
Ankou melamun seorang diri di teras depan. Ia bingung mengapa pria yang tadi malam tahu dirinya. Mulai saat ini ia harus berhati-hati.
“Kau tidak pergi kerja?”
“Aku off.” jawabnya singkat.
“Kau mengapa?"
“Aku bingung dengan orang itu. Aku merasa tidak pernah bertemu tapi dia tahu aku.”
Robert coba menebak kejadian tadi malam lewat kemampuan indigonya. Ia tidak tahu siapa yang bicara dengan Ankou namun, ia bisa merasakan jika kekuatannya lebih di atas Ankou.
“Kau harus waspada dengan orang itu karena aku takut jika kau membuatnya marah, kau akan dihabisinya.”
“Menghabisi murid Dewa Kematian? Itu lucu.”
“Kau ini kan sama dengan yang lain, manusia. Kau memang terbiasa mencabut nyawa seseorang tapi kau bukan dewa.”
Ankou bertanya karena penasaran. “Memang dia makhluk apa? Dewa? Tidak mungkin, aku tidak merasakan hawa itu.”
“Aku tidak tahu dia makhluk apa tapi ia jauh lebih kuat darimu. Sudahlah lupakan Alpha. Jangan mengambil banyak resiko.”
Ankou tidak menghiraukan Robert. Karena baginya Alpha adalah sahabat yang baik, karena itu Ankou tidak bisa melupakan begitu saja. Ia juga berusaha mencari keberadaan Dewa Eros. Ankou berencana untuk kembali ke kayangan setelah sekian lama tidak pernah ke sana.
__ADS_1
“Aku akan menemui Dewa kematian bermaksud meminta tolong agar aku tahu keberadaan Dewa Eros. Aku ingin ijin kerja untuk 2 hari.”
“Terserah tapi jika kau bermasalah dengan orang itu lagi aku angkat tangan.”
“Hey, kenapa kau jadi penakut sekarang? Kau terus menasehatiku agar waspada.” tanya Ankou.
“Kau akan tahu jika kau buat masalah dengannya nanti.” Robert pergi meninggalkan Ankou yang kebingungan. Ini seperti de javu, sama-sama ia ditinggalkan.
#Rumah Eros
“Sepertinya akan ada tamu tak diundang.”
“Siapa tamu yang kau maksud?”
Tadi dia mengelak pertanyaanku? Daripada dipikirkan aku segera ke kampus.
Terdengar sekali motor Alpha berbunyi dan perlahan lenyap, menandakan bahwa Alpha sudah pergi. Eros yang melihat dari balik jendela langsung menelpon Joana.
“Joana, aku ingin tanya apa Ankou akan ijin mengajar?”
“Dia belum ada membicarakan itu. Mengapa?”
“Jika dia ijin tidak bekerja beberapa hari langsung kau telpon aku, ya. Awasi dia terus.”
__ADS_1
“Baiklah Eros.”
Eros menutup ponselnya. Dia tidak akan membiarkan suatu hal yang menyakiti Alpha terjadi. Menurutnya semua itu sudah dialami Alpha dan cukup membuatnya frustasi. Walaupun dia bukan tuhan setidaknya ia tetap berusaha.
Biarkanlah Ana menjadi miliknya, Alpha.
#Kampus
“Hai, kita bertemu lagi.” Alpha menyapa Ana.
“Iya senior.”
“Ini kan bukan hari anak baru untuk turun ke kampus. Apa aku salah?”
“Tidak tapi aku ingin menyerahkan naskah sekaligus ingin mengisi waktu luang.”
Alpha jalan berdampingan dengan Ana. Saat mereka sampai, kampus masih sepi karena mereka turun sangat pagi. Mereka seperti sengaja agar ada waktu untuk berdua.
“Ngomong-ngomong kau ada lihat grup chat. Aku hanya lihat sekilas karena lelah, akhirnya aku langsung tertidur.”
“Semua membicarakan masalah tugas projek. Menurutku mereka hanya mengiyakan dan tugas itu hanya dikerjakan oleh Helene.” Ana berpendapat.
Alpha mengambil ponsel dan melihat isi chat grup. Memang benar pendapat Ana, tapi ia cenderung berpikir bahwa Helene tidak mau bekerjasama dengan yang lain. Ia seperti ingin diakui, menonjol dibanding temannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG