Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =40


__ADS_3

" Selamat pagi Firman " sapa Jaafar


" Halo selamat pagi Jaafar " kata Firman lalu Jaafar duduk disamping Firman


" Apa setiap pagi anda kesini ?" tanya Jaafar


" Iya saya akan kesini setiap pagi karena hanya di sini udara yang sangat baik tersedia, hanya di taman ini yang masih punya pepohonan yang teduh "kata Firman Jaafar mengangguk


" Lalu apa kegiatanmu saat ini ?" tanya Firman


" Tidak ada , karena itu saya merasa bosan rasanya ingin sekali kerja tapi dimana yang mau menerima orang tua sepertiku untuk bekerja" kata Jaafar sambil tertawa


" Nanti aku kan carikan sesiapa tahu ada pekerjaan yang bisa dilakukan orang tua seperti kita " kata Firman


Jaafar tersenyum mereka kembali berbincang sambil menikmati udara yang masih sejuk di taman tersebut


" Apa siang ini anda ada acara ?" tanya Firman


" Tidak ada, " jawab Jaafar


" Bagaimana kalau kita makan siang bersama " kata Firman antusias


" Apakah tidak akan merepotkan ?" tanya Jaafar


" Tidak sama sekali tidak, justru akan semakin menyenangkan jika ada teman makan " kata Firman


" Dimana anak anakmu Fir ?" tanya Jaafar


" Anakku satu satunya laki laki masih kuliah di luar negeri ,kini aku hanya tinggal sendirian setelah istriku meninggal "Ujar Firman


" Aku turut berduka atas kepergian istrimu " Kata Jaafar


Firman tersenyum


" Tidak apa aku sudah sangat ikhlas" Kata Firman


" Jadi kamu tinggal sendirian ? " tanya Jaafar


" Iya aku sendiri tapi tidak benar benar sendiri dirumahku ada 3 orang yang bekerja " Kata Firman Jaafar mengangguk


" Karena usiaku yang sudah seperti ini aku tidak lagi bisa mengurus perusahaan anakku itulah yang kini mengurus semuanya " Fiman bercerita tentang hidupnya


" Tunggu bukankah tadi Kamu bilang anakmu masih kuliah ?" tanya Jaafar


Firman tersenyum


" Iya memang benar , dia meninggalkan perusahaannya namun dia masih tetap mengawasi perusahaan ada orang kepercayaan disana bahkan karyawan di kantornya saja tidak tahu siapa CEO sebenarnya karena ya anakku tidak mau siapa saja tahu kalau dia adalah CEO dia masih ingin menggali ilmu setelah dia rasa cukup dia akan kembali ke tanah air dan akan benar benar menjalankan tugasnya " kata Firman


Jaafar tersenyum lebar


" Kamu sangat beruntung , ah aku juga punya seorang putri kini dia juga masih berkuliah di luar negri tapi sudah lama sekali aku tidak bisa menghubunginya " Jaafar tertunduk mengingat Jihan


Firman menepuk pelan punggung Jaafar

__ADS_1


" Yakinlah dia akan baik baik saja, percayalah " Ujar Firman Jaafar tersenyum dan mengangguk


" Matahari sudah semakin meninggi bagaimana kalau kamu kerumahku ?" Ajak Firman


" Baiklah mari " kata Jaafar


Firman beranjak dari bangku begitu juga dengan Jaafar ,Jaafar mengikuti langkah kaki Firman


Jaafar berfikir akan berjalan kaki sampai di rumah Firman namun ternyata langkah kaki Firman menuju ke tempat parkir Begitu Firman mendekat sopir keluar dan membuka pintu untuk Firman begitu Firman masuk sopir membuka pintu untuk Jaafar


Jaafar kini berada di dalam mobil Firman menuju ke rumah Firman 15 menit mobil kembali berhenti mereka sudah sampai di rumah Firman


Jarak rumah Firman dengan taman memang tidak jauh bahkan jika mereka berjalan kaki akan lebih cepat sampai


