Terbatas Takdir

Terbatas Takdir
Bab 19: Pertolongan Dewa Eros


__ADS_3

“Aku dimana?”


“Di rumahku.”


Alpha menyenderkan tubuhnya di dinding kasur. “Mengapa aku bisa di sini? Ini ketiga kalinya aku pindah dari rumah lama. Sebenarnya kalian mau apa dariku? Dari awal pasti kau juga ada kaitannnya dengan Ankou dan Tuan Robert.”


“Tuan Robert? Aku tidak kenal dia. Jika Ankou aku sudah lama kenal.”


Alpha memegang kepalanya yang sakit.


“Ternyata hantu bisa juga merasakan sakit, ya? Aku baru tahu. Setelah aku menceritakan semuanya pasti kau akan berterima kasih padaku. Istirahatlah sejenak, aliran cakramu tidak normal karena menerima energiku.”


“Kau itu siapa? Kau...bukan manusia, ya?” Alpha bertanya dengan suara yang parau.


“Aku seorang Dewa yang bertanggung jawab akan cinta manusia. Aku menolongmu lebih tepatnya dari Ankou. Aku sudah tahu seperti apa hidupmu dari terciptanya dirimu sampai kau akan bereinkarnasi terus-menerus.”


“Bisa kau ceritakan?”

__ADS_1


“Apa tidak masalah dengan tubuhmu? Istirahat yang kau perlukan saat ini, nanti saja kita bicarakan.”


Langkahnya terhenti ketika Alpha memegang tangannya. “Ceritakan saja, aku akan menyimak.”


“Kau kan sudah membaca buku cerita hasil karyaku. Itu adalah kisahmu dengan Ana. Kau merasa kehilangan, sakit dan kesepian karena hidupmu dengan Ana saling berkaitan di masa lalu. Dulu dia adalah kekasihmu...


... Namun karena kau seorang Dewa dan dia manusia akhirnya kau dihukum. Selain itu kau mengubah takdir kematiannya lewat Ankou dan dia adalah sahabat karibmu. Dia adalah salah satu murid Dewa Kematian yang juga satu-satunya murid dari ras manusia.”


“Jika dia sahabatku mengapa kau memisahkan kami?” tanya Alpha.


“Benarkah begitu? Lalu dari ceritamu berarti aku akan bisa bersatu kembali dengan Ana?”


Sayangnya pertanyaan itu tidak diiyakan oleh Dewa Eros. “Kau boleh mencintainya namun jika bersatu itu tidak bisa. Takdirmu sudah seperti itu. Jangan merubahnya jika kau tidak mau dihukum lagi. Oh ya....”


Dewa Eros mengambil sebuah kalung dari balik jasnya. Kemudian ia memberikan pada Alpha. “Ini adalah titipan dari Dewi Bulan. Ia mengatakan jika kalung itu pemberian dari Dewa Api.”


“Siapa Dewa Api dan Dewi Bulan?”

__ADS_1


“Kau terlahir dari kekuatan Dewa Api sebagai hukuman baginya. Kisahnya dengan kisahmu sangatlah sama. Ia pernah melakukan kesalahan karena mencintai seorang manusia. Dewa Api tidak ingin kau juga mengalaminya. Namun, kau membangkang yang pada akhirnya kau bertengkar dengan Dewa Api dan memilih meninggalkan kayangan.”


“Ternyata aku banyak menyusahkan orang banyak, ya?”


“Perbaiki semuanya walaupun berujung sakit hati. Ingat jangan pernah kau punya pikiran lagi untuk bersatu selain mencintai. Dia akan menikah dengan orang lain pada akhirnya.”


Alpha menidurkan tubuhnya sambil mencerna perbincangannya tadi. Sungguh ironi memang. Memikirkan apa hidup semua makhluk di dunia juga seperti itu. Atau hanya dirinya?


“Apa yang harus kulakukan?” Ia menatap langit-langit atap. Alpha juga diberitahu untuk sementara tidak diperbolehkan keluar rumah yang dikhawatirkan Ankou akan menemukannya.


“Mengapa dadaku sakit sekali? Bagaimana agar rasa sakit ini sembuh?” Alpha terus memegang dadanya. Di tempat yang berbeda Dewa Api juga merasakannya. Tiba-tiba saja dadanya sakit.


“Kau kenapa?” tanya Dewi Bulan.


“Alpha pasti sedang sedih sekarang.”


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2