Terbatas Takdir

Terbatas Takdir
Bab 25: Tugas Awal Copy Editor


__ADS_3

“Apa kubilang, kau ini ahli menjadi salesman. Coba jika aku suruh yang lain pasti tidak ada yang ingin ikut. Silahkan masuk akan aku perkenalkan kalian dengan senior yang lain. Aku adalah Fobis, wakil ketua klub.”


Alpha menyela. “Seharusnya itu tugasku, kan? Aku ketua klub ini dan seharusnya kau tidak punya wewenang menyuruhku.”


“Hahaha, maaf Alpha. Baik-baik silahkan ketua.”


“Hei mau kemana? Aku sudah lelah merekrut anggota sekarang giliranmu memperkenalkan mereka pada yang lain.”


“Kalian bertiga ikutlah denganku.” Fobis mendengus kesal pada Alpha. Tapi Alpha memang benar dan itu membuatnya tambah kesal.


“Semuanya kita kedatangan tiga anggota baru. Wanita rambut pirang ini bernama Helene, si pria kacamata, Ken dan gadis diikat satu itu namanya Ana.”


“Selamat datang di klub pena.” para anggota senior menyambut mereka.


“Jika kalian kesulitan tanyalah pada senior. Untuk sementara kalian dibimbing oleh Selena. Dia adalah senior editor. Selena sangat ahli sampai ia punya jabatan itu.”


“Saya tidak sangka senior Selena sampai menjadi senior editor. Saya pikir ini hanya klub biasa.” puji Helene.


“Awalnya ini adalah klub biasa, namun karena ingin terjun langsung seperti apa dunia penerbitan akhirnya kami mendirikannya. Sehingga jika kalian keluar dari klub ini, setidaknya punya pengalaman. Kalian tidak usah sungkan, bicara informal pada kami itu tidak masalah.” Selena menjelaskan.

__ADS_1


Fobis memegang pundak Selena. “Aku titip mereka.” Senior itu meninggalkan ketiga juniornya.


“Apa kalian sudah punya pengalaman sebelumnya di penerbitan?” tanya Selena.


“Aku pernah menjadi penulis sekaligus menerbitkannya.” jawab Ken.


“Kalau aku pernah di bidang editing.” Helene menjawab.


“Jika Ana?”


“A-aku tidak punya pengalaman apapun. Aku hanya banyak membaca jenis novel jadi aku ingin sekali menjadi penulis.”


Selena termenung untuk penempatan tugas. Akhirnya ia putuskan Ken menjadi penulis kontrak , Helene menjadi auditor akuisisi dan Ana menjadi copy editor.


“Oh ada senior.”


“Bawa besok dan berikan itu pada Helene. Aku akan mengajarinya dan untuk Ana, aku ada naskah yang layak untuk diterbitkan. Coba kau lihat untuk pemakaian tanda baca. Kau bisa mengerjakannya di rumah. Setelah selesai kau bisa temui aku. Tentu jika tidak sibuk.”


Ana mengambil lembaran naskah dari Selena. Ia sangat senang namun di sisi lain pasti akan sibuk karena bertepatan dengan tugas tema sosial.

__ADS_1


“Baru hari pertama sudah membagikan tugas?” Alpha datang menemui Selena.


“Kita kekurangan anggota sedangkan banyak penulis di luar sana yang tertarik dengan kita. Banyak naskah yang harus diperiksa.” Selena mengeluh. Alpha yang melihat Ana membawa banyak lembaran naskah merasa kasihan.


“Selena ada lagi yang ingin kau katakan?”


“Tidak ada.”


“Kalian boleh pulang. Karena kalian masih terhitung junior jangan menganggap ini adalah beban, santai saja. Sebenarnya itu adalah tugas kami.”


Alpha beserta ketiga juniornya keluar dari ruangan. Hari pertama berada di klub terasa sangat berat. Ternyata di balik luasnya ruangan banyak pekerjaan yang menanti.


“Ana taruh naskah di tasmu. Takut jika kertas itu rusak.” sesuai perintah Ana menaruh lembaran tersebut di dalam tasnya.


“Aku akan membantumu. Apa bisa aku ke rumahmu mengerjakan editan naskah bersama? Sekaligus untuk mengajarimu. Apa kau merasa lelah?”


“Tidak justru aku merasa senang. Masalah pengerjakan proyek kecil bisa terbagi karena sistem kelompok. Aku akan berusaha untuk fokus akan keduanya.”


Alpha tersenyum. “Ayo kita pulang.”

__ADS_1


Pemandangan yang sekilas terlihat romantis antara senior dan junior tak luput dari pandangan Helene. Matanya terus mengikuti sampai pemandangan itu lenyap.


BERSAMBUNG


__ADS_2