
Jasmin berdiri tanpa menatap anak anaknya dan ikut masuk ke dalam kamar menyusul suaminya yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam kamar
" Kak apa maksud semua ini ?" tanya Jessie pelan
" Apa ? memang kamu punya ide apa ? Jonathan bertanya balik
" Mereka marah kak " kata Jessie
" Benar kak, baru kali ini aku melihat ibu dan bapak semarah ini " kata Jaabier menundukan kepalanya menatap ke lantai
" Kalau kalian mau membawa ibu dan bapak silahkan saja , sudah baik kita mempunyai ide seperti ini kalau tidak apa kalian mau menjawab mereka bahwa kalian tidak mau jika mereka tinggal dengan kalian ? dengan seperti ini pasti ibu dan juga bapak akan memutuskan untuk tetap tinggal di sini " kata Hana
" Apa kita tidak terlalu kejam dengan mereka ?" tanya Jaabier
" Tentu saja tidak, mereka akan merubah keinginan mereka aku yakin " kata Jonathan
Begitu Jasmin masuk ke dalam kamar Jasmin melihat Jaafar duduk dengan pandangan kosong namun menyimpan kemarahan
" Afar ?" panggil Jasmin seraya duduk di samping Jaafar
" Hmm " Jaafar hanya berdehem
" Lalu bagaimana Afar ?" tanya Jasmin
Jaafar menatap kedua bola mata Jasmin
" Kenapa bertanya ? tentu saja aku tidak mau berpisah denganmu Jas " kata Jaafar tangan Jaafar meraih telapak tangan Jasmin dan menggenggamnya
Air mata Jasmin menetes dan di usap lembut oleh Jaafar
" Aku tidak mau berpisah denganmu Jas " kata Jaafar
" Bolehkah aku mengatakan pendapatku Afar ?" tanya Jasmin
melepaskan pelukanya dan menatap Jasmin
" Katakan " kata Jaafar
" Afar usia kita sudah sangat tua , turunkan egomu sedikit saja untuk kali ini " kata Jasmin dengan lembut
" Apa maksudmu Jas ? apa kamu setuju dengan anak anak ?" tanya Jaafar
__ADS_1
" Aku memang sangat kecewa Afar , tapi jika kita menolak keinginan anak anak apakah mereka tidak jauh lebih kecewa lagi ? bukankah mereka kebingungan untuk memutuskan kita harus tinggal dengan siapa karena mereka sama sama ingin merawat kita Afar ? pikirkan bagaimana kecewa hati anak anak kita ?" kata Jasmin
" Tapi Jas aku tidak ingin jauh terpisah denganmu " kata Jaafar
" Bagaimana kita bisa terpisah jika hati kita saling memiliki Afar ?"kata Jasmin mengusap lembut tangan Jaafar yang masih menggengam tangannya
" Baiklah jika itu keinginanmu " kata Jaafar dengan sangat berat hati
" Keluarlah dan temui anak anak " kata Jasmin
" Tidak untuk saat ini Jas " kata Jaafar
" Baiklah, aku akan berkemas pakaian kita karena besok pagi kita akan berangkat " kata Jasmin kemudian berdiri dan mulai mengemas pakaiannya dan juga Jaafar
Sedangkan Jaafar hanya duduk memandangi Jasmin yang sudah mulai sibuk
" Bagaimana mungkin aku bisa terpisah denganmu Jas ? bagaimana hari hariku selanjutnya tanpa kamu ada di dekatku ? apa ini adalah keputusan yang benar ?" Jaafar berperang dalam pikiranya sendiri
Sampai jam makan siang tiba Jaafar dan Jasmin tidak kunjung keluar dari kamar Jessie dan Hana sudah menyiapkan makanan untuk makan siang mereka
" Kak sudah waktunya makan siang " kata Jessie
" Iya aku tahu " kata Jonathan
" Daniel tolong panggil kakek dan nenek " perintah Jonathan
" Iya yah "kata Daniel kemudian berdiri menuju ke kamar kakek dan neneknya
tok tok tok
" Kek Nenek sudah waktunya makan siang " panggil Daniel
" Iya nak sebentar lagi kami keluar " kata Jasmin
" Baiklah " kata Daniel kemudian kembali menuju ke ruang makan
" Afar ingat jangan tunjukkan wajah sedih dan juga marah di depan anak anak " kata Jasmin
" Hmm " Jaafar hanya berdehem
" Afar "
__ADS_1
" Iya Jas aku tahu " kata Jaafar berjalan lebih dahulu dan diikuti oleh Jasmin
Begitu Jasmin dan Jaafar sampai semua anak anaknya berdiri
" Bapak ibu ? "Ujaar mereka hampir bersamaan namun dengan suara yang sangat kecil
Jasmin dan Jaafar sudah duduk berdampingan
" Maaf ya Hana Jessie ibu tidak membantu tadi "kata Jasmin dengan wajah tersenyum
" I iya bu tidak masalah " kata Jessie
Kemudian mereka mulai melahap makanan siang dengan tenang tidak seperti biasanya yang ramai Daniel dan Ara hanya diam saling pandang sambil makan karena mereka tidak tahu apa yang tengah terjadi
Begitu makan siang selesai Jaafar dan Jasmin bergegas kembali masuk ke dalam kamar tanpa mengatakan sepatah kata apapun
" Kak aku rasa ibu dan bapak tidak setuju dengan keputusan kita " kata Jessie
" Bukankah itu bagus , jadi kita tidak akan repot ?" kata Hana
" Tapi mereka sepertinya marah kak , kakak lihat wajah bapak meski bibirnya tersenyum tapi tidak di kedua bola mata bapak " terang Jessie
" Hmm kak Jessie benar aku sampai tidak berani menatap mata Bapak " kata Jaabier
" Sudahlah kalian lebih baik diam saja , bukankah itu tujuan kita agar mereka tidak tinggal bersama dengan kita jadi lebih baik diam dan jangan bicara mereka marah untuk saat ini tapi lama lama akan hilang " kata Jonathan sedangkan Nanda hanya diam tidak ingin banyak bicara karena merasa ini adalah keputusan yang benar dengan seperti ini maka mereka semua tidak akan repot merawat Jaafar dan Jasmin
Daniel hanya diam menatap ponselnya berpura pura tidak mendengar perkataan semua orang
" Jas apa kamu yakin ?" tanya Jaafar dengan lirih
" Aku yakin Afar , kenapa apa kamu tidak mau ? lagi pula kita sama sama tinggal dengan anak kita kan Afar aku yakin kita akan baik baik saja " kata Jasmin
" Entahlah aku merasa tidak siap jika harus berpisah denganmu " kata Jaafar kepalanya menunduk
" Afar , aku mohon ini demi kebahagian semua anak anak kita " kata Jasmin
" Lalu bagaimana dengan kebahagian kita Jas ? " tanya Jaafar
Jasmin tersenyum getir
" Kita sudah tua Afar, bahagia apa lagi yang kita harapkan melihat anak anak bahagia itu akan jauh lebih baik " kata Jasmin
__ADS_1
*** ******kebahagian terbatas****** ***