
“Ana!!
“Alpha...kemana saja. Mengapa saat aku bangun kamu tidak ada?”
“Hhmm..kamu tidak tidur?”
Ana menganggukan kepalanya. Pandangan Alpha kemudia teralihkan ketika melihat kalung Ruby yang dipegang oleh Ana.
Sepertinya akan sulit berpisah dengan anak ini, batin Alpha
“Kau mau apakan dengan kalung itu?”
“Jelas aku pakai tapi bukan sekarang. Kau tidak mau? Sebenarnya aku minta pada ayah karena aku meminta.”
“Kau saja yang pegang. Kalung itu lebih bagus di leher perempuan bukan laki-laki.”
“Itu cuma alasan kan? Dulu aku pernah melihat kau ingin memakainya. Kalung ini tidak bisa kau pakai karena tubuhmu yang tembus dengan benda.”
“Kau sudah mulai besar, ya? Ayo, tidur sana.”
“Tidak mau nanti kau pergi lagi dari hadapanku. Tetaplah di sini Alpha setidaknya sampai pagi.”
“Nanti kau tertidur di sekolah bagaimana.”
__ADS_1
Ana menarik tangan Alpha untuk duduk di sampingnya. “Tidak akan. Aku sudah tidur siang tadi. Sekarang kita lakukan untuk mengisi waktu dengan ini.” Ana memberikan Alpha sebuah buku cerita.
“Aku habis membeli buku cerita setelah pulang dari rumah tuan Robert. Yang menjual buku ini juga tampan dan masih muda. Jadi aku membelinya selain judul buku yang menarik.”
“Heh, umurmu masih 10 tahun. Matamu sudah kemana-mana. Belajar saja yang rajin.”
“Kau cemburu yah?”
“Aku? Cemburu? Dengan gadis kecil?”
“Bacakan ceritanya. Aku ingin dengar.” Anna sangat kesal dengan Alpha karena ia berharap Alpha akan cemburu yang ternyata kebalikanny, malah menghina.
“Suatu malam, ketika semua rakyat tertidur dengan mimpi indahnya, berbeda dengan ksatria muda dan kakak pelayan yang tengah sibuk akan perayaan pesta dan akan menjadi sejarah bagi kedua kerajaan pada waktu itu....”
“Mengapa berhenti?”
“Umurmu sudah 10 tahun. Seharusnya sudah bisa membaca sendiri.”
“Aku tidak mau membacanya sendiri. Harus Alpha yang bacakan ceritanya.”
“Ya, ya. Baik kita lanjutkan. Sampai dimana tadi? Oh ya...”
“Namun pernikahan itu tidak membuat putri Iriana bahagia karena ia tidak cinta dengan putra mahkota. Putri Iriana lebih memilih kekasihnya yaitu Alpha tetapi kekasihnya menyarankannya untuk menikahi putra mahkota. Alpha tidak pernah mengatakan jika dirinya adalah Dewa yang tidak diperbolehkan menikahi manusia. Pada saat pernikahan terjadi sesuatu yang mengenaskan menimpa sang putri. Kepalanya hancur dengan tiang yang mana menyangga tenda pesta. Putri pun meninggal di tempat. Kenapa ceritanya sangat miris?"
__ADS_1
“Apa ada lanjutan ceritanya?”
“Putri pun bereinkarnasi menjadi manusia biasa begitu juga dengan Alpha yang bereinkarnasi tanpa ingat akan masa lalunya dan wujud yang seperti hantu menembus dinding. Itulah hukuman bagi Alpha karena meminta sahabatnya agar tidak mencabut roh Iriana. Kisah cinta mereka pun tetap tidak bersatu di masa yang berbeda karena mereka tidak ditakdirkan bersama. Setelah kematian dan bereinkarnasi kembali setelah tak ditakdirkan mereka dipertemukan dengan kalung Ruby milik putri Iriana dan usaha Dewa Eros. Cinta tetap terjalin sampai mereka memiliki keturunan. Ceritanya sangat rumit, ya? Kenapa kau membeli buku tema seperti ini? Terlalu dewasa.”
“Kau sama dengan ayah.”
“Belilah sesuatu yang pantas untukmu. Kau boleh membaca buku ini ketika cukup usia.”
“Kau ini menyebalkan. Lebih baik aku tidur saja.”
Cuup~
Alpha mencium kening Ana. Karena kaget Ana membalikan badannya. Wajah mereka bertemu dengan sangat dekat. Tak disadari oleh mereka, pipi yang yang merah menjadi pertanda rasa malu.
“Kenapa tiba-tiba cium kening.”
“Setiap kau tertidur aku selalu mencium keningmu. Bukan sekali ini saja.” Kata Alpha.
Ya ampun malunya aku. Jadi setiap hari Alpha mencium keningku. Apa Alpha menyukai aku juga?
“A-aku akan pergi nanti pagi. Cepat tidur.”
Alpha menutup malu dan groginya dengan kedua telapak tangannya. Alpha semakin bingung mengapa ia menjadi deg-degan yang padahal ia sering lakukan.
__ADS_1
BERSAMBUNG