Terbiasa Denganmu (Kisah Cinta CEO Amnesia)

Terbiasa Denganmu (Kisah Cinta CEO Amnesia)
Bab 23. Jangan Pisahkan Kami, Ayah


__ADS_3

Bella dan juga Wahyu sangat terkejut melihat kedatangan kedua orang tua Bella sudah berada di rumah mereka. Dan terlihat wajah mereka yang cemberut menandakan perasaan marah dan kecewa. Begitu turun dari motor, Bella langsung bersalaman dengan orang tuanya tak lupa juga ia memeluk dan mengucapkan kata rindu pada mereka. Berbeda dengan Wahyu, hatinya begitu merasa takut. Ia berpikir pasti orang tua Bella sudah tau semuanya dari warga.


"Bella, ayo kita pulang nak", ucap ayah Bella.


Deg. Bella maupun Wahyu sangat kaget mendengar kalimat tersebut. Terutama Wahyu, hatinya begitu perih. Mungkinkah itu pertanda bahwa dirinya akan berpisah dengan Bella. Dan sebenarnya Bella juga tidak menginginkan hal tersebut. Tapi, ayahnya menarik tangannya begitu saja untuk masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan Wahyu.


Bella memandangi Wahyu yang hanya diam berdiri tidak menghalanginya sama sekali. Jadi, Bella berpikir bahwa Wahyu memang menginginkan Bella keluar dari kehidupannya. Wahyu masih tetap berdiri di tempatnya sampai mobil itu berlalu pergi meninggalkannya.


Dalam perjalanan menuju rumah, Bella tidak mengucapkan sepatah kata pun. Termasuk kedua orang tua Bella. Keadaan di mobil itu sangat hening. Pikiran Bella masih berkutat pada Wahyu. Dalam hatinya ada rasa kasihan pada Wahyu. Tapi, yang sangat ia sayangkan adalah Wahyu tidak menghentikannya sama sekali.


Tidak lama kemudian, mereka pun sampai. Dan ayah Bella langsung pergi lagi untuk bekerja. Sembari berpesan agar menjaga Bella di rumah dan tidak boleh membiarkan Bella keluar dan bertemu siapapun. Tidak bisa di pungkiri hati Bella begitu sedih. Bella langsung masuk ke rumah dan terus masuk ke dalam kamarnya. Rasa yang sejak tadi di tahannya kini ia keluarkan semuanya. Hatinya begitu terluka mengingat kehancuran rumah tangganya.


July, ibu Bella menemui anaknya di kamar. Ia mengusap kepala Bella saat melihat Bella sedang menangis. Seketika Bella langsung memeluk ibunya. Ia tumpahkan semua kesedihan yang selama ini pendam. Ia menangis sampai terisak-isak. Dan July hanya diam sambil terus memeluk dan membelai kepala anaknya.


"Ma, maaf sudah membuat Mama dan Ayah malu", kata Bella sambil tersedu-sedu.


"Sudahlah, tidak apa-apa. Kamu tidak perlu menyalahkan diri kamu sendiri", jawab July sambil menghapus air mata Bella yang mengalir membasahi pipinya.


Namun, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. July langsung bergegas untuk melihat siapa yang datang ke rumahnya. Dan setelah mengintip dari jendela, July melihat Wahyu berada di depan pintu rumahnya. Kini, July bingung harus berbuat apa. Sedangkan suaminya telah melarang Bella untuk menemui siapa pun.


Wahyu terus mengetuk pintu sambil mengucapkan salam serta memanggil nama Bella dan ibunya. Bella mendengar suara yang tidak asing itu. Ia pun keluar kamar. Namun, Ibu menghalangi Bella dengan menyebutkan pesan dari ayahnya tadi.

__ADS_1


"Tapi itu mas Wahyu, Ma", ucap Bella lirih.


Dirinya sangat ingin bertemu dengan Wahyu. Dia akan sangat senang jika Wahyu akan mengajaknya pulang. Itu artinya Wahyu telah berubah dan tetap menginginkan dirinya. Tapi, July menegaskan bahwa Bella tidak boleh menemui siapapun tanpa terkecuali sampai ayah pulang ke rumah.


Dengan langkah gontai, Bella kembali ke kamarnya. Matanya tertuju pada tasnya. Kemudian ia membuka tasnya dan mengambil ponselnya. Ia mengetikkan sebuah pesan singkat untuk Wahyu sambil was-was takut kalau mamanya tahu.


Mas, aku tidak bisa keluar rumah dan tidak di perbolehkan menemui siapapun termasuk kamu. Jika kamu mau menemuiku, tunggulah sampai ayah pulang.


Pesan tersebut langsung dibaca oleh Wahyu. Begitu sakit hatinya menerima kenyataan bahwa dirinya tidak bisa menemui istrinya sendiri. Saat hatinya mulai nyaman dengan Bella malah masalah datang dan langsung membuatnya dirundung ke khawatiran yang teramat.


Sebenarnya Wahyu bisa saja datang ke kantor menemui ayah mertuanya. Tapi, mungkin tidak sopan membicarakan hal ini di kantor. Karena ini adalah masalah rumah tangganya. Dan akhirnya Wahyu pun memutuskan untuk menunggu ayah Bella pulang.


Dan waktu sore pun tiba, Wahyu langsung menyambut kepulangan ayah mertuanya. Ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan Surya, ayah Bella juga membalas mengulurkan tangannya juga.


"Ayah, izinkan saya membawa Bella pulang ke rumah kami", jawab Wahyu lirih.


"Kemarin, saya izinkan kamu membawa putriku bersamamu berharap dia mendapatkan kebahagian yang lebih dari kamu. Tapi, kamu malah menyia-nyiakannya", jawab Surya yang sedang menahan amarahnya.


"Maaf ayah. Saya bisa menerima hukuman apapun dari Ayah tapi, tolong jangan pisahkan kami", jawab Wahyu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Mereka tidak tahu, jika Bella sedang mengintip sekaligus mendengarkan pembicaraan suami dan ayahnya. Bella pun menangis kala mendengar permohonan yang begitu tulus dari Wahyu. Karena ini pertama kalinya Wahyu memperjuangkannya.

__ADS_1


"Apa kamu yakin dengan ucapanmu? Bukannya kamu sedang mengejar wanita lain? Tahu begitu saya tidak akan mau menikahkan kalian! Saya selalu berusaha membuat anak saya bahagia. Kamu malah seenaknya membuatnya menderita setiap saat. Saya tidak mau percaya dengan kamu! Bella tidak akan pulang dengan kamu dia akan tinggal di sini!", jelas Surya dengan tegas dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Tapi, Yah...", Ucap Wahyu yang ingin ikut masuk bersama Surya.


"Berhenti! Pergilah dari sini!", tegas Surya pada Wahyu.


Kemudian Surya menarik tangan Bella begitu ia nampak Bella di balik pintu. Bella memohon-mohon pada ayahnya untuk membiarkan dirinya sebentar saja menemui suaminya. Namun, Surya tidak mengizinkannya.


"Ayah, aku mohon. Sebentar aja Ayah. Aku mohon", pinta Bella sambil menangis.


Surya terus menatap Bella. Sebenarnya ia tidak tega melihat anaknya yang tengah memohon sampai menangis seperti itu. Biasanya ia selalu menuruti kemauan putri sematawayangnya itu. Tapi, kali ini ia sangat takut ketika ia menuruti keinginan Bella, maka Bella akan terluka lagi.


Dan dengan segenap rasa takutnya, rasa sayang dan kasihan pada anaknya lebih besar. Ia pun melepaskan genggaman tangannya dan Bella pun langsung berlari menemui Wahyu.


"Mas", panggil Bella.


Wahyu yang sudah melangkah untuk pulang langsung menoleh ke belakang. Wahyu langsung tersenyum melihat Bella yang datang menemuinya. Tidak pikir panjang lagi, Wahyu langsung memeluk Bella dengan sangat erat. Seperti mereka sudah lama tidak bertemu. Tentu hal itu membuat Bella terkejut. Lagi-lagi Bella merasakan hal yang belum ia rasakan sebelumnya saat bersama Wahyu.


Setelah puas, Wahyu melepaskan pelukkannya perlahan. Ia lalu menangkup wajah istrinya itu, "Ayo kita pulang".


Bella memegang jari tangan Wahyu yang melekat diwajahnya. Ia merasakan kehangatan di pipinya, "Maaf Mas, aku tidak bisa".

__ADS_1


***


__ADS_2