
“Indigo? Aku pernah mendengarnya di televisi tentang kalian. Bisakah kau meilhat masa depan atau masa laluku?”
“Aku saja menanyakan asalmu dari mana? Orang indigo memang bisa melihat asal dan masa lalu seseorang. Tetapi, kau berbeda. Di tubuhmu itu penuh dengan sihir. Itulah yang menghalangiku untuk melihat masa lalumu.”
“Apa sangatlah sulit?”
“Sihir itu bukan manusia yang membuat. Sihirnya terlalu kuat. Aku berusaha dari tadi untuk membukanya lewat mantraku. Tapi tetap saja tidak bisa.”
Robert mencoba mencari cara akan permasalahan ini. Ia menyuruh Alpha untuk sementara tinggal di rumahnya. Agar Ana tidak khawatir, ia juga menyuruhnya untuk pamit pergi sementara waktu. Ana yang terus bolak balik di kamarnya akhirnya senang akan kedatangan Alpha.
“Alpha, bagaimana? Apa tuan Robert membantumu tadi?”
“Ia dia membantuku. Oleh karena itu untuk sementara aku tinggal bersamanya.”
__ADS_1
“Apa? Kenapa? Aku tidak mau ditinggal Alpha.”
“Tapi ini demi kebaikan kita berdua. Jika urusanku sudah selesai pasti aku akan kembali dan kita bisa bermain bersama lagi.”
Ana dengan berat hati mengiyakan kepergian temannya itu. “Haih, sendiri lagi. Cepatlah kembali ya. Terus tuan Robert mengatakan apalagi sampai kau harus meninggalkan aku?”
“Tuan Robert sekarang tidak tahu aku ini apa dan darimana asalku. Dia mengatakan akan membantuku sehingga aku harus tinggal di rumahnya. Di tubuhku terdapat sihir yang tidak bisa ia patahkan. Ia ingin mempelajarinya lagi. Anna jangan sembarangan bicara dengan mereka jika aku tidak ada, ya. Usir mereka jika tidak ingin pergi darimu. Kau sebisa mungkin seperti itu jika tidak ada aku. Mengerti.”
“Iya dan cepat kembali. Aku kesepian. Oh ya, kita buat kesepakatan bagaimana? Berjanjilah kau akan kembali setiap aku ingin tidur malam. Aku tidak terbiasa sendirian tanpamu Alpha.”
Kesenangannya berubah menjadi kesedihan. Alpha yang terbiasa membangunkan saat pagi sebelum mandi sekarang tidak ada lagi. Ia berdoa semoga Alpha bisa dicepatkan urusannya sehingga ia bisa bersama Alpha. Ia tidak terbiasa bergaul dengan anak seusianya.
Menuju rumah tuan Robert Alpha merasakan aura pekat yang sama dengan dirinya. Tidak jauh dari tempatnya berdiri ia melihat seorang pemuda berjalan ke arahnya. Sekilas jika diperhatikan dia terlihat seperti manusia namun Alpha mengerti jika dia bukan manusia.
__ADS_1
“Siapa kau?” tanya Alpha.
“Bukan siapa-siapa. Aku ke sini untuk melihat teman lama. Oh ya kau mau ke mana?”
“Jangan ikuti aku orang asing.”
“Ayolah, aku ke sini mencari temanku tapi tidak tahu entah kemana. Dia suka sekali pergi berkeliaran. Aku ikut kau ya. Ku mohon...”
“Terserah, percuma juga kalau aku mengusir. Kau pasti tahu ke arah mana aku pergi. Kelihatannya juga kau lebih kuat dibanding aku.” Alpha meninggalkannya karena merasa waktunya terbuang untuk melayani orang asing.
Kau hanya lupa jika kau sebenarnya lebih kuat dibanding diriku. Begitu pula dengan ambisimu.
Tadi Alpha pergi tanpa mengindahkan orang asing itu mengikutinya atau tidak. Ternyata apa yang dikatakan pria tadi tidak sesuai ucapan. Pria itu tidak mengikutinya. Terlihat dari aura yang perlahan lenyap, tidak seperti yang ia rasakan 5 menit lalu. Dalam batinnya siapa pria sok kenal itu. Ia harus menanyakan ini pada tuan Robert sesampainya di sana.
__ADS_1
BERSAMBUNG