
Pagi-pagi Wahyu sudah sampai di rumah mertuanya. Ia berdiri di depan pintu. Ia menarik napasnya dalam-dalam lalu mengetuk pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Ia menunggu orang yamg berada di dalam rumah membukakan pintu untuknya.
Klek! Pintu pun terbuka. Wahyu berharap itu adalah Bella. Tapi, ternyata yang keluar adalah ayahnya.
"Ngapain kamu kemari?", ucap Surya ketus.
"Saya ingin bertemu Bella, Yah", jawab Wahyu memelas.
"Saya tidak izinkan kalian untuk bertemu. Pergi sana!".
Brak! Surya langsung menutup pintunya tanpa mendengar jawaban dari Wahyu lagi. Hati Wahyu begitu terpukul. Baru kali ini ia mendapat perlakuan seperti itu. Sekarang tidak ada yang bisa menolongnya. Dan semua ini adalah hasil dari perbuatannya. Tapi, Wahyu bertekad tidak akan pergi dari sana. Ia akan terus menunggu sampai ia dapat bertemu dengan istrinya.
Sebenarnya Wahyu sedang kurang sehat. Karena semalam ia harus hujan-hujanan. Ditambah ia belum makan sejak semalam karena memang ia tidak bernafsu untuk makan. Ia terus memikirkan Bella. Dan sekarang ia merasa kepalanya sangat pusing. Tapi, ia mencoba tetap terlihat sehat. Ini semua demi membawa Bella pulang ke rumahnya.
Di sisi lain, Bella terus membujuk Ayahnya. Karena ia juga ingin bertemu dengan Wahyu. Bella tahu Ayahnya tidak akan tega terus merengek seperti itu.
"Ayah, biar bagaimanapun Mas Wahyu suami aku. Ayah nggak bisa pisahkan kami seperti ini", ucap Bella yang mulai kesal dengan sikap ayahnya.
"Ayah tidak terima dengan perlakuannya kepadamu karena telah menyia-nyiakanmu dan membuatmu terluka", jawab Surya sedih.
"Ayah, tapi kali ini aku yakin. Mas Wahyu tidak akan menyakiti hatiku lagi. Dia benar-benar cinta padaku. Percayalah Ayah".
Surya berpikir keras. Memang ada rasa kasihan pada Bella. Tapi, jika ia mengingat lagi apa yang telah dilakukan Wahyu pada anaknya, hatinya sangat terluka. Ia hanya tidak mau Bella terluka lagi. Anak yang di jaganya dan selalu ia manja itu tidak mungkin ia berikan lagi pada orang telah menyakiti anaknya.
Surya tetap pada pendiriannya. Bella tidak boleh bertemu dengan Wahyu lagi. Kemudian Surya langsung bergegas untuk bekerja. Bella langsung mengikuti langkah ayahnya sambil terus memohon. Namun, Surya tetap tidak perduli. Begitu Surya ingin membuka pintu. Ia memanggil istrinya untuk menghentikan Bella.
Saat pintu terbuka, sontak saja Wahyu langsung berdiri. Melihat Wahyu yang masih berada di rumahnya membuat Surya begitu kesal. Ia memarahi Wahyu dan menyuruhnya segera pergi. Karena tahu bahwa Wahyu masih menunggunya, Bella pun berteriak memanggil Wahyu dengan tubuhnya yang masih dipegangi oleh ibunya.
Wahyu yang mendengar di panggil oleh Bella juga menjawabnya dan ingin segera menemuinya. Tapi, Surya mencegahnya. Bella juga berusaha melepaskan dirinya. Ia memohon pada ibunya sambil menangis. Alhasil karena tidak tega, Bella pun di lepas begitu saja. Bella langsung keluar untuk menemui Wahyu. Tapi, Surya tetap masih menghalangi mereka.
__ADS_1
"Ayah, apa yang pikirkan? Apakah Ayah tidak lihat kalau kami saling merindu? Apakah ini belum cukup bagi ayah untuk membuktikan kalau kami saling cinta?", ucap Bella yang tidak senang dengan sikap ayahnya.
"Ayah, saya minta maaf. Saya memang salah telah menyakiti Bella dan menyia-nyiakannya. Tapi Ayah, semuanya berbeda sekarang. Saya berjanji akan membahagiakan Bella", sambung Wahyu dengan menahan rasa sakitnya.
Surya masih diam. Tangannya masih ia rentangkan demi menghalangi Bella dan Wahyu. Ia masih ragu untuk memberikan Bella kembali pada Wahyu.
"Ayolah Ayah, apalagi yang Ayah pikirkan. Kami sudah baik-baik aja", kata Bella sambil memegang lengan Ayahnya.
"Mas, sudahlah. Berikan mereka kesempatan", ucap istrinya membela anaknya.
Mereka terus berkompromi dengan Surya. Agar Surya bisa berbesar hati memaafkan Wahyu. Mereka tidak sadar, Wahyu hanya diam menahankan rasa sakit. Ia berusaha tetap kelihatan tidak apa-apa meski sebenarnya penglihatannya sudah mulai gelap semua.
Bruk! Tiba-tiba Wahyu terjatuh. Sontak membuat Bella menjerit memanggil nama Wahyu. Bella langsung mendekat pada Wahyu.
"Ada apa mas?", tanya Bella yang panik.
Bella melihat Wahyu begitu lemas dan pucat. Hal pertama yang ia lakukan adalah mengukur suhu tubuh Wahyu menggunakan termometer digital miliknya. Dan ternyata menunjukkan suhu tubuh Wahyu sangat panas yaitu 39 derajat celsius.
"Astaghfirullah, badan kamu panas banget Mas. Kamu udah makan Mas?", tanya Bella panik.
Bukannya menjawab, Wahyu malah tersenyum. Ia membelai pipi Bella. Ia menyatakan sangat senang telah bertemu dengan Bella. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan dirinya selain melihat Bella. Tentu saja itu adalah ucapan terindah yang Bella dengar dari Wahyu. Hati Bella begitu bahagia mendengarnya.
"Tapi Mas, kamu harus tetap minum obat ya", ucap Bella sambil tersenyum.
Bella mengambil tasnya. Ia mengambil paracetamol yang selalu ia bawa. Dan kebetulan ada jarum suntik berikut antibiotiknya. Tanpa sepengetahuan Wahyu, Bella memasukan antibiotik ke dalam alat suntik. Dan akan menyuntikkannya pada Wahyu.
"Ayo Mas, miring dulu", perintah Bella sambil menunjukkan alat suntiknya.
Wahyu yang melihat suntik itu kaget dan langsung menggeser badannya. Wahyu sangat takut dengan jarum suntik. Apabila ia sakit, ia hanya akan meminum obat dan tidak mau di suntik.
__ADS_1
"Bel, buang itu!", ucap Wahyu ketakutan.
"Kamu takut disuntik? Ya ampun Mas, ini nggak sakit kok. Percaya deh", ucap Bella meyakinkan Wahyu.
Wahyu tetap tidak mau. Ia terus saja menyuruh Bella untuk membuang alat suntik itu. Tapi, Bella terus membujuknya. Karena demi kesehatan Wahyu juga. Bella sangat khawatir jika Wahyu sampai sakit seperti itu.
"Ya udah. Kalau gitu, aku nggak mau makan deh. Kalau Mas tetap nggak mau di suntik. Aku nggak mau makan. Biar kita sama-sama sakit", ucap Bella mengancam Wahyu.
"Ya, jangan gitu dong Bell. Nanti kalau kamu sakit siapa yang ngurus aku", jawab Wahyu manja. (author: "sumpah ya lebay banget")
"Ya, makanya kamu harus mau di suntik!", ucap Bella memaksa Wahyu.
Wahyu pun menarik napas dalam-dalam, " Okeh, tapi sebelumnya kamu harus cium aku lebih dulu".
Kali ini Bella yang lemas mendengarnya. Tapi, mau tidak mau Bella akan melakukannya. Untungnya kedua orang tuanya sudah pergi dari kamarnya. Perlahan Bella mendekati wajah Wahyu lalu ia mencium pipi Wahyu.
"Udah kan? Cepat miring!", perintah Bella.
Namun, Wahyu merengek lagi minta di cium pipi yang lainnya. Bella pun menurutinya dan mencium pipi Wahyu sebelahnya lagi. Tapi, tidak sampai situ saja, setelah itu Wahyu malah minta cium di bibirnya.
"Ya ampun Mas, mau di suntik aja banyak banget sih ritualnya!", ucap Bella kesal setelah itu mencium bibir Wahyu dengan cepat karena ia sudah terlalu malu melakukannya lebih dahulu.
Kemudian, Bella memaksa tubuh Wahyu untuk miring. Dan..
"AAAaaaa!"
***
otor lagi meriang. maaf hari ini cuma 1 Bab. insha allah esok bisa sampe 2 bab
__ADS_1