Terbatas Takdir

Terbatas Takdir
Bab 2: Permintaan Alpha


__ADS_3

Mendengar perkataan Alpha seperti itu, Dewi Bulan dengan cepat ingin menyudahinya.


"Cukup, Alpha. Sekarang aku mengerti mengapa aku menjadi Dewa penjagamu. Walaupun kau adalah bayang-bayang dari Dewa Api, namun kau juga memiliki emosi tidak stabil seperti halnya bulan. "


"Itu tidak ada kaitannya dengan sifatku yang tidak stabil. "


"Alpha, tugasmu hanya memandu atas kelahiran mereka, bukan jatuh cinta. Tidak ada yang bisa kulakukan karena aku seorang Dewi bukan Tuhan. Jika aku melakukan di luar kehendakku, itu adalah izin darinya. Aku juga tidak punya kuasa, Alpha. Maafkan aku. "


Alpha menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia berjalan lunglai membelakangi sang Dewi. Keresahan, kekhawatiran, kesedihan, mengapa ia harus mengalaminya. Melihat yang seharusnya ia tidak lihat sangatlah menyiksa.


"Alpha, tanpa kau tahu aku juga bisa merasakan yang kau rasa. Aku akan berusaha semampuku tanpa kau tahu. "


Di singgana awan bagian timur ia bermaksud menemui Dewa Api, meminta pertolongannya.


“Dewa Api, aku ingin bicara padamu?”

__ADS_1


“Mengenai, Alpha? Aku sudah melihatnya dari sini.”


“Setelah melihat semuanya, apa tindakanmu?” Sang Dewi menantikan sebuah jawaban dengan tegang.


“Tanyakanlah pada Dewa Cinta, dan ini….”


Dewa Api memberikan sebuah kalung kepada Dewi Bulan. Ia menitipkan kalung itu agar Alpha bisa terhubung dengannya. Sejak peristiwa sebelumnya terjadi, Dewa Api dan Alpha tidak pernah lagi berkomunikasi.


“Berikanlah sendiri pada Alpha. Setidaknya kau ada niat baik.”


“Dia sudah memutus hubungan denganku.”


Dewa Api sedang berpikir keras. Ekspresinya tampak sama seperti Alpha yang gelisah. Bukan ekspresi saja yang sama namun wajah yang serupa karena Alpha bagian dari Dewa Api.


Lebih baik melawan 1000 musuh dibandingkan melawan diriku sendiri. Kapan hukumanku berakhir?

__ADS_1


Kamar yang gelap dan hanya ditemani sinar bulan Putri Iriana terbaring di kasurnya. Ia terbangun dan mengambil sebuah pisau di atas meja.


Haruskah malam ini kulakukan?


Setelah mengumpulkan keberanian ia hampir menghunuskan pisau ke pergelangan tangan kirinya walaupun hanya luka kecil saja, andai ia tidak mendengar suara Alpha memohon untuk membukakan pintu. Ketika putri Iriana membuka pintu ia melihat Alpha berlari dan kemudian memeluknya dengan sangat erat. Napasnya yang tersengah-sengah dengan peluh bercucuran, Alpha terus memeluknya tanpa mendengar pertanyaan sang putri. Setelah itu ia mengunci pintu kamar, Alpha melihat pergelangan tangan Iriana yang bersimbah darah. Buru-buru ia mencari perban untuk membalut luka sedangkan Iriana hanya melihatnya dengan senyum sinis.


“Ternyata kau masih perhatian padaku, ya?”


Mendengar ucapan yang seperti itu membuat Alpha sudah cukup tahu jika kalimat yang dikatakan menyindir dirinya. Tak tahan lagi ia mengatakan rahasia terbesarnya pada Iriana, namun sang putri tidak bergeming.


“Aku tidak bodoh, Alpha. Dari cara kau memperlakukanku dan tatapan hangatmu itu, siapa yang tidak tahu jika kau memang mencintaiku. Aku sudah salah mencintai seseorang yang bodoh dan lemah. Ya, kuakui darah pada pergelangan tanganku ini hasil percobaan bunuh diri. Tetapi karena sifat bodohmu itu yang membuatku jengkel, sekarang aku memutuskan untuk menikah dengan putra mahkota. Aku menghilangkan nyawaku sendiri karena kesedihanku untuk menikah tanpa dasar cinta, betapa bodohnya aku. Aku tidak ingin sepertimu. Ini peringatan dariku, jangan pernah kau ada dihadapanku selain kau memang ditugaskan untuk menghadapku. Ini perintah.”


“........Baik, saya pamit undur diri.”


Iriana sangat cepat menutup pintu kamarnya agar Alpha tidak melihat dirinya yang sudah mengeluarkan air mata. Sebenarnya ia tidak tega mengatakan hal yang menyakitkan, namun demi kebaikan mereka berdua ia memilih bersikap tidak peduli dibanding bunuh diri. Hari yang tidak diinginkan pun terjadi. Pernikahan yang seharusnya membahagiakan baginya tapi Iriana bingung dengan keputusannya. Apakah ini sudah tepat atau adakah jalan lain lagi baginya?

__ADS_1


Alpha yang sedari tadi duduk di kursi tamu depan, tampak dingin tanpa ekspresi. Merelakan kekasihnya menikah dengan orang lain memang menyedihkan tapi dibanding melihat kekasihnya bunuh diri karena tidak sanggup menahan kekecewaan, baginya ini jalan terbaik. Tidak apa ia mendapatkan hukuman asal kekasihnya tetap hidup.


BERSAMBUNG


__ADS_2