
#Rumah Joana
Eros duduk termenung. Di tengah lamunanannya, Joana menyajikan teh Camomile agar Eros kembali tenang.
“Ini tehnya diminum dulu.”
“Terima kasih.” Eros menyeduh perlahan teh yang panas.
“Eros, kapan pertemuan dua keluarga Dewa akan berkumpul untuk membahas perjodohan?”
“Mungkin secepatnya...”
Joana menyenderkan punggungnya ke belakang. Ia memikirkan betapa tidak menyenangkan menikah dengan orang yang tidak kita cintai.
“Apa hubungan kita akan berakhir seperti kisah Ana dan Alpha? Kau tahu kan jika aku manusia?”
“Ya aku tahu. Karena itu aku ingin menghabiskan waktu yang tersisa bersamamu sebelum berakhir dengan perjodohan, sama seperti Alpha. Aku tidak ingin mengakhiri dengan sesuatu yang sedih. Alpha melakukannya sama seperti yang kulakukan sekarang.”
Joana membuang nafas dengan sangat berat. Dipikirannya mengapa Tuhan terlihat egois.
#Penginapan
“Alpha, aku belum mengatakan pada orang tuaku bahwa kita akan menginap. Bagaimana ini?” ucap Ana gelisah.
__ADS_1
“Tidak masalah. Aku sudah mengaturnya dengan membuat semua orang yang mengenalmu akan lupa ingatan sementara. Mereka tidak pernah tahu kehadiranmu dalam hidup mereka.”
“Hanya sementara, kan?”
“Ya sementara. Sehabis makan kita lebih enak melakukan apa, ya? Kalau langsung tidur tidak seru.”
“Ehhmm...jika nonton film? Aku ada membeli beberapa DVD baru, mau horor atau romantis komedi?” Ana menawarkan beberapa pada Alpha.
“Aku pilih romantis komedi kalau horor yang ada kau malah takut.”
“Bilang saja kau penakut. Tidak usah menghina.”
Di awal cerita Alpha tidak terlalu tertarik karena menurutnya film dengan genre romantis komedi terkadang mudah ditebak namun pemikirannya salah. Semakin di pertengahan cerita membuatnya sangat antusias. Jam menunjukkan pukul 12 malam, tidak terasa menonton sampai perut menjadi kram karena terlalu banyak tertawa.
“Sudah kukatakan, kau tidak akan menyesal. Kau mau meminjam beberapa DVD-ku?”
“Boleh, hooammm...aku mulai mengantuk. Ayo, kita tidur. Kau di ranjang sedangkan aku di sofa.”
“Tidak masalah?” tanya Ana.
Alpha menggoda Ana. “Jadi kau mau tidur satu ranjang denganku?”
“Tidak!!!” Ana langsung cepat melangkah mundur dan tidur di ranjangnya. Alpha tertawa akibat ulahnya menjahili Ana. Baru 15 menit dari mereka menonton film, ruangan menjadi lebih sunyi. Ana mencoba untuk tidur namun tidak bisa. Akhirnya ia membangunkan Alpha.
__ADS_1
“Hei, apa kau sudah tidur.”
“Aku sudah mulai terlelap tapi kau malah memanggilku. Aku jadi terganggu. Mengapa?”
“Kau itu Dewa setengah romantis setengah tidak ya ternyata? Saat sore hari kau menatapku dengan penuh cinta sekarang kau malah....” nada kesal.
“Untuk urusan tidur tidak ada hubungan romantis apa tidak. Jika mengantuk solusinya hanya tidur.”
“Kau enak. Aku tidak bisa.”
“Baiklah aku akan menemanimu sampai kau tertidur.”
“Terima kasih.” Ana senang walaupun sebenarnya ia tahu Alpha sangat mengantuk. Demi dirinya ia mengalahkan rasa itu. Tentu saja belum sampai Ana tertidur Alpha sudah terbawa mimpi. Ana memandang kekasihnya itu lebih dalam.
Terima kasih engkau sudah memberikan kesempatan padaku untuk bisa bertemu dengannya lagi di kehidupan yang sekarang. Aku sudah ikhlas bahwa dia bukanlah jodohku. Jadi sebelum memisahkan kami, aku mohon berikan aku kenangan terindah ketika bersamanya. Aku tidak menyesal atas takdirku.
Ana menangis tenggelam dalam selimutnya. Ia menahan suara isak tangis agar Alpha tidak terbangun. Namun itu semua terlambat karena ia sadar akan kesedihannya. Ia juga ikut meneteskan air mata.
Maaf, hanya ini yang bisa kuberikan di kehidupan saat ini. Aku mencintaimu.
BERSAMBUNG
__ADS_1