Terbiasa Denganmu (Kisah Cinta CEO Amnesia)

Terbiasa Denganmu (Kisah Cinta CEO Amnesia)
Bab 29. Pulanglah 2


__ADS_3

Di tempat lain, Wahyu terbangun dari tidurnya karena mendengar suara berisik. Ia membuka matanya dan mendapati dirinya tidak sedang di kamarnya. Ia baru ingat, malam itu ia tidur di kamar istrinya di rumah mertuanya.


Suara berisik itu berasal dari kamar mandi. Wahyu melihat jam sudah menunjukkan pukul 5.30 wib. Kini ia merasakan tubuhnya sudah jauh lebih baik. Dan tidak lama kemudian, Bella keluar dari kamar mandi. Wahyu tersenyum padanya dan Bella juga membalas senyuman itu. Bella menyuruh Wahyu untuk segera mandi jika badannya sudah tidak demam lagi.


Usai mengerjakan sholat subuh, Bella langsung bergegas ke dapur. Ternyata di sana sudah ada ibunya. Ia pun segera membantu ibunya untuk menyiapkan sarapan.


"Bagaimana keadaan Wahyu?", tanya ibunya sambil menggoreng telur.


"Alhamdulillah sudah membaik, Ma", jawab Bella.


"Alhamdulillah. Em, kamu mau pulang dengan Wahyu?", tanya ibunya lagi.


"Mau Ma. Tapi, Ayah sepertinya masih ragu", jawab Bella sedih.


"Ya sudah, nanti Mama yang coba jelaskan sama Ayah ya".


"Beneran Ma?", tanya Bella yang masih belum percaya. Kemudian ibunya mengangguk dan tersenyum menandakan ia serius dengan ucapannya. Bella begitu senang dan langsung memeluk ibunya. "Makasih ya, Ma", ucap Bella lagi dan mengecup pipi ibunya.

__ADS_1


"Sama-sama sayang. Mama cuma ingin melihat kamu bahagia. Dan Mama melihat kamu begitu ceria pagi ini. Semoga kamu selalu seperti ini. Dan Mama berharap kalian akan selalu saling mencintai", ucap ibunya dengan mata yang berkaca-kaca.


Bella pun mengeluarkan air matanya mendengar harapan sang ibu. Ia memeluk ibunya lagi dengan erat. Setelah itu mereka pun kembali melanjutkan kegiatan mereka tadi.


Setelah selesai masak dan menatanya di meja makan, Bella segera ke kamarnya untuk menemui suaminya. Bella mendekat pada suaminya yang tengah duduk di pinggir ranjang sambil melihat foto Bella yang tadinya berada di atas nakas.


"Sarapan yuk. Aku dan Mama udah masak nasi goreng", ajak Bella.


Wahyu melihat Bella sambil tersenyum. Lalu ia meletakkan foto itu kembali ke asalnya. Dan Wahyu pun menarik Bella untuk duduk di pangkuannya. Hal itu membuat jantung Bella berdegup kencang. Karena ia belum pernah seperti ini sebelumnya. Kemudian Wahyu memeluknya, meletakkan kepalanya di dada Bella. Ia pun dapat mendengar betapa kencangnya detakan jantung Bella.


"Ada apa Mas?", tanya Bella yang bingung dengan tingkah suaminya.


Bella pun menjadi tersipu malu mendengarnya. Sebenarnya ia juga ingin membalas pelukan Wahyu. Tapi, ia sangat malu. Lagi-lagi Bella mengajaknya untuk sarapan. Tapi, Wahyu belum juga mau. Ia masih ingin berada di pelukan Bella.


Di sisi lain, Surya sudah berada di meja makan. Ia sedang membaca koran sambil menunggu istrinya menyiapkan sarapannya.


"Mas, apa tidak sebaiknya kamu mengizinkan Wahyu membawa Bella pulang?", ucap Ira, istrinya.

__ADS_1


"Rasanya hatiku belum percaya pada Wahyu", jawabnya sambil melipat koran yang dipegangnya.


"Apa yang masih mengganggu pikiran mu, Mas? Kamu tidak lihat betapa bahagianya mereka saat bertemu. Berikan saja mereka kesempatan, Mas. Sebagai orang tua, kita doakan mereka selalu bahagia dan selalu bersama", jelas Ira.


Di saat Surya masih berpikir, Bella dan Wahyu keluar dari kamar mereka dan berjalan menuju meja makan. Mereka duduk bersama untuk makan bersama.


Bella mengambilkan piring beserta nasi goreng dan telur ceplok untuk Wahyu. Setelah memberikannya pada Wahyu, Bella mengambil untuk dirinya sendiri. Mereka sarapan bersama tanpa membicarakan apapun. Hanya ada bunyi detingan sendok dan piring. Sambil makan, Surya melihat Bella dan Wahyu yang terus saling memandang sambil makan.


"Pulanglah", ucap Surya tiba-tiba.


Jelas membuat yang lainnya menghentikan kegiatan makan mereka. Termasuk Bella yang langsung bertanya lagi apa yang telah diucapkan Ayahnya barusan.


"Ya, ayah mengizinkan kalian pulang bersama. Tapi, kalian masih dalam pengawasan Ayah. Ayah tidak mau hal seperti ini terulang lagi", jawab Surya.


Sontak Bella berdiri dari duduknya dan mendekati ayahnya kemudian memeluknya dan menciumi pipi ayahnya sebagai ucapan terimakasihnya.


Tidak menunggu waktu lebih lama lagi, usai sarapan, Bella dan Wahyu langsung berpamitan kepada kedua orang tua mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2