Terbatas Takdir

Terbatas Takdir
Bab 29: Sekian Lama


__ADS_3

“Kita pulang sekarang. Sudah mulai larut malam.”


Ketika mereka menuruni tangga, Alpha sudah menyadari akan kehadiran pria yang terus mengawasi rumah Ana. Bahkan sudah sampai menuju rumah pria itu tetap mengikuti.


“Tutup jendela rapat-rapat. Kau tidak perlu khawatir.”


“Aku jadi tambah takut.” Ana melihat sekelilingnya. Alpha langsung menutup kedua mata Ana dan menyuruhnya segera tidur.


“Cepat masuk.” Ana bergegas masuk ke rumah.


Selepas Alpha menyuruh Ana untuk masuk, ia menaiki motornya untuk pulang. Bukan menuju rumah Eros, ia memilih tempat sepi karena Alpha ingin bicara empat mata dengan pria itu.


“Kenapa kau terus mengikutinya?”


“Wah, wah kau hebat juga ya.”


“Aku tanya mengapa kau terus mengikuti Ana?” Alpha setengah berteriak.


“Hati-hati dalam bicara. Kau tidak tahu siapa aku.”


“Aku tahu siapa dirimu. Namamu, hidupmu, batas kekuatanmu pun aku tahu. Pernah dengar kan jika di atas langit pasti ada langit lagi. Jangan sombong. Ku peringatkan jangan ganggu dia.”


“Kau ini pacarnya?”

__ADS_1


“Bukan, aku pelindungnya, Ankou.”


Pria itu kaget karena Alpha tahu namanya.


“Sudah kukatakan aku tahu namamu. Jadi jangan macam-macam padaku. Aku tidak tahu apa rencanamu, aku tidak ingin berdebat atau berkelahi denganmu.”


Alpha melanjutkan perjalanannya dan meninggalkan Ankou sendirian. Ia bingung siapa yang ia hadapi. Sebenarnya maksud Ankou terus mengawasi rumah Ana karena ia ingin mencari Alpha. Namun sampai detik ini Ankou tidak bisa menemukannya.


Sepanjang jalan Alpha menangis di balik helm yang menutupi seluruh wajahnya. Ingin rasanya memeluk sahabat kecilnya dan mengakui jika orang yang di depannya adalah dirinya, Alpha. Juga ingin melepas sihir yang membuat orang di masa lalunya lupa akan dia.


Tapi langkahnya selalu tercegat, Alpha memilih untuk melupakan.


Eros yang sedari tadi menunggu di sofa tamu melihat Alpha dengan mata bengkak.


#Kamar Alpha


“Ah, hatiku jadi kacau.” Alpha melepas jaketnya dengan kasar, melemparnya ke sembarang tempat. Ia mengacak-acak rambutnya karena tidak ingin mengingat kejadian tadi.


Apa tadi Eros yang duduk di sofa tamu? Padahal ia berpesan untuk pulang telat karena ingin bertemu temannya. Tidak jadi?Aku sampai tidak menegurnya karena terbawa emosi. Serba salah.


Alpha tertidur agar ingatan di otaknya cepat menghilang. Namun tidurnya terganggu karena ponsel yang berdering berasal dari chat grup. Ia membuka sekilas dan kembali untuk tidur. Tidak lupa ia mematikan nada dering.


#Pagi hari.

__ADS_1


Alpha turun menuju ruang makan. Ia melihat Eros sedang memasak. Tidak seperti biasanya yang selalu Alpha yang menyiapkan sarapan.


“Maaf aku bangun telat.”


“Tidak masalah, aku bisa berangkat agak siang ke toko. Ambilah ini spesial sandwich yang kubuat.”


Alpha mengambil satu. “Wah lumayan juga kau memasak. Walaupun hanya sandwich tapi termasuk bagus untuk pemula.”


“Aku...”, “Aku...” mereka bersamaan ingin bertanya keadaan masing-masing. Alpha mempersilahkan Eros untuk bertanya lebih dulu.


“Kau kenapa tadi malam? Jika tidak ingin bercerita, kau boleh melewati pertanyaanku.”


“Aku tadi malam bertemu Ankou. Sekian lama tidak bertemu membuatku jadi sangat emosional dan kini giliranku yang bertanya. Mengapa kau sudah sampai rumah saat aku tiba? Kau tidak jadi ke rumah Joana.”


“Aku lebih mengkhawatirkanmu. Aku punya perasaan tidak enak. Ketika melihat keadaanmu tadi malam aku mengurungkan niat untuk menegurmu. ” Eros meminum kopinya.


“......Dia masih mencariku sampai sekarang.”


Alpha terus menggoyang teh yang ada di gelas tanpa meminumnya. Ia menerawang ke langit menatap cahaya yang sangat menyilaukan mata dari jendela.


Sangat indah, membawa harapan untuk makhluk hidup lainnya.


Semoga hidupku sama indahnya dengan cahaya matahari pagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2