
Alpha yang berjalan di tengah gelapnya lorong mendengar bunyi jam berdetik yang sangat keras dari arah kamar Iriana. Matanya terbelalak melihat sosok yang tidak seharusnya muncul di kehidupan manusia ketika belum waktunya. Pria berambut putih panjang dengan dua pengawalnya pertanda akan kematian seseorang akan tiba. Dia adalah Ankuo, raja kematian.
“Tunggu, kalian sedang apa disini?”
“Sedang apa? Kau itu aneh, aku sedang menjalankan tugas.” Kata Ankou.
Alpha berhati-hati bertanya padanya “Apa benar firasatku jika orang yang ada di dalam akan menerima kematiannya besok?”
Ankou mengerti perasaanya karena ia adalah sahabat sejak mereka dilahirkan, terlebih pesan kematian tersebut dikirimkan untuk kekasih Alpha. Tidak terhitung sudah berapa kali ia mendengar pertanyaan itu dari mulutnya “Apa benar firasatku jika orang itu akan menerima kematiannya besok?” Manusia tetaplah manusia yang seperti biasa hidup kemudian mati. Berbeda dengannya dan Alpha yang rohnya akan selalu hidup dan abadi.
“Tanpa bertanya sekalipun kau sudah tahu jawabannya. Aku adalah lambang dari pertanda kematian. Besok, lusa, seminggu, sebulan dan setahun lagi itu bukan urusanmu. Jangan menganggu pekerjaanku.”
__ADS_1
“Tapi benar kan jika kematiannya besok? Aku mohon bisakah kau melakukan ini. Mungkin diluar dari pekerjaanmu, tapi....”
“Cukup, pergilah dari sini atau pengawalku yang akan mengikatkan tubuhmu dengan rantai ini. Itu bisa membuatmu tidak bergerak dan bicara untuk sementara.”
“Ankou, aku tahu sebenarnya selain tugas ini kau bisa mengundur kematian seseorang bukan. Bisakah demi aku kau melakukannya? Ini terlalu beresiko tapi mengapa tidak dicoba?”
“Kau gila! Aku akan melakukannya jika ada izin darinya. Kau bukan tuhan. Walaupun aku sahabatmu tapi kau tidak bisa mencegahku. Lagipula ini demimu yang terlalu kasihan dengan manusia. Bahaya jika diteruskan kau mungkin bisa melakukan hal yang tidak boleh dilakukan oleh kalangan kita. Minggirlah.”
“Haih, ini kartu kematiannya. Dia mati karena percobaan bunuh diri. Karena kartunya ada padamu seharusnya kematian tidak menghampirinya.”
“Terima kasih banyak, kau.....”
__ADS_1
“Lebih baik kau khawatirkan kekasihmu yang ingin bunuh diri dan mati lebih cepat.”
“Apa! tapi kan seharusnya dia mati besok kenapa lebih cepat?”
“Entahlah ini juga pertama kalinya aku mengantarkan roh ke alamnya. Kau memegang kartu kematian otomatis kematiannya tidak akan terjadi.Cepat pergilah.”
Kejadian malam tadi sangatlah menegangkan. Untungnya ia memiliki sahabat yang bisa membantunya. Sedikit saja tidak bertindak nyawa Iriana akan diambil oleh raja kematian. Putra Mahkota sudah berdiri di altar menunggu pengantin wanita. Tidak lama Putri Iriana datang dengan memakai baju pengantin yang sangat elegan dan mewah. Semua tamu berdiri untuk menyambutnya, bergembira menunggu detik pernikahan itu akan terlaksana. Dibalik itu tiba-tiba Alpha mendengar tiupan kematian yang hanya bisa didengar olehnya. Ia bingung siapa yang akan mati di tengah pesta pernikahan. Mustahil jika Iriana yang akan mengalami karena ia sudah memegang kartu kematiannya dan ia meninggal karena bunuh diri. Sepertinya kematian yang akan terjadi lebih besar dan menakutkan.
Pesta yang diawali dengan kemeriahan berubah menjadi malapetaka. Angin bertiup kencang menumbangkan tiang-tiang yang berdiri kokoh untuk menopang atap tempat pesta. Semua tamu panik menyelamatkan diri tidak terkecuali kedua pengantin. Namun usaha itu gagal ketika sebuah tiang jatuh tepat ke arah Iriana sehingga kepalanya berdarah. Alpha menangis dalam diam melihat Dewa Kematian datang mengambil roh Iriana.
Seharusnya ini tidak terjadi.
__ADS_1
BERSAMBUNG