
“Eh, kak Al sudah datang.”
Ana tidak menyangka jika Helene juga datang ke klub. Entah mengapa ada rasa tidak ingin Helene untuk datang.
“Alpha, ada satu novel yang akan terbit bulan ini. Aku sudah menghubungi penulisnya.”
Selena memberitahu Alpha.
“Kerja bagus dan ini naskah yang kau tugaskan pada Ana. Kami mengerjakannya bersama.”
“Kalian sudah sangat akrab?” goda Selena.
Di tengah perbincangan yang seru mereka lupa jika ada Helene di sana. Helene hanya terlihat seperti orang asing.
“Ah sampai lupa. Halo Helene?” sapa Alpha.
“Halo kak.”
“Bagaimana dengan Helene? Apa dia sempat kesulitan?”
“Tidak Alpha, justru dia sangat membantu karena dia punya pengalaman sebelumnya. Lalu dengan Ana?” tanya Selena.
“Dia juga sangat membantu. Dia tipe orang yang sangat teliti. Hanya sebentar berkenalan dengan mereka kau langsung bisa tahu tugas apa yang pantas.” Puji Alpha.
Selena langsung memberikan instruksi kepada Ana. “Ana apa bisa kau cek naskah ini? Aku ingin bicara dulu dengan Alpha.”
“Baik kak Selena.”
__ADS_1
Alpha dan Selena masuk ke dalam ruang meeting. Sementara Ana langsung mengambil naskah dan duduk mengecek satu persatu naskah novel. Helene yang sedari tadi melihat Ana mulai menyapanya.
“Hai Ana...”
“Hai Helene..”
“Banyak sekali lembaran yang akan kau periksa. Kemarin juga sama tebalnya, apa kau sanggup? Aku saja yang mencari naskah yang pantas untuk diterbitkan saja sudah membuatku pusing.”
“Karena aku suka membaca jadi aku merasa tidak begitu bahkan aku sangat menikmatinya.”
“Kau hebat Ana....”
Perbincangan mereka terputus begitu saja. Namun Helene sepertinya berusaha untuk mengajak bicara. “Ana kau sangat dekat sekali dengan kak Al?”
“Itu karena kak Al pernah mengantarku ke kampus.”
“Hanya itu?”
“Tidak apa.”
Setelah menjawab pertanyaannya Helene entah menjadi lebih ceria. Ana sudah menduga pasti Helene menyukai senior. Bertambah lagi saingan cintanya, batin Ana.
#Ruangan Meeting
“Selena, ada apa? Apa ada sesuatu yang penting sampai mengajakku ke sini?”
“Kau tahu Helene.”
__ADS_1
“Iya ada apa dengannya? Jangan membuatku penasaran.”
“Helene suka denganmu.”
Alpha yang mendengar tertawa. “Banyak yang menyukaiku karena aku tampan bahkan dulu kau pernah menyukaiku, kan?”
“Hei aku tahu kau tampan tapi bukan itu masalahnya.” Selena sampai salah tingkah. “Dia anak seorang Dewa.”
Tawa Alpha seketika hilang setelah mendengar pernyataan Selena. Ia tahu karena menurutnya Helene adalah manusia.
“Kau tahu darimana?”
“Dia sepupuku.”
“Apa?” Alpha kaget.
“Tapi dia tidak tahu aku karena dari lahir aku tinggal di bumi sedangkan dia di kayangan. Yang aku dengar ayahnya berencana menjodohkannya denganmu, bersiaplah.” Selena tersenyum licik, menggoda sahabatnya itu.
“Apa Ayahku menyetujuinya? Gawat jika ia mengiyakan sedangkan aku masih ingin terus berada di samping Ana.”
“Kau masih menyukainya yang bahkan dia tidak tahu kau siapa juga jika dia bersama pria lain?”
Selena tidak habis pikir dengan sahabatnya itu. Menurutnya Alpha merupakan salah satu budak cinta. Ia takut jika nanti Alpha akan kecewa.
“Apa tidak masalah bila nanti kau akan jatuh cinta lagi tapi kau tidak bisa memilikinya? Itu sama saja dengan kau menyakiti Ana. Apa tidak pernah terbesit pikiran seperti itu?”
“Aku memang egois, aku akan mengatakan yang sebenarnya tapi tidak sekarang.”
__ADS_1
Alpha keluar dari ruangan karena merasa tidak ada yang diperbincangkan lagi.
BERSAMBUNG