
Dewi Bulan memeluk Dewa Api dari belakang. Ia mengecup bibir Dewa Api dengan sangat lembut.
“Kau tidak khawatir? Sampai kapan kau beretengkar dengan Alpha? Sebenarnya aku terus meminta tolong pada Dewa Eros untuk menjaga Alpha.”
“Apa?”
“Aku minta maaf karena tidak meminta izinmu terlebih dahulu. Aku menitipkan kalung pemberianmu padanya juga. Aku akan hubungi Dewa Eros jika kau ingin ke sana.”
Wajah Dewa Api terlihat gugup. Ini pertama kalinya ia akan bertemu Alpha sekian lama. “Baiklah aku akan ke sana. Terima kasih, Artemis.”
Mereka berciuman sebagai bentuk perpisahan.
**Rumah Eros
“Hei Evan...”
“Panggil Aku Eros. Itu nama asliku. Ayo, kita makan.”
“Makan? Aku tidak makan.”
“Apa aku salah selama ini jika hantu bisa makan makanan manusia jika diberi ritual dulu? Aku akan mencobanya padamu. Cukup dengan menghirup asap pada patung ritual kau sudah kenyang.”
Eros membakar dupa di depan patung yang di sekitarnya sudah diletakkan makanan. Alpha mencoba menghirup asap dupa. Ternyata benar ia merasakan apa arti dari kenyang.
__ADS_1
“Terima kasih atas makanannya.”
“Sama-sama.”
“Aku ingin bertanya padamu. Aku pernah membaca jika Dewa tinggal di kayangan, mengapa kau tidak. Apa Ankou juga pernah tinggal di sana?”
“Aku dan Ankou pernah tinggal di kayangan. Begitupun denganmu. Waktu kelahiranmu sama dengan Ankou. Wajar jika kalian sangat akrab dulunya. Aku memilih tinggal di bumi karena aku nyaman di sini.”
“Jika Ankou?”
“Dia pernah mengatakan padaku jika dia di bumi karena ada tugas khusus dari Dewa Kematian. Sepertinya masih ada kaitan denganmu. Ia ingin memisahkanmu dengan Ana agar tidak terulang lagi.”
“Masuk akal. Sampai berapa lama aku bersembunyi?”
Alpha kini memakai kalungnya. Tidak beberapa lama mereka merasakan energi yang sangat peka juga kuat.
“Dewa Api?” Eros terkejut dan langsung sujud ketika ia datang.
“Bangunlah, tidak perlu bersujud begitu. Panggil saja aku Hefa.”
Eros bangun dari sujudnya. Alpha yang tidak tahu apa-apa hanya bisa kebingungan.
“Seharusnya Tuan...”
__ADS_1
“Kau terlalu kaku. Sekarang pangkatku tidak terlalu tinggi. Panggil namaku saja.”
Hefa melihat Alpha kemudian melihat Eros.
“Apa kau sudah mengatakan semuanya?”
“Sudah dan itu butuh perjuangan. Hefa, kau tidak bisa memaksakan Alpha untuk tidak mencintainya.”
“Eros inikah pertolonganmu? Apa tidak masalah membiarkan Alpha mencintai seorang manusia. Alpha mempunyai sifat yang sangat keras kepala juga ambisius terutama tentang cinta.”
“Untuk kali ini aku bersumpah dia tidak seperti dulu lagi. Kau juga harus ada di sampingnya selama masa hukuman. Dia terlahir dari apimu, kau menganggapnya seperti putramu. Bimbing dia.”
Eros meninggalkan mereka berdua agar mereka bisa bicara lebih mendalam. Awalnya mereka sangat canggung. Hefa mengawali pembicaraan.
“Bagaimana rasanya memiliki wujud seperti itu?”
“Sangat menyiksa. Tidak bisa apa-apa, tidak punya apapun. Kerjaanku hanya pergi kesana-kemari.”
“Jika dengan hatimu?”
Alpha menjawab pertanyaan tersebut sangat lama. “Sepertinya kau lebih tahu. Aku ingin memberitahumu jika ingin berkunjung ke bumi redamlah energimu. Apa kau hanya bisa mengganti bajumu dengan pakaian manusia saja, tapi tidak dengan kekuatanmu? Itu berbahaya.”
Hefa tertegun dengan ucapan Alpha. Ini pertama kalinya Alpha lebih banyak berbicara setelah pertengkaran yang membuat hubungan mereka terpisah.
__ADS_1
BERSAMBUNG