Terbiasa Denganmu (Kisah Cinta CEO Amnesia)

Terbiasa Denganmu (Kisah Cinta CEO Amnesia)
Bab 13. Kesedihan Bella


__ADS_3

Saat Wahyu pulang ke rumahnya, Bella telah menyiapkan makanan malam untuk Wahyu. Bella sengaja berdandan secantik mungkin agar Wahyu terpikat padanya. Tapi, sayang Wahyu tetap cuek pada Bella.


"Mas, tunggu Mas!", panggil Bella yang melihat Wahyu berjalan melewatinya begitu saja.


"Apa lagi sih! Aku capek!", Bentak Wahyu dan berlalu pergi lagi meninggalkan Bella.


Bella langsung patah hati mendengar bentakan dari Wahyu. Entah apa yang salah pada dirinya. Sampai-sampai nasibnya seperti ini. Bella berbalik lalu merapikan sepatu Wahyu, yang tadi ia buka lalu meletakkannya di rak sepatu. Setelah itu Bella makan sendirian. Biasanya Wahyu makan agak malam demi menghindari makan bersama dengan Bella. Bahkan tidak jarang Wahyu membeli makanan di luar.


Rasanya Bella tidak bisa menelan makanan yang masuk ke mulutnya. Perih di hatinya terasa menjalar sampai ke kerongkongannya.


"Aaaaa.....!"


Bella sudah tidak tahan lagi dengan luka dihatinya. Ia berteriak sambil menghempaskan semua yang ada dimeja makan. Kemudian dia berlari ke kamarnya. Ya, Bella tidak tidur satu kamar dengan Wahyu.


Sampai di dalam kamarnya, Bella langsung berbaring di kasurnya sambil memeluk gulingnya. Bella langsung menangis karena tidak tahan lagi menahan sakit hatinya.


Dari awal pertemuannya dengan wahyu di kantor kepala desa, Bella sudah jatuh cinta padanya. Saat itu Bella baru tahu, bahwa di kampungnya ada pria yang sangat tampan. Di tambah lagi Wahyu adalah sosok yang periang dan lucu. Ia bekerja sebagai pegawai di kantor desa. Dan kepala desanya adalah ayah Bella. Karena Bella suka dengan Wahyu maka di jodohkanlah mereka berdua. Terlebih orang tua Wahyu sangat suka dengan Bella yang lembut dan sangat sopan.


Bella sama sekali tidak tahu jika Wahyu telah menjalin hubungan dengan wanita lain. Karena pada saat itu, Wahyu sangat ramah pada Bella. Bicaranya lembut dan sopan. Dan kadang suka membuat bella tersenyum sampai tertawa. Bella mengira bahwa Wahyu seperti itu karena menyukainya juga. Apalagi, Wahyu tidak pernah menyinggung tentang wanita lain saat bersama dengannya.


Sedangkan Wahyu, pada saat mendengar soal perjodohan dirinya dengan Bella sangat terkejut. Ia tidak menyangka orang tuanya menjodohkannya dengan wanita lain. Padahal, mereka tahu jika dirinya menjalin hubungan dengan Dini. Orang tuanya beralasan jika mereka sangat sungkan dengan keluarga Dini yang lebih kaya dari mereka. Sedangkan kalau Bella masih bisa di bilang sepadan. Orang tuanya juga mengatakan jika Bella sama seperti Dini juga. Baik, sopan, pintar, dan juga cantik.


Tapi, Wahyu menolaknya. Ia tidak pernah menginginkan Bella untuk menjadi istrinya. Wahyu hanya ingin Dini yang menjadi pasangan hidupnya.

__ADS_1


Dari hari ke hari ibunya terus membujuk Wahyu. Bahkan ibunya bilang tidak masalah jika sekarang Wahyu tidak cinta dengan Bella. Karena, rasa cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya berjalan seiring waktu.


Wahyu merasa lelah dengan desakan ini. Dalam hati ia mengatakan bahwa ingin menunjukan kepada ibunya apakah benar atau salah yang ibunya katakan. Jika rumah tangganya sampai hancur ia tidak ingin di salahkan karena dari awal ibunya lah yang terus mendesaknya. Akhirnya Wahyu pun menuruti permintaan ibunya.


Dan benar saja sampai sekarang, Wahyu sedikit pun tidak punya rasa cinta terhadap Bella. Bahkan yang ada di hatinya hanyalah kebenciannya pada Bella. Karena ia menganggap semua ini terjadi karena Bella.