" Mari masuk " kata Firman Jaafar mengangguk dan mengikuti langkah kaki Firman menuju ke dalam rumah


Jaafar melihat rumah Firman


" Mewah dan sangat besar sekali " kata Jaafar


Firman tersenyum


" Semoga kamu nyaman disini " kata Firman Jaafar tersenyum dan mengangguk


mereka duduk di halaman belakang rumah Firman


" Akh apa kamu masih ingin bekerja ?" Tanya Firman


" Tentu saja apa ada pekerjaan di rumah ini ?" tanya Jaafar


" Tentu saja apapun " kata Jaafar


" Baiklah besok kamu sudah boleh bekerja, berangkat jam 3 dan akan pulang jam 9 malam bagaimana ?" tanya Firman


" tentu saja aku mau " Ujar Jaafar


" Besok aku akan mengantarmu ke perpustakaan, ada sesuatu juga yang harus aku kerjakan " kata Firman


" Baiklah terima kasih " kata Jaafar Firman mengangguk dan tersenyum


asisten rumah tangga Firman membawa minuman untuk Firman dan Jaafar


" Minumlah " kata Firman


" Terima kasih" kata Jaafar kemudian menyesap minumannya


" Jaafar sejak kapan kamu sendirian ?" tanya Firman


Jaafar meletakan gelasnya kembali ke meja


" Maksudnya bagaimana ?" tanya Jaafar


" Iya sejak kapan istrimu pergi ?" tanya Firman

__ADS_1


" Akh tidak tidak istriku masih hidup dan sehat " kata Jaafar


" Astaga maafkan aku " kata Firman


" Tidak tidak masalah " kata Jaafar


" Lalu dimana istrimu ?kenapa kamu sendirian ?" tanya Firman


Jaafar tersenyum


" Istriku bersama dengan anak perempuanku " kata Jaafar


" Kenapa ? " tanya Firman


" Ya anak anakku sama sama ingin merawat kami jadi mereka membawa salah satu dari kita untuk tinggal bersama dengan mereka , Nanti kami akan bertukar tempat jadi anak anak kami akan tetap merasakan kasih sayang dariku dan istriku " kata Jaafar


Firman menggeleng


" Aku tidak setuju dengan ini pasti sangat tidak nyaman harus berpisah ?" kata Firman


" Kamu benar sekali, bahkan setiap malam aku akan sulit tidur jika ingat dengan istriku" kata Jaafar


" Aku berharap kalian berdua akan kembali bersama sama "kata Firman Jaafar tersenyum


" Terima kasih " kata Jaafar


Jam makan siang tiba Jaafar menikmati makan siang bersama dengan Firman


kurang lebih 30 menit mereka selesai makan


" Terima kasih atas makan siangnya dan aku juga harus segera pulang takutnya cucuku akan khawatir mencariku " kata Jaafar


" Iya lain kali kita harus makan bersama lagi, aku akan minta sopir mengantarmu pulang " kata Firman


" Tidak tidak perlu aku akan pulang sendiri" kata Jaafar


" Sudahlah aku yang memintamu untuk datang kesini jadi jangan menolak permintaanku " kata Firman


" Baiklah terima kasih sekali lagi " kata Jaafar


" Sama sama " Ujar Firman


Firman mengantarkan Jaafar sampai masuk ke dalam mobil


Sopir Firman mengantarkan Jaafar sampai di depan rumah Nathan


begitu sampai Jaafar segera membuka pintu mobil sendiri karena merasa tidak enak jika sopir itu yang membukakannya


" Terima kasih " kata Jaafar


" Iya pak sama sama " kata sopir itu dengan Ramah


Begitu mobil tidak terlihat Jaafar bergegas

__ADS_1


" Pasti Daniel dan Arin sudah pulang " gumam Jaafar sambil berjalan menuju ke rumah


*****“Tidak ada seorang pun yang bisa kembali ke masa lalu dan memulai awal yang baru lagi. Tapi semua orang bisa memulai hari ini dan membuat akhir yang baru***


__ADS_2