Terbatas Takdir

Terbatas Takdir
Bab 33: Sedih


__ADS_3

Di malam hari Helene berdiri di teras menikmati angin malam yang bisa mendinginkan hatinya sementara. Ia terus memikirkan Alpha dan Alpha. Helene sudah bertanya pada Ana namun ia mengatakan tidak ada hubungan apa-apa. Tapi mengapa jika seperti ada sesuatu diantara mereka.


“Aku mulai jatuh cinta.”


#Kamar Alpha


Tok..tok..tok


“Masuk tidak dikunci.”


Eros masuk dan duduk di samping Alpha. “Aku berunding dengan Ayahmu. Kebetulan dia ke sini membicarakan tentang perjodohanmu.”


“Aku sudah dengar dari Selena tadi pagi. Aku setuju saja jika itu terjadi.”


“Tidak apa?” tanya Eros berhati-hati.


“Ya tapi biarkan aku menghabiskan waktu dengan Ana. Aku berniat menceritakan padanya juga melepas sihirku agar orang mengenalku, ingat denganku dan siapa aku.”


Eros semakin tidak tega. Mungkin hanya belasan tahun yang tidak sebanding umur Dewa yang ratusan tahun tapi selama ini Eros yang selalu di sampingnya. Membuat Alpha tetap tegar.


“Tenangkan dirimu, aku keluar.” Eros menutup pintu kamar.

__ADS_1


Alpha membaringkan tubuhnya, mencoba memutar ulang kehidupannya. Rasa sakit di kepalanya kambuh lagi setiap ia tertekan. Ia mempertanyakan apa tindakannya sudah benar.


Ya yang kulakukan demi Ana. Aku harus mencari pendamping yang pas untuknya.


#Kamar Ana


Ana mengingat kejadian di ruang klub juga cafe. Dua orang itu, Helene dan Alpha sedang bermain di otaknya. Helene yang suka dengan Alpha namun ia sendiri akan dijodohkan dengan perempuan lain.


“Apa aku harus mengatakan ini ya pada Helene? Aahh~ pusing apalagi Alpha yang membuatku mati penasaran. Dia juga mengatakannya setengah-setengah. Perempuan seperti apa ya, yang akan dijodohkan dengan dia? Pastinya sangat cantik. Hufft.”


Ana mengakui setiap dia berkaca ia menganggap dirinya biasa saja. Dibandingkan dengan perempuan yang akan dijodohkan pasti kalah jauh, dengan Helene pun sudah kalah telak.


“Apa aku harus mengubah penampilan agar ia melihatku?”


“Aku harus dandan seperti ini, menunjukkan siapa diriku. Sebelum dia menikah aku akan mengutarakan perasaanku. Semangat Ana.”


Ia berputar-putar seperti putri istana. Menikmati wajah yang ia make up. Setelah puas akhirnya ia menghapus hasil make up sebelum tidur.


#Kamar Eros


Eros melihat kesedihan dan harapan mereka dibalik kekuatannya. Ia hanya seorang Dewa yang hanya bisa menjalankan tugas yang sudah diperintahkan. Walaupun ia tahu hasil akhir dari cerita cinta yang berawal menyakitkan namun berakhir bahagia. Ini baru permulaan.

__ADS_1


Ttuut...Ttuut...


“Ya halo...”


“Joana, aku ingin menciummu.”


“Kau meneleponku untuk hal yang tidak bermoral? Dasar mesum.”


Joana tertegun sebentar, ia tahu jika Eros sedang tidak baik pasti ia mengucapkan kata-kata seksual untuk menghangatkan hatinya. Kebiasaan yang cukup aneh.


“Aku benar-benar ingin menciummu dan sekarang aku di belakangmu.”


Joana memutar badan dan ekspresinya benar-benar kaget. Eros benar-benar ada di belakangnya. Tentunya dengan kekuatan teleportasi.


“Bagaimana bisa kau.....hmmm”


Gerakan sangat cepat yang tak terelakkan oleh Eros. Joana berusaha mendorong tubuh pria dihadapannya namun sia-sia. Eros sangat kuat, bibirnya sangat liar menghisap bibir Joana cukup dalam. Tidak terasa air mata mengalir membasahi pipinya.


“Kau menangis? Aku sungguh minta maaf....”


“Kita punya banyak waktu. Setelah ini ceritakan padaku semuanya.”

__ADS_1


Joana mengalungkan kedua tangannya ke leher Eros, menutup matanya perlahan dan mengecup bibirnya lebih lembut. Mereka menikmati suasana hangat membakar jiwa dengan manis.


__ADS_2