Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T=54


__ADS_3

Malam berlalu Jaafar bangun dari tidurnya begitu terdengar Hana yang tengah memasak Jaafar segera mandi setelah itu dia duduk di teras depan rumah Jonathan


Jaafar duduk di teras depan rumah sendirian Jika Jaafar bangun lebih dahulu dia akan membuat teh untuk dirinya namun karena Hana sudah ada di dapur Jaafar tidak membuat teh


Pernah saat Hana tengah menyiapkan sarapan Jaafar ke dapur untuk membuat teh namun sepertinya Hana merasa terganggu dengan adanya Jaafar


" Pak " Jonathan datang menghampiri Jaafar yang tengah duduk


Jaafar menoleh ke asal suara dan tersenyum


" Nak " kata Jaafar


" Sudah bangun dari tadi pak ?"tanya Jonathan sambil duduk


" Tidak nak Hana lebih dahulu bangun "Ujar Jaafar


Jonathan hanya mengangguk


" Nak apa kamu tidak merindukan ibumu ?"tanya Jaafar


" Kenapa bapak bertanya seperti itu ?" tanya Jonathan


" Bapak hanya bertanya saja nak, Sudah hampir 4 bulan bapak tidak bertemu dengan ibumu dan bapak sangat merindukanya" Ujar Jaafar


Jonathan menatap Jaafar


" Lalu pak apa bapak mau pulang ?"tanya Jonathan

__ADS_1


" Tidak nak, apa kamu ada waktu untuk kita bisa berkumpul bapak bukan hanya merindukan ibumu namun juga dengan adik adikmu "Kata Jaafar


Jonathan berdiri


" Lihat nanti saja pak" kata Jonathan lalu masuk ke dalam rumah


Jaafar hanya diam menatap punggung anaknya masuk ke dalam rumah tanpa dia sadari tangannya menyentuh dada


" Sakit sekali mendapat perlakuan seperti ini aku harap Jessie memperlakukan Jasmin dengan baik " kata Jaafar dalam hatinya


Jaafar menarik nafas panjang dan membuangnya dengan perlahan lalu bangun dari duduknya dan kakinya mulai melangkah keluar dari rumah


Seharusnya Jaafar melangkah masuk ke dalam karena sudah waktunya untuk sarapan namun Jaafar memilih keluar rumah


Jaafar berjalan kaki menuju ke taman dan menyantap bubur ayam di sana


Selesai sarapan Jaafar duduk seakan akan melihat anak anak kecil yang bermain di depannya namun nyatanya pandangan Jaafar hanya lurus dan kosong


" Jaafar ada apa denganmu ?" tanya Firman yang tiba tiba sudah ada di samping Jaafar


Jaafar tersenyum


" Firman sudah lama ?"tanya Jaafar balik


" Ada apa denganmu ?Apa ada masalah siapa tahu aku bisa membantumu "kata Firman


" Tidak tidak ada masalah apa apa terima kasih banyak kamu sudah banyak membantuku fir " kata Jaafar

__ADS_1


" Tumben sekali sudah ada di sini ini masih sangat pagi Jaafar " ujar Firman


" Akh iya aku sengaja karena ingin sarapan bubur yang ada di ujung sana "Kata Jaafar sambil menunjuk


Firman mengangguk


" Bagaimana pekerjaanmu ? tanya Firman


" Semua berjalan lancar ini berkatmu jika saja kamu tidak membantuku mungkin aku belum mendapat pekerjaan "Kata Jaafar


" Aku juga senang membantumu "Kata Firman


" Apa rencanamu siang ini ?" tanya Firman lagi


" Tidak ada , "kata Jaafar


" Kebetulan sekali aku membutuhkan bantuanmu "kata Firman


" Benarkah aku sangat senang jika bisa membantumu apa yang bisa aku bantu ?" Tanya Jaafar


" Nanti saja setelah ini kamu bisa ikut denganku aku akan tunjukan hal yang bisa kamu bantu "kata Firman


Jaafar mengangguk


" Tentu saja aku tidak keberatan tapi aku akan pulang dulu sebentar mengambil pakaian ganti setelah dari rumahmu aku bisa langsung ke perpustakaan "Kata Jaafar


Firman mengangguk

__ADS_1


"Hmm baiklah " Ujar Firman


***** Satu teman lebih berarti dari pada seribu teman yang tidak ada saat kita membutuhkan rangkulannya ****


__ADS_2