
...Happy Reading...
...****************...
Kezia menatap nanar kepergian Abizar. Kilatan bening terpancar dari kedua matanya yang berkaca-kaca. Walaupun ia tidak tahu maksud dari kedatangan Selena, tetap saja hatinya begitu terluka.
"Ayo, Mbak, kita temui tante Angel!"
Ajakan Aruna mengembalikan pikiran Kezia yang hampir menghilang terbawa bayangan Abizar, lalu menoleh pada adiknya dan menganggukkan kepala tanda iya. Kezia sudah pasrah, mungkin jodohnya dengan Abizar hanya sampai di sini saja.
...****************...
"Tadi itu Mbak Kezia, ya?" Selena bertanya saat dirinya duduk bersebelahan dengan Abizar di dalam mobil. Setelah beberapa saat mereka saling diam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Abizar sejenak menoleh menatap Selena, lalu berpaling lagi ke jalan raya. "Iya," jawabnya singkat.
"Dia cantik, ya. Terlihat dewasa dan penuh kharisma."
Abizar tak lantas menjawabnya, tetapi dalam hatinya membenarkan perkataan Selena.
Selena yang gemas karena Abizar diam saja pun sedikit memiringkan duduknya. Menghadapkan tubuhnya pada Abizar yang tengah sibuk mengemudikan mobil. "Kak Abi yakin mau menceraikan dia? Katanya cinta?" tanyanya semakin menyudutkan Abizar.
__ADS_1
"Bisa nggak, jangan bahas itu?" pinta Abizar sedikit malas. Ia tidak mau membuat lukanya kembali tergores.
Selena berdecak sambil menghadap ke depan lagi. Kedua tangannya pun dilipat di depan dada. "Aku, kan, cuma nanya," decaknya kesal. "Lagian walaupun Kak Abi jadi bercerai dengan dia, hubungan kita tetap putus juga, kan? Aku nggak akan bisa jadi penggantinya, karena aku hanya sebatas selingan saja," lanjut Selena sambil menundukkan kepala. Tangannya sudah tak lagi di atas dada, perlahan turun seiring dengan rasa kecewanya.
Abizar menghela napasnya, lalu sebelah tangannya menyentuh punggung tangan Selena. "Aku minta maaf, Sel. Aku memang salah sama kamu, tapi aku nggak pernah menganggap kamu sebagai selingan waktu itu. Andai aku bisa mengontrol perasaanku, tidak mungkin aku menyakiti kamu ... aku hanya mau kamu bahagia tanpa aku," sesalnya tidak berdaya.
Abizar dengan tegas berkata demikian, karena tidak mungkin baginya untuk kembali menjalin hubungan dengan Selena. Hati Abizar sudah terpatri oleh sosok Kezia. Perempuan yang berusia lebih tua darinya itu sudah berhasil membelenggu cintanya. Hati Abizar terjebak cinta mbak-mbak, tetapi sayangnya semesta sepertinya tidak berkehendak kepadanya.
"Ya, Kak Abi memang salah. Andai saja waktu itu Kak Abi berkata jujur kalau sudah menikah, bukan hanya dijodohkan saja, mungkin saat itu aku akan menolak untuk melanjutkan hubungan kita, dan rasa sakitku tidak akan separah ini," ketus Selena. Memasang wajah sedih bercampur murka, tetapi beberapa detik kemudian senyuman tipis tercetak di bibirnya.
"Tapi nggak pa-pa, kok. Aku akan belajar ikhlas seperti Kak Abi yang merelakan Mbak Kezia bahagia dengan pilihannya," ucap Selena lagi. Begitulah definisi ikhlas yang Abizar katakan waktu itu kepada Selena. Senyuman manis masih tergambar di bibirnya yang tipis.
"Makasih, ya," balas Abizar sambil tersenyum juga.
Ia berusaha fokus pada jalanan, walaupun pikirannya kadang menerawang. Abizar bukannya tidak mau bersama dengan Kezia lagi, tetapi kesehatan sang ibu kini lebih penting baginya. Ia tidak ingin membuat mamanya sakit karena ulahnya. Bagi Abizar Angelina adalah perempuan pertama yang harus dia junjung tinggi derajatnya.
Lagipula Kezia juga sudah membencinya, jadi rasanya percuma saja, jika Abizar harus berjuang tanpa ada yang bisa ia menangkan.
"Yang menginginkan perceraian itu bukan aku, melainkan dia dan keluarganya. Aku hanya mempermudah jalannya saja. Jika perceraian bisa membuat Mbak Zee bahagia, aku bisa apa selain memenuhinya?" seloroh Abizar. Embusan napasnya terdengar kasar saat kata-kata itu terlontar.
Selena meringis sedih sambil mengerutkan dahi. Ia merasa kasihan dengan nasib cinta Abizar. Mungkin itu adalah karma karena sudah menyakiti hatinya, tetapi Selena tidak setega itu untuk mengatakannya.
__ADS_1
"Kak Abi yang sabar, ya!" Hanya kalimat itu yang bisa Selena ucapkan untuk menguatkan hati Abizar. Hampir saja cairan bening yang sudah membendung di pelupuk matanya keluar, jika saja ia tidak mengerjap beberapa kali sambil mendongakkan pandangan.
Abizar sekilas menoleh sambil tersenyum, "Udah, lah, lupakan masalah aku! Lebih baik kamu fokus sama masa depan kamu," ucapnya, lalu membanting setir kemudinya ke kanan saat menemukan persimpangan jalan.
"Kalau sudah sampai Jepang kabari aku, ya! Aku harap kamu tidak membenci aku dan masih menganggapku sebagai teman kamu. Satu lagi, kamu harus cepat move on dari aku. Kalau mau nikah jangan lupa kasih undangan," lanjut Abizar sambil terkekeh. Ia berusaha mengalihkan pembicaraan yang isinya cuma kesedihan, sedikit candaan mungkin bisa menghilangkan sedikit beban pikiran.
Kedatangan Selena ke rumahnya Abizar memang untuk berpamitan kembali ke negaranya, sekaligus untuk menjenguk Angelina.
Selena berdecak, lalu mencebikkan bibirnya mendengar itu. Ia berusaha mengimbangi kepura-puraan Abizar yang seolah tegar. "Aku pasti akