Terbatas Takdir

Terbatas Takdir
Bab 1: Perdebatan


__ADS_3

"Apa dekorasi sudah siap? "


"Sudah tuan, kami tinggal mempercantik taman kerajaan."


"Baiklah. Perhatikan sudut-sudut taman. Jangan ada daun kering berserakan dan juga potong tanaman liar disekitar bunga mawar. Nyonya Batrice akan marah jika tahu kalian tidak merawatnya. "


"Baik tuan. Kami permisi dulu. "


Istana kerajaan sedang ramai dalam mempersiapkan pernikahan putri pertama raja yang bernama Iriana. Semua dayang dan ksatria sibuk sampai tidak ada waktu untuk bicara. Lampu yang berkilau ditemani warna emas di setiap dekorasi istana, makanan yang mewah, bunga-bunga mawar menghiasi taman semua hampir selesai. Namun persiapan yang hampir rampung tersebut tidak sejalan dengan hati Iriana. Ia tidak mencintai pria itu karena ia sudah menempatkan hatinya untuk orang lain. Dia adalah anak dari seorang duke istana bernama tuan Franklyn sekaligus cinta pertamanya. Karena alasan politik kerajaan pernikahan yang tidak diinginkan pun terjadi.


Lorong Istana


"Alpha, aku mohon dalam hidupku. Untuk kali ini saja tolong aku untuk tidak menikah dengan putra dari teman ayahku. "

__ADS_1


'Putri, bukan saya tidak ingin menolongmu tapi, pikirkan juga saya. Ayah saya bagian dari kerajaan ini dan bisa saja Yang Mulia Raja melampiaskan kemarahannya pada ayah jika tahu akan hubungan kita. "


"Sebatas itukah pertemanan kita walaupun kau tahu aku mencintaimu? "


"Maaf tuan putri. Ini kesekian kalinya kita membicarakan hal yang sama dan kita tahu ujungnya seperti apa. "


"Kau pengecut, Alpha. "


"Saya memang pengecut dan tidak pantas ada di samping tuan putri. Oleh karena itu... "


Bibir tipis dan aroma mawar tercium dari tubuhnya. Yang mereka rasakan saat itu hanya desahan napas dan air mata yang membasahi pipi Iriana. Usaha yang ia lakukan disertai dengan cinta keputusasaan. Tidak ada jalan lagi. Ia akhirnya memutuskan suatu hal yang bagi orang lain adalah sia-sia. Kematian adalah jalannya.


"Alpha, terima kasih banyak. Waktu dimana mungkin ini pertemuan terakhir kita.. "

__ADS_1


"Jangan begitu, tuan putri. Setelah tuan putri menikah nanti, tuan putri tetaplah sahabat saya, jadi biarkan saya menghibur anda untuk malam ini. Persoalan ciuman tadi janganlah dilakukan lagi. Anda hanya bisa melakukan itu untuk putra mahkota. "


Iriana tersenyum pahit memandang wajah Alpha. "Terima kasih, Alpha. Lebih baik aku pergi ke kamarku dibanding melihat wajahmu yang hanya membuat hatiku sakit. Permisi. "


Alpha melihat kepergian putri Iriana ditelan gelapnya lorong istana. Hanya ada sinar bulan purnama saat itu.


"Oh, Dewi. Tolonglah aku. Aku memiliki perasaan tidak enak terhadapnya. Setiap menatap matanya yang kulihat adalah kesedihan dan cinta yang dalam untukku. Walaupun aku adalah bagian dari dirimu, aku tidak punya kuasa atas takdir. Aku diutus olehmu untuk melihat manusia terlahir dan bereinkarnasi. Itulah tujuanku berada di sini. Tidak bisakah kau membiarkan diriku sedikit saja untuk mencintai perempuan itu, Dewi Bulan? "


Sinar bulan yang menyinari taman itu semakin lama semakin terang. Dibalik cahaya muncul sesosok wanita rupawan dengan mahkota dan tongkat bulan sabit. Mata biru, rambut emas panjang, gaun yang indah adalah pemilik dari wanita yang berada di hadapannya sekarang.


"Alpha, dari kau terlahir sampai dirimu yang sekarang kau tidak pernah berubah, ya. Kau memanggilku karena sifat empatimu yang tinggi itu? "


"Dewi, aku tahu ini sepele. Tapi bagiku tidak pernah ada satupun jawaban atas kegundahanku saat ini. Sepertinya bagi kalian ini persoalan yang tidak akan pernah untuk dimengerti. Karena kalian tidak pernah jatuh cinta. "

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2