
Alpha langsung lari ke kamarnya melepas pakaian yang melekat di tubuhnya. Ia melempar semua barang yang tertata di meja hingga berhamburan di meja. Eros yang duduk di sofa tamu langsung menuju kamar Alpha, takut akan terjadi hal yang tidak menyenangkan.
“Alpha tenanglah, HEY!!!”
Eros mengendalikan tubuhnya dari belakang dan membantingnya ke tempat tidur. “Kau gila? Tanganmu terluka bodoh. Terima takdir dan jangan pungkiri hal itu. Memangnya kau saja yang menderita akan hal ini? Aku pun sama.”
Alpha terkejut mendengar itu semua dari mulutnya. “Apa kau bilang?”
“Ya, aku sekarang bahkan mencintai seorang manusia bernama Joana.” Eros duduk di samping Alpha. “657 tahun yang lalu aku tertarik dengan seorang budak yang diperlakukan sangat kejam oleh tuannya. Walaupun dia seorang budak namun dia sangat pintar.....
... Karena itulah aku mengangkat dia menjadi pelayanku. Waktu demi waktu berjalan aku melatihnya beberapa jurus bela diri, etika, ilmu pengetahuan yang membuatnya menjadi wanita mandiri sekaligus cantik.”
Eros menepuk bahu Alpha. “Di saat itulah aku tidak sadar bahwa aku sudah jatuh cinta. Selain diriku yang tidak terlalu nyaman dengan kayangan aku sudah menemukan pasangan hidupku di bumi yaitu Joana. Aku sudah tahu resikonya. Perpisahan.”
“Ternyata kita senasib. Lalu Joana mau kau apakan?”tanya Alpha.
“Aku akan meninggalkannya perlahan. Aku tidak boleh bergantung dan mencari seorang Dewi yang pantas untukku. Jadi, kau jangan merasa menderita sendirian.” Eros menyentil dahi Alpha hingga ia berteriak kesakitan.
__ADS_1
“Dasar jahil.” Alpha mulai tertawa, melupakan hal yang baru saja ia lakukan. Eros tahu bagaimana menenangkan Alpha ketika marah. Itu karena ia yang membesarkannya padahal Eros bukan orangtuanya.
“Kau tahu kan apa yang akan kau lakukan besok?”
“Apa?” Alpha tidak mengerti maksud pertanyaannya.
“Hari ini bukanlah akhir dari masalahmu bahkan ini baru dimulai. Lihat saja besok apa yang akan terjadi di kampusmu.”
Eros meninggalkan Alpha yang kebingungan.
#Kampus
“Materi sudah dibagi per orang senior.”
“Bagus. Untuk semua jika kalian sudah berada di atas panggung jangan gugup. Santai saja karena mereka teman kalian. Oke?”
“Untuk kelompok dengan nomor urut 10 Ketua Tim, Dion dipersilahkan mempresentasikan hasil proyek.” Pembawa acara memanggil kelompok Ana untuk segera naik ke atas. Mereka semua sangat deg-degan yang padahal ini hanyalah tugas bagi mereka agar percaya diri dan bekerja sama.
__ADS_1
“Perkenalkan saya Dion dari kelompok 10 serta teman-teman saya.......”
Mereka sangat lancar mempresentasikan hasil kerja mereka dan diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah. Bahkan Alpha beserta senior juga guru yang hadir bangga pada Ana dan kawan-kawan.
“Kalian sangat hebat. Untuk merayakannya aku traktir makan siang semau kalian di kantin.” Ucap Alpha senang.
“Hore kita ditraktir senior Alpha. Ucap terima kasih untuk Senior.” perintah Dion.
“Terima kasih senior Alpha.”
“Lain kali kalian boleh panggil aku kak Al. Tidak perlu senior, itu terlalu formal. Ayo kita ke kantin.”
Semua pergi ke kantin dengan wajah gembira. Bagaimana tidak makan siang mereka ditraktir. Sedang asyik memesan makanan, Alpha didatangi oleh temannya yang bernama Fobis.
“Bro kau terlihat akrab ya dengan mereka? Oh aku hampir lupa ternyata di kelompokmu itu kurang satu anggota lagi tapi aku lupa namanya. Ini arsip mahasiswa baru.”
Alpha mengecek satu persatu mahasiswa yang seharusnya hadir dalam acara kampus. Memang ada satu anak yang masuk dalam kelompoknya. Nama itu tidak asing bahkan membuat Alpha membolak-balikan halaman kertas karena tidak percaya.
__ADS_1
Bagaimana kau bisa selalu ada dalam kisah hidupku, Ankou. Gumam Alpha.
BERSAMBUNG