
Banyak pertanyaan muncul di pikiran Robert. Dia terjebak dengan permintaan temannya untuk mengusir kehadiran Alpha di samping anaknya. Sekarang karena ini ia harus memikirkan juga masa lalu Alpha.
“Ceritakan padaku mengapa ia dihukum?”
“Mengapa kau sangai ingin tahu? Kita kan sudah lama tidak bertemu.”
“Temanku meminta tolong padaku, dan intinya sangatlah panjang. Ceritakan saja apa susahnya.”
“Ini sesuatu hal yang tabu di kalangan para Dewa. Ingat berjanjilah padaku. Ia dihukum karena jatuh cinta dengan manusia. Demi kekasihnya yang seharusnya meninggal namun ia membuat takdirnya itu tidak terjadi. Parahnya aku membantunya.”
“Kau membantunya? Kau gila, mengapa kau tidak dihukum?”
“Itulah yang membuat aku frustasi. Tapi hukuman ini langsung dari Dewa Api. Dia adalah Dewa yang bertanggung atas tindakan Alpha dan Alpha sendiri sebenarnya adalah Dewa Api?”
“Tidak mungkin.”
“Apa yang kuceritakan adalah benar. Dewa Api pernah dihukum karena kesalahan yang sama. Ia mencintai manusia dan menentang untuk menikah dengan seorang Dewi. Karena kesalahannya, tubuhnya dilahap oleh kekuatan apinya sendiri sehingga terciptalah Alpha. Dewa lain bersepakat untuk menghukumnya dengan siksaan batin yang mana tindakan Alpha selalu mengingatkan pada dirinya dulu. Karena Dewa Api tidak pernah menceritakan hal ini, Alpha sering membangkang sebab apa yang dilakukan selalu melanggar peraturan Dewa dimana tidak boleh mencintai manusia.”
“Terlalu tragis hidupnya. Setelah itu aku harus bagaimana? Aku berjanji untuk menolongnya.”
“Kita harus berusaha agar ia tidak berada di samping Ana lagi. Kekasih Alpha yang kuceritakan adalah gadis kecil itu.”
__ADS_1
Tuan Robert semakin pusing dengan kisah hidup manusia. Semua bereinkarnasi, dan terus terjadi tanpa putus. Selalu berkaitan tergantung dari tindakan yang dipilih.
Kamar Alpha
Rumah yang asing. Letak benda yang berbeda. Ia tidak bisa melanjutkan tidurnya.
“Aku harus apa. Sudah jam 2 pagi. “
Alpha keluar bermaksud tidur di sofa tamu saja. Namun ia kaget karena makhluk itu dan tuan Robert masih berbincang. Akan tahu kehadiran Alpha, Ankou memilih untuk pamit.
“Ingat kata-kataku barusan.”
“Saking rindunya sampai tidak sadar jika sudah jam 2 pagi.”
“Bukan urusanmu. Lagipula ini juga rumahku.”
Robert melewati Alpha.
“Jika kau tidak mengatakan apapun juga tak masalah. Tapi tidak perlu begitu, kan.”
Karena menyesal akhirnya Robert duduk untuk menenangkan hatinya. “Kau tidak tidur?”
__ADS_1
“Bukan urusanmu.”
“Kau ingin tahu apa yang kami bincangkan. Tidak ada yang penting. Hanya senda gurau biasa. Sudah lama tidak bertemu wajar jika begitu, kan?”
“Aku merasa tuan berbohong. Sudahlah aku akan coba tidur lagi.”
Robert meninggalkan Alpha sendirian di ruang tamu. Apa yang dialaminya juga dirasakan oleh Ana. Saat terbangun ia menemukan tidak ada Alpha di sampingnya. Ia menangis karena Alpha tidak menepati janjinya.
“Apa kau juga menangis untukku, Alpha? Aku kesepian sekarang.”
Ada apa ini? Kenapa aku bisa merasa deg-degan?
Alpha menyentuh dada sebelah kanan. Yang ia rasakan seharusnya dialami oleh manusia. Tidak pernah ia mengalami ini sebelumnya sejak ia terlahir menjadi hantu.
Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Ana?
Aku ingin ke sana, tapi jika aku ke sana dia tidak akan terbiasa dengan tidaknya aku.
Akhirnya ia sekali lagi memejamkan matanya walaupun jantungnya tetap berdegup.
BERSAMBUNG
__ADS_1