Terbatas Takdir

Terbatas Takdir
Bab 43: Untitled


__ADS_3

Selama pembelajaran di kelas Ana terus menatap jendela yang menawarkan keindahan alam. Ingin rasanya ia keluar kelas namun ini kuliah pertamanya. Ia mendengar dosen mengajar di depan sambil ia membaca skrip novel. Satu jam pembelajaran akhirnya Ana bisa bernafas lega. Sambil menggenggam amplop serta beberapa buku ia mencari tempat yang cukup tenang. Ia menemukannya yaitu taman belakang perpustakaan.


Banyak bunga warna-warni menghiasi sepanjang jalan setapak. Dibalik indahnya bunga dan kupu-kupu beterbangan ada seorang pria yang ia temui tadi pagi.


Ana tak dapat memungkiri bahwa pria tersebut telah menariknya lewat sebuah kharismatik. Pria itu sibuk mengetik tanpa memperdulikan gadis di sekeliling membicarakannya. Ana duduk di sampingnya dan pria itu tidak merasa terganggu yang ternyata sedang memakai earphone.


“Pantas saja ia tidak dengar.” ucap Ana.


Ia membaca sekali lagi skrip novel yang ia pegang. Namun matanya teralihkan karena tangan si pria yang tidak hentinya menyentuh keyboard dengan lincah. Penasaran Ana akhirnya melihat hasil ketikan di layar.


“Mengapa ceritanya sama seperti yang kubaca sekarang?” fokus melihat layar Ana tidak sadar jika badannya hampir dekat dengan si pria.


“Kau sejak kapan di sini?” Ankou, si pria di sampingnya.


“Ah..dari tadi aku penasaran dengan apa yang kau ketik. Maaf mengganggu tetapi apa aku boleh tanya, apakah kau seorang penulis? Sepertinya ceritamu sama dengan skrip novel ini.”


Ankou mengambil skrip novel dari tangan Ana. Ia tersenyum dan mengembalikannya. “Jelas sama karena itu skrip novelku.”


“Ini skrip novelmu? Aku tidak percaya jika nama samaranmu Arka. Mengapa tidak memakai nama asli? Oh ya kebetulan aku adalah penanggung jawabmu. Salam kenal.” Ana mengulurkan tangan untuk berjabat tangan namun dibalas dingin oleh Ankou.


“Kenapa harus kau yang menjadi penanggung jawabku. Tidak ada yang lain? Mana ya yang tadi marah-marah padaku?”

__ADS_1


Ana ingat kejadian dimana ia sudah memarahi Ankou dua kali. Padahal itu pertemuan pertama kali bagi mereka. Ana sedikit menyesal namun ia merasa tidak bersalah.


“Kau harus menerimanya jika ingin bekerjasama dengan kami. Menurutku, ceritamu sangatlah melankolis. Kau mendapat ide itu dari mana?”


“Dari temanku. Akhir-akhir ini aku bingung mau seperti apa akhir dari ceritanya. Akhirnya aku mendapatkan ide dari lagu yang sedang kuputar. Kau mau mendengarnya?”


Ankou memberi earphone sebelahnya ke telinga kanan Ana. Benar saja lagu yang didengarnya sangatlah sedih. Menceritakan seseorang yang menyesal telah memutuskan suatu hubungan dan ingin kembali namun ia tahu bahwa hubungan itu tidak akan pernah terjadi lagi. Judul lagu tersebut adalah Untitled, 2014 yang dinyanyikan oleh G-Dragon.


Semua makna lagu dari awal sampai akhir mengiris hati Ana. Yang paling menusuk hatinya di lirik,


ijeneun kkeuchiraneun majimagiraneun


neoye gue mameul nan mideul su eopseo


Cause you never know


naegen neo gateun neogen na gateun


geureon sarangeun du beon dashineun epseo


Nobody knows

__ADS_1


We always know


Terjemahan:


Sekarang sudah berakhir, ini terakhir kalinya


Aku tak bisa mempercayainya


Aku tak bisa melepaskannya


Karena kau tidak pernah tahu


Seseorang sepertimu untukku


Seseorang sepertiku untukmu


Tidak akan pernah ada cinta seperti itu lagi


Tidak ada yang tahu


Kita selalu tahu

__ADS_1


Tiba-tiba Ana mengeluarkan air mata ketika mendengarkan sebuah lagu yang mampu meruntuhkan hatinya. Lagu ini menggambarkan isi hati Ana. Ankou memberikan sapu tangannya sebagai tanda bersalah karena tidak seharusnya Ana mendengarkan lagu sedih untuk saat ini. Ia hanya mampu terdiam sampai gadis di sampingnya merasa tenang.


BERSAMBUNG


__ADS_2