
“Hahh, kenapa jadi gusar begini, sih.”
Alpha bangkit dari tidurnya dan pergi tanpa pamit dengan tuan Robert. Dari balik jendela kamarnya ia melihat Alpha terburu-buru, tuan Robert sudah mengerti .
Sepertinya akan sulit memisahkan mereka. Jika Tuhan sudah menulis takdir mereka seperti itu, Dewa pun tidak akan bisa apa-apa.
Ana mengambil kalung pemberian ibunya dari meja di sampig tempat tidur. Itu adalah benda yang menjadi awal pertemuannya dengan Alpha. Ana memang terkenal lebih memilih menyendiri di sekolah dan tempat tidur menjadi tempat paling nyaman di rumah. Tidak dipungkiri Alpha adalah sahabat satu-satunya yang dimiliki Ana.
Ingatan Ana
“Ana hari ini kan ulang tahun. Kita sudah ada di mall sekarang. Ayah dan Ibu belum menyediakan kado untuk kamu. Maaf ya, sayang. Sebagai gantinya kamu boleh pilih barang yang kamu suka di mall ini.”
“Benar, yah?”
“Iya, ayo kita belanja. Ibu juga boleh kok.”
“Asik, karena Ana ulang tahun jadinya ibu boleh belanja suka-suka nih.”
Mereka bertiga memasuki sebuah tokoh mainan dan sibuk memilih-milih untuk Ana. Namun Ana tidak suka dan malah masuk ke dalam sebuah toko yang menjual perhiasan. Ayah dan ibunya bingung dengan sikap Ana. Mereka disambut oleh karyawan toko ketika masuk.
“Bapak mau membeli perhiasan untuk istrinya, ya? Kami ada model terbaru. Bisa dilihat pak.” Salah satu karyawan mengarahkannya pada perhiasan kalung.
Ayah terlihat kebingungan karena ia tidak membawa uang sebanyak itu.
Jika begini aku harus mengorbankan ATM-ku.
“Boleh saya lihat yang ini.” Ibu menunjuk sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati dengan mata berlian putih.
__ADS_1
“Ini, bu.”
Ayah memotong kesenangan istrinya.“Sayang, kan Ana yang ulang tahun bukan dirimu.”
“Sekali-kali bahagiakan diriku juga. Sudah lama tidak membeli perhiasan. Aku juga akan memilihkan untuk Anna.”
“Ya sudah belilah yang kau suka. Oh, Anna ingin melihat-lihat...”
Ayah terpaku dengan anaknya yang sedari tadi melihat etalase kalung di sebelahnya. Ia melihat kalung Ruby yang sangat mahal. Sebenarnya bukan kalung itu yang ia lihat, melainkan ada hantu yang terlihat ingin kalung tersebut.
“Kau ingin ini? Jika ingin ayahku bisa membelikannya.”
“Ana, mengapa bicara sendiri di sini.”
“Tidak ayah, ayah hanya salah dengar. Aku ingin kalung yang ini. Warnanya bagus.”
“Bisa kau perlihatkan kalung yang ini. Harganya berapa?” tanya ayah Ana.
“Apa?”
“Ayah aku ingin kalung ini.”
“Tapi nak...kalung ini terlalu mahal. Yang lain saja lagipula ini tidak cocok untuk anak-anak. Terlalu dewasa.”
“Katanya tadi aku bisa memilih barang yang aku suka di hari ulang tahunku. Mana buktinya?”
“Sayang!” Albert memanggil istrinya.
__ADS_1
“Ada apa?”
“Ana ingin kalung ini. Harganya sangat mahal, aku tidak sanggup membeli. Sebenarnya aku ada uang tapi itu adalah tabungan kita untuk Ana nanti.”
“Ya ampun Ana. Tidak usah membeli kalung yang ini ya, sayang. Ibu sudah pilihkan kalung yang cocok untuk Ana.”
“Tidak mau. Intinya aku ingin kalung ini.”
Albert melihat saldo tabungan di handphonenya. Terlihat saldo dengan nominal 27 juta. Ia memberikan handphonenya pada Grace untuk meminta persetujuan istrinya.
“Ya sudah belikan saja. Tapi ingat ya Ana jaga baik-baik kalungnya. Itu hadiah termahal yang pernah ayah berikan untukmu bahkan untuk ibu, ayah tidak pernah memberi kado semahal ini.” ucap Grace.
“Ayah janji kepada ibu untuk membelikan kalung yang lebih mahal dari ini nanti. Baik mbak saya beli yang ini.”
Ana terlihat senang dengan kado yang ia bawa karena dengan kado itu hantu yang menginginkan kalungnya memilih untuk ikut dengan Ana.
Di toko perhiasan
“Lila, bagaimana penjualan hari ini.”
“Lumayan pak. Tadi ada yang membeli kalung Ruby yang terpajang di etalase. Saya berpikir mereka tidak akan membeli ternyata saya salah.”
“Baiklah, sekarang saya ingin pulang untuk istirahat. Jaga toko baik-baik.”
“Hati-hati dijalan, pak.”
Pria pemilik toko keluar dengan tatapan datar yang berubah cepat dengan senyuman.
__ADS_1
Ternyata selupa apapun kau, hatimu masih ingat dengan kalung itu, ya? Bahkan memanfaatkan anak kecil tadi. Hhmm, perkembangan yang signifikan. Aku akan terus mengawasimu.
BERSAMBUNG