
“Tuan Robert, tuan Robert...aku kembali.”
“Ya, cukup sekali kau memanggil aku sudah dengar. Ternyata kau makhluk yang tahu sopan santun ya.”
“Ada yang ingin aku tanyakan kepada tuan. Aku baru saja bertemu dengan sosok yang sama sepertiku. Aku hanya menduga dari auranya saja.”
“Lalu kemana dia sekarang. Aku hanya merasakan kehadiranmu saja di sini.”
“Tadi ia bermaksud mengikuti tapi entah apa yang membuat mengurungkan niat.”
Tuan Robert mengambil sejenis kuali yang di dalamnya terdapat air yang Alpha sendiri tidak tahu itu air apa.
“Coba kau hadapkan wajahmu ke air itu agar aku tahu siapa yang kau temui tadi.”
Alpha tanpa berpikir panjang melakukan apa yang diperintahkan. Tidak lama muncul sosok pemuda yang Alpha temui saat akan menuju rumah tuan. Robert sangat terkejut karena sosok itu tidaklah asing baginya. Ia pernah bertemu sekitar 126 tahun yang lalu. Saat itu dia adalah penyihir terkenal yang bersahabat dengan salah satu murid Dewa Kematian. Entah apa yang membuat mereka akrab kala itu.
__ADS_1
“Alpha jika kau bertemu dengannya lagi suruh dia untuk menemuiku.”
“Dia temanmu?”
“Bisa dibilang begitu. Tapi cukup lama tidak bertemu dengannya.”
“Apa yang dibilang teman itu adalah tua? Tapi saat ke daerah itu ia tidak menemukan temannya. Katanya temannya suka pergi berkeliaran.”
“Dia punya banyak teman. Bukan aku saja. Mengapa dia ke sana? Siapa yang ingin di temui? Kau menemuinya di daerah sekitar rumahmu?”
“Ya benar. Oh ya, tuan Robert aku ingin meminta izin padamu apa boleh aku menemui Ana saat malam hari. Ana tidak terbiasa aku tinggal sendiri.”
“Apa? Saat aku bersama Ana aku tidak diperlakukan seperti babu.”
“Jika kau melakukannya di rumah temanku, yang pasti dia jatuh pingsan melihat benda yang melayang. Sudah turuti saja. Kau membutuhkanku untuk mencari asal-usulmu, aku membutuhkanku untuk membereskan rumah. Impas kan?”
__ADS_1
Alpha tidak bisa mengelak. Sepertinya tuan Robert tidak hanya indigo namun juga pandai menguasai topik pembicaraan itu yang ada pada batinnya. Ia memulai tugasnya dengan membersihkan debu pada benda yang dianggap pusaka oleh tuan Robert. Bagi Alpha hanyalah benda tua alias rongsokan. Selesai dengan tugasnya ia izin untuk pulang.
“Selain sopan kau juga tahu aturan ya. Pasti sangat lama kau hidup dalam dunia manusia. Hati-hati di jalan. Ingat jika bertemu dengannya suruh dia temui aku.”
“Baiklah.”
Alpha sangat lelah karena seharian membereskan rumah orang tua itu. Ini pertama kalinya ia melakukan hal yang tidak pernah ia kerjakan selain hanya melihat manusia dengan tampang bloon.
“Tunggu aku Anna.”
Di kamar Anna membenamkan diri dalam tidurnya. Berusaha untuk tidur namun tak bisa. Mendengar hentakan sepatu dari teras kamarnya Anna pun terbangun. Ia sangat gembira karena orang yang ia tunggu datang.
“Alpha aku senang kau kembali. Tapi, kenapa kau sangat kelelahan.”
Alpha tidak menghiraukan pertanyaan Anna. Ia langsung menuju ke tempat tidur dan menyuruh Anna untuk tidur. “Anna kemarilah. Aku lelah sekarang. Ayo, cepat tidur.”
__ADS_1
Anna spontan menuju tempat tidur. Alpha memeluknya seperti biasa mereka lakukan. Terlihat jelas dari dekat wajah kelelahannya. Tidak berani membangunkan untuk bertanya ia memilih tidur dan bertanya di lain waktu.
BERSAMBUNG