
“Besok kita akan kembali ke kayangan untuk menemui keluarga Dewamu dan juga keluarga Dewa Zeus. Kau sudah siap?” Eros berhati-hati untuk mempertanyakan hal ini.
“Semua sudah kuurus mulai dengan kuliahku juga tentang Ana. Aku membuka memori masa lalunya.”
“Kau harus lebih kuat dibanding Ana.”
“Aku tahu, aku bisa merasakan sakit hatinya.” Alpha pergi untuk mandi, menjernihkan pikiran yang kusut.
Ia menyalakan keran air dengan baju yang masih terpasang di badan. Alpha menangis dibalik mengalirnya air yang sangat dingin. Menusuk kulit kepala, hati, denyut nadi dan segala kesakitan yang menurutnya mampu untuk menghentikan segalanya. Namun itu tidak.
“Aku harus bisa maju dan lupakan masa lalu. Terimalah takdirmu, Alpha. Ana bukanlah pasangan jiwamu. Aaaaaa.......”
Eros mendengar teriakan Alpha yang terdengar sampai lantai satu. Memang itulah cara mengeluarkan kesedihan tetapi Alpha tidak pernah tahu jika apa yang dialaminya belum seberapa dengan kehidupan Eros. Ya, selama hidup di bumi Eros terus mencintai orang yang sama yaitu Joana.
“Jika sudah berteriaknya cepatlah mandi. Airnya tidak gratis.” Eros berteriak agar Alpha mendengar suaranya.
“Aku tidak habis pikir disaat aku sedih masih sempat juga dia bercanda.” Alpha mematikan keran airnya.
#Kayangan bagian utara
__ADS_1
“Bagaimana dengan Alpha. Apa kau suka, nak?” tanya Dewa Zeus.
“Aku suka. Dia tampan, pintar dan juga ramah. Tapi sayangnya dia tidak mencintaiku, Ayah.” jawab Helene sedih.
“Lambat laun dia juga akan mencintaimu.”
“Ayah apa bisa pernikahan ini dibatalkan? Aku kasihan dengan Alpha.”
“Sayang, Ayah tahu itu tapi jika tidak seperti ini Alpha akan terus mencintai Ana. Kau harus mampu menggantikan posisi Ana di dalam hatinya. Ayah ke luar sebentar mengecek sajian makanan.”
Helene sebenarnya tidak ingin menjadi perempuan penghancur hubungan orang lain. Ia bolak-balik di kamarnya. Terlihat gelisah memikirkan semuanya yang begitu cepat.
“Helene pasang wajah yang ceria. Jangan sedih begitu.”
Helene terpaksa mengiyakan Ayahnya dengan senyuman palsu. Tamu yang ditunggu pun datang. Alpha dan Eros berpakaian rapi ala-ala yunani.
“Sudah lama tidak bertemu denganmu, Eros. Seringlah mampir ke kayangan karena tempat ini adalah dimana kau dilahirkan.” Sapa Dewa Zeus.
“Kau tahu bahwa aku lebih menyukai bumi dibandingkan di sini. Oh ya dimana Dewa Hefaistos dan Dewi Artemis?”
__ADS_1
“Itu mereka.” Dewa Zeus menunjuk ke arah belakang Eros. Alpha sudah lama tidak melihat Dewa Hefaistos sejak ia melepas kutukannya. Mengapa ia selalu dipertemukan dengan suatu hal yang membuatnya ia benci.
“Karena semua sudah datang mari kita mulai dengan makan malam.”
Para Dewa-Dewi duduk di tempat yang sudah ditata. Orang tua Helene dan Alpha sedang berbincang mengenai perjodohan mereka sementara Alpha dan Helene saling menatap terutama Alpha yang menatapnya sangat tajam.
Kapan acara membosankan ini selesai? batin Eros.
“Jika acara dilangsungkan 2 bulan ke depan bagaimana?” usul Dewa Hefa.
“Tidak bisa.” tiba-tiba Alpha bersuara setelah sekian lama diam. “Acara pernikahan biar aku yang menetapkannya. Lagipula aku dan Helene butuh waktu untuk saling mengenal.”
“Begitu ya?” Dewa Zeus manggut-manggut yang menandakan ia setuju dengan pendapat Alpha. “Baiklah aku setuju. Beri kabar jika kau sudah siap untuk menikahi putriku.”
“Baik Dewa Zeus.” Alpha melirik Eros memberi kode untuk pulang.
“Mohon maaf para Dewa dan Dewi atas ketidaknyamanannya. Aku dan Alpha ingin undur diri karena kami sedikit lelah dengan urusan kami di bumi. Terima kasih atas makanannya yang lezat.” Alpha dan Eros pergi dari jamuan makan. Dewa Hefa meminta maaf pada Dewa Zeus.
“Aku tidak mempersalahkan Alpha ataupun Dewa Eros. Aku memaklumi mereka.” Dewa Hefa cukup lega dengan jawabannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG