Terbiasa Denganmu (Kisah Cinta CEO Amnesia)

Terbiasa Denganmu (Kisah Cinta CEO Amnesia)
Bab 36. Kehamilan Bella


__ADS_3

Sore hari, Bella yang tengah berbaring di kasurnya teringat jika dirinya belum menyiapkan makanan untuk makan malam nanti bersama suaminya. Rasanya tubuhnya sangat berat untuk beranjak. Di tambah kepalanya yang pusing dan perutnya yang mual. Bisa saja mereka membeli makanan di warung. Tapi, Bella ingin sekali masak untuk Wahyu sekalian ingin memberitahukan tentang kehamilannya.


Brak! Bella mendengar suara pintu yang di dobrak. Bella buru-buru keluar dari kamar untuk melihat siapa yang telah mendobrak pintu rumahnya. Dan ternyata orang itu adalah Wahyu.


Wahyu masuk ke rumah dengan wajah muram. Ia langsung masuk ke kamar tanpa melihat wajah Bella sama sekali. Tentu, hal itu membuat Bella khawatir. Namun, Bella tidak ingin mengganggunya dulu. Lebih baik membiarkan ia sendirian dulu dari pada nanti Wahyu malah menjadi marah. Akhirnya Bella pun bergegas ke dapur untuk memasak.


***


Setelah selesai masak, Dini buru-buru membersihkan dirinya dan setelah itu ia langsung melaksanakan sholat maghrib. Sampai selesai Bella sholat, Wahyu masih saja diam dan lebih terlihat asik dengan gawai-nya.


Bella pun ikut diam saja. Ia keluar dari kamar dan menyiapkan makanan di meja makan. Setelah itu, ia memanggil Wahyu ke dalam kamar. Mengajaknya untuk makan bersama. Wahyu tidak menjawab apa-apa. Tapi, ia keluar kamar lalu makan bersama Bella.


Bella heran melihat sikap Wahyu yang terus mendiamkannya. Kalau Wahyu marah padanya, lalu apa kesalahannya? Bella berpikir keras sambil mengunyah makanannya. Lalu, ia teringat dengan kehamilannya.


"Mas", panggil Bella.


"Hm", jawab Wahyu singkat sambil mengunyah makanannya tanpa melihat ke arah Bella.


"Aku hamil", ucap Bella senang.


Namun, Wahyu sepertinya tidak suka. Ia menaruh sendoknya dan langsung masuk ke kamar lagi. Bella yang tadinya berharap Wahyu akan senang mendengar kabar tersebut. Langsung menjadi patah hati melihat sikap Wahyu yang begitu acuh. Bella sampai berpikir jika Wahyu tidak menginginkan kehamilannya. Kali ini Bella tidak mau diam saja. Ia harus mendapat penjelasan mengenai hal tersebut.


Bella pun mengikuti Wahyu masuk ke kamar. Ia melihat Wahyu telah duduk di tepi ranjang. Seperti sudah mengetahui jika Bella akan mengikutinya. Wahyu pun menatap tajam ke arah Bella dengan wajah yang terlihat marah.


"Ada apa ini Mas? Kenapa kamu menatapku seperti itu?", tanya Bella yang mulai kesal.


"Kenapa Bel? Kenapa aku harus mengetahui kehamilan kamu dari orang lain? Kenapa orang lain duluan yang tahu bukannya aku?", ungkap Wahyu kesal.

__ADS_1


Bella terdiam. Ia juga tidak menyangka jika ada yang memberitahu Wahyu lebih dahulu. Ia jadi teringat dengan percakapan antara dirinya dan Dini.


"Semua orang mengucapkan selamat padaku. Padahal aku juga belum tahu bahwa kamu hamil. Aku kecewa mereka lebih dulu tahu dari pada aku", lanjut Wahyu.


Kok bisa cepat banget sih beritanya tersebar. Perasaan baru tadi siang cerita sama Dini. Yang dengar juga cuma beberapa orang yang ada di kedai, ucap Bella dalam hati sambil berpikir.


"Aku minta maaf ya Mas. Aku nggak bermaksud seperti itu. Tadi itu..." ucapan Bella terputus.


"Sudahlah, semuanya sudah terjadi", jawab Wahyu sambil merebahkan tubuhnya dan membelakangi Bella.


"Jadi Mas nggak mau makan nih?", tanya Bella.


"Mas udah kenyang", jawab Wahyu.


Bella menjadi kesal. Dirinya sudah capek-capek masak tapi, Wahyu malah tidak mau makan. Karena itu pula Bella juga tidak bernafsu makan lagi. Ia sudah terlanjur sakit hati.


Mendengar hal itu, Wahyu menjadi panik. Karena akan membahayakan kondisi Bella yang sedang mengandung. Wahyu mencoba menasehati Bella agar ia segera makan. Tapi, Bella tetap keras kepala ia malah merebahkan tubuhnya di samping Wahyu dan membelakanginya.


Loh kok jadi Bella yang ngambek. Seharusnya kan aku? Kok malah terbalik gini sih? Batin Wahyu.


"Jangan sok ngebujuk aku! Aku mau tidur! Capek!", oceh Bella jutek.


"Bel, makan yuk", ajak Wahyu.


"Udah gak nafsu!"


Bella benar-benar marah dan kehilangan nafsu makannya. Itu juga karena perutnya yang selalu mual. Sedangkan Wahyu yang melihat Bella ngambek menjadi frustasi. Ia tidak mungkin membiarkan Bella tidak makan. Seingat Wahyu Bella tidak pernah ngambek seperti ini padanya setelah mereka pulang dari rumah orang tua Bella. Bella selalu bersikap manis padanya.

__ADS_1


Kemudian Wahyu keluar dari kamar begitu saja. Bella merasa bahwa Wahyu tidak benar-benar ingin membujuknya. Bella pun menangis melihat Wahyu yang begitu acuh padanya. Hatinya begitu terluka. Air matanya begitu banyak sampai membasahi bantal yang ia tiduri.


Klek! Tiba-tiba pintu terbuka. Bella langsung buru-buru mengusap air matanya dan berpura-pura sudah terlelap. Wahyu masuk ke dalam kamar sambil membawakan makanan untuk Bella. Wahyu melihat Bella tengah tertidur. Lalu, ia melihat lagi noda basah di bantal yang Bella tiduri. Ia yakin Bella belum tidur. Ada rasa bersalah di hati Wahyu. Kali ini lagi-lagi ia membuat Bella menangis.


Kemudian, ia meletakkan makanan itu di atas nakas. Ia duduk di pinggir ranjang di samping Bella. Ia pun mengelus rambut Bella dengan lembut.


"Bel, maaf ya. Mas nggak marah kok, beneran", ucap Wahyu.


Mendengar itu Bella tetap menutup matanya. Tapi, Bibirnya terlihat gemetar dan air matanya keluar. Lalu, Wahyu mengusap air mata Bella. Yang tadinya Wahyu duduk di atas ranjang, kini ia berjongkok di samping ranjang di hadapan wajah Bella.


"Jadi, kamu mau Mas gimana? Kalau kamu nangis terus Mas jadi bingung", tanya Wahyu dengan lembut.


"Kepalaku pusing banget Mas, perutku juga mual jadi gak selera makan", jawab Bella dengan alasan lain.


"Iya, namanya juga lagi hamil. Kamu yang sabar ya. Tapi, kamu harus makan juga. Mas suapin ya", bujuk Wahyu.


Perlahan Bella membuka matanya. Terlihat begitu basah karena air matanya. Wahyu pun tersenyum dan membantu Bella untuk duduk. Kemudian, pelan-pelan Wahyu menyuapi Bella.


"Mas juga harus makan", ucap Bella lirih.


"Iya, nanti selesai kamu makan. Mas akan makan juga", jawab Wahyu sambil tersenyum.


"Aku kira tadi, Mas nggak suka kalau aku hamil", ucap Bella yang teringat kejadian saat di meja makan tadi.


Wahyu pun tersenyum sambil masih menyuapi Bella. Ia menjelaskan bahwa dirinya sangat bahagia atas kehamilan Bella. Hal inilah yang di tunggu-tunggunya. Hanya saja dia cemburu karena bukan orang yang pertama yang Bella beritahu tentang kehamilannya. Tapi, Wahyu menyuruh Bella untuk melupakan kejadian tadi. Dia tidak marah pada Bella. Yang ada dia sangat mencintai Bella.


***

__ADS_1


__ADS_2