Wahyu mendengar teriakan serta suara ricuh dari luar kamarnya. Karena penasaran, ia pun melihat keluar. Ia berjalan menuju meja makan dan betapa terkejutnya dia melihat semuanya hancur berantakan seperti ada perang sebelumnya.


Apa ini ulah Bella? Batin Wahyu.


Wahyu mencari Bella ke kamarnya untuk mendapatkan jawaban darinya. Saat ia mengetuk pintu kamar Bella, tidak ada jawaban dari dalam. Dan sampai beberapa kali Wahyu memanggil Bella dan mengetuk pintu kamarnya tetap saja tidak ada jawaban.


Saat Wahyu memegang pegangan pintu, ternyata pintu kamar Bella tidak terkunci. Wahyu membuka pintu tersebut namun, tidak melihat Bella berada di sana. Wahyu pun mulai khawatir, kemana Bella malam-malam begini pergi.


Wahyu memakai jaketnya dan mengendarai sepeda motornya untuk mencari Bella. Wahyu berprasangka jika sesuatu buruk terjadi pada Bella maka orang-orang akan menyalahkannya.


Sudah satu jam Wahyu keliling kampung, tapi Bella belum juga di temukan. Wahyu sudah sangat lelah. Dia juga mengalami patah hati dan sekarang di tambah menghilangnya Bella membuat dirinya frustasi.


"Mas Wahyu nyari siapa ya, kalau boleh tau", ucap seorang remaja yang berada di pos ronda yang melihat Wahyu bolak-balik dengan sepeda motornya.


"Kalian liat Bella nggak?", tanya Wahyu langsung.


"Oh, mbak Bella. Tadi saya lihat, mbak Bella ke rumah Kang Cecep. Mungkin lagi bantu istri Kang Cecep melahirkan", ucap remaja itu.

__ADS_1


Wahyu tampak berpikir. Tapi, ia ingin memastikannya sendiri. Ia pun pergi ke rumah Kang Cecep dan ternyata di sana telah ramai orang.


"Kang, istri saya di dalam ya?", tanya Wahyu pada kang Cecep.


"Iya Yu. Saya bersyukur sekali Bella mau bantuin istri saya melahirkan malam-malam begini", ungkap Kang Cecep.


Sedikit ada rasa bersalah pada Wahyu karena ia sempat berpikiran buruk pada Bella. Ternyata Bella sedang melakukan pekerjaannya dan itu memang sangat mulia, ia mau membantu walau sudah larut malam.


Tidak lama kemudian, terdengar suara bayi menangis. Saat itu juga, semua orang mengucapkan hamdalah. Mereka terlihat begitu bahagia. Tidak terasa Wahyu juga ikut tersenyum melihat kebahagiaan mereka.


Tidak lama kemudian, Bella keluar dari kamar karena tugasnya telah selesai. Bella terkejut melihat Wahyu yang datang ke rumah itu. Ia masih ragu untuk menghampiri Wahyu. Mengingat hatinya yang masih terluka.


Bella pamit dengan tuan rumah. Kemudian Bella jalan melewati Wahyu begitu saja. Wahyu merasakan tidak enak dihatinya saat melihat Bella yang sama sekali tidak melihatnya. Bahkan Bella pergi lebih dahulu dengan sepeda motornya.


Wahyu ternganga, ia merasa kesal karena tidak dihargai. Padahal ia sudah capek-capek keliling kampung untuk mencari keberadaannya. Wahyu juga pamit kepada Kang Cecep. Lalu ia pun menaiki sepeda motornya untuk pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, ia melihat rumahnya sudah gelap. Walaupun pintu tidak di kunci, tapi tetap saja Wahyu merasa Bella sudah keterlaluan.


"Bel... Buka pintunya! Aku nggak suka ya kamu bersikap seperti ini! Apa kamu tidak menghormatiku sebagai suami mu?", ucap Wahyu marah pada Bella. Terakhir ia memukul pintu kamar Bella dengan kuat karena Bella tidak kunjung menemuinya.


Apa aku memiliki suami? Sedangkan kamu tidak pernah menganggapku sebagai istri kamu bahkan sedetik pun, ucap Bella dalam hati sambil berbaring memeluk guling. Ia memejamkan matanya walaupun dirinya belum terasa mengantuk. Dan pada akhirnya air matanya keluar lagi mengingat ucapan-ucapan Wahyu yang selalu mematahkan hatinya


***

__ADS_1


__ADS_2