dan kini mereka melanjutkan melahap sarapan pagi mereka..


Begitu selesai sarapan mereka bersiap untuk berangkat


" Nathan tolong isi pulsa bapak malam ini "kata Jaafar


" Hmm baiklah pak" kata Nathan kemudian berlalu keluar dari rumah bersamΓ  dengan anak dan istrinya


Jaafar menatap punggung anak menantu dan kedua cucunya pergi meninggalkan rumah begitu mereka tidak terlihat Jaafar masuk ke dalam rumah..


Ponsel Jessie berdering ketika dia baru saja tiba di kantor

__ADS_1


" Kak Hana " Gumam Jessie lalu mengangkat telfon dari Hana


πŸ“ž " Halo kak " Ujar Jessie


πŸ“ž " Halo Jes bagaimana kabarmu ?" tanya Hana


πŸ“ž " Baik baik saja bagaimana dengan kak Hana?" tanya Jessie


πŸ“ž " Aku baik baik saja hanya suasana hatiku yang tidak baik " kata Hana


πŸ“ž" Kenapa kak ?Apa ada masalah ?" tanya Jessie


πŸ“ž " Apa lagi tentu saja masalahnya ada di bapak , sebelum ada bapak aku rasa hidupku baik baik saja tapi sekarang ..akh sudahlah " kata Hana mengela nafas


πŸ“ž " Apa yang dilakukan bapak kak sampai kak Hana seperti ini ?" tanya Jessie


πŸ“ž" Bapak akan kerja mulai hari ini, dia bosan dirumah " kata Hana


πŸ“ž " Lalu ? apa kak Nathan mengijinkannya " tanya Jessie


πŸ“ž" Kak bersikap baiklah dengan bapak " pinta Jessie


πŸ“ž " Aku juga sudah bersikap baik Jess, kalau tidak mana mungkin aku menyiapkan makanan juga untuk bapak, kamu jangan ngaco "kata Hana


πŸ“ž "Hmm baiklah kak"


πŸ“ž " Yasudah aku tutup dulu ya sampai jumpa lagi " Ujar Hana lalu menutup ponselnya


Jaafar tengah membersihkan rumah Nathan dia tidak pergi ke taman pagi ini dia memilih di rumah


Jaafar tidak ingin di anggap menganggu jadi dia mengerjakan apa yang sekiranya dia bisa kerjakan sambil menunggu cucunya pulang dari sekolah


Jaafar membawa gelas bekas teh manis ke dalam dapur dan hendak mencucinya


prankk

__ADS_1


Gelas yang di bawa Jaafar tiba tiba saja jatuh dan pecah berantakan


" Astaga " gumam Jaafar lalu duduk dan mengambil pecahan gelas


" Akh "rintih Jaafar karena jarinya tergores dan sedikit berdarah


" Jasmin apa kamu baik baik saja ? kenapa perasaanku tidak enak ?" Gumam Jaafar melihat jarinya yang berdarah


Jasmin baru saja selesai dengan pekerjaannya membereskan rumah Jessie dan kini dia tengah bersama dengan Dira , Dira yang biasanya akan senang bermain namun tidak untuk hari ini


Dira lebih sering menangis karena tidak enak badan Jadi Jasmin menjaga Dira lebih exstra


Jasmin tidak sempat untuk menyiapkan makan siang karena Dira yang sedikit sedikit menangis


sedangkan Jam makan siang sudah tiba


" Aku sangat Lapar " gumam Jasmin berjalan pelan dengan Dira di gendongannya menuju ke dapur


" Aku akan makan ini saja " kata Jasmin menemukan mie instan di lemari dapur


Jasmin memasak dengan hati hati karena ada Dira dalam dekapannya setelah 5 mie instan sudah matang Jasmin memindahkanya ke dalam mangkuk


" Astaga Dira aduh" Ujar Jasmin terkejut karena tangan Dira tiba tiba saja sudah menarik tangan Jasmin


Tangan tua Jasmin terkena air panas dan beruntung Dira tidak terluka sedikitpun namun Dira menangis karena terkejut dengan suara teriakan Jasmin


" Kamu tidak apa apa kan sayang maafkan nenek " kata Jasmin memeluk Dira sambil menahan sakit


Setelah Dira tenang Jasmin meletakan Dira di ke kamarnya dan duduk di samping Dira yang kini tengah meminum susu mata Jasmin melihat tanganya yang memerah dan sudah mulai melepuh namun Jasmin belum beranjak dari sana karena Dira belum tidur


Mulut Jasmin meniup niup pelan luka di tanganya karena rasa panas yang sudah mulai menjalar


Begitu Dira tidur Jasmin bergegas ke dapur dan membasuh lukanya dengan air dingin


" Sakit sekali " gumam Jasmin pelan kurang lebih 15 menit Jasmin membasuh luka di tangannya setelah dia merasa lebih baik Jasmin kembali ke kamar Dira dan memeriksa Dira..

__ADS_1


*****Bahagia adalah ketika kamu memiliki orang yang peduli, mencintai, dan mengerti dirimu lebih dari kamu mengerti diri sendiri***


__ADS_2