Terbatas Takdir

Terbatas Takdir
Bab 40: Penguntit Datang


__ADS_3

Pria berambut coklat kehitaman dengan kulitnya yang cerah berjalan menyusuri taman kampus. Pakaian simple bermerek mewah menghiasi tubuh pria tersebut. Para gadis yang melihatnya berbisik mengatakan tidak pernah melihat pria setampan itu selain Fobis dan Alpha. Kini di kampus mereka bertambah satu lagi. Ana meliriknya dan kemudian kaget karena tahu siapa pria yang sedang menjadi perbincangan.


“Dia kan pria yang terus mengawasi rumahku? Orang ini gila! Dia sampai memilih untuk kuliah di kampus ini.” Ana terus melihat pria itu hingga ia sampai menghampiri Ana.


“Apa aku terlalu tampan sampai kau tak melihat ke arah yang lain?”


“Sarkas sekali ya kau ini. Aku terkejut karena kau yang terus mengawasi rumahku kan beberapa hari ini? Kau niat sekali ya menjadi penguntit hingga sampai memilih kampus yang sama denganku.”


Ana tanpa basa-basi mengatakan semuanya dengan nada sedikit keras. Mahasiswa yang di sekitar mereka beranggapan bahwa pria itu menyukai Ana.


“Kau hanya salah paham di sini. Perkenalkan, aku Ankou. Aku terus berada di sekitar rumahmu karena aku mencari temanku yang bernama Alpha. Aku dengar dari yang lain jika kau lumayan akrab dengannya. Hanya itu, tidak lebih.” Ankou berusaha menjelaskan yang membuat Ana sedikit tidak menaruh curiga.

__ADS_1


“Aku kenal dengan Kak Al karena kami satu club. Sepertinya hubungan kalian sedang tidak baik. Buktinya kau mencarinya di rumahku.” walaupun Ankou sudah berusaha jujur, namun Ana masih meragukannya.


“Ya hubungan kami memamg tidak baik. Dia sudah lama tidak menegurku. Terakhir bertemu kami malah bertengkar. Kau bisa mengantarkanku ke ruang jurusan?”


“Ruang jurusan, ya? Kau ada perlu apa sampai ke sana?” tanya Ana.


“Aku salah satu mahasiswa yang tidak mengikuti orientasi. Aku juga ada beberapa dokumen yang harus ku berikan karena aku sedang sakit saat itu. Bisa, kan?” Ankou memohon pada Ana karena memang hanya dia yang ia kenal. Jika meminta tolong temannya pasti akan membuat Alpha curiga.


“Baiklah aku akan mengantarkanmu sampai ke ruang jurusan. Ikut aku.” Ankou mengekor di belakang Ana yang memandu jalan untuknya. Ia terus berpikir bagaimana cara agar ia bisa dekat dengan Ana. Terbesit satu ide di kepalanya yaitu club.


“Kau tidak perlu untuk mengantarku berkeliling kampus. Sepertinya akan merepotkanmu. Aku bisa sendiri.”

__ADS_1


“Tidak masalah?” Ana mencoba menawarkan lagi takut terjadi apa-apa pada pria yang dihadapannya. Sedari tadi para gadis kampus terus mengikuti mereka untuk melihat ketampanan Ankou.


“Aku bisa memberesi mereka. Aku tipe orang yang cuek jika aku tidak begitu mengenal seseorang. Terima kasih ya sudah mengantarku. Aku masuk dulu."”Ankou akhirnya masuk ke ruangan meninggalkan Ana di tengah kerumunan para gadis.


“Dia siapa Ana? kenalanmu? Mengapa kau selalu dikelilingi pria tampan? Pertama Kak Alpha sekarang dia.” salah satu dari kerumunan gadis bertanya.


“Namanya Ankou dan dia bukan kenalanku. Aku duluan ya.”


“Ah~ Ana tidak seru.”


“Iya dia tidak mau berbagi pria tampan dengan kita. Dasar rakus.”

__ADS_1


Semua berbalik menghina Ana setelah mendapat jawaban yang tidak membuat mereka puas. Ana tidak peduli dengan cacian karena menurutnya pasti Ankou merasa ill fell dengan mereka sehingga ia berusaha melindunginya dengan cara ini.


BERSAMBUNG


__ADS_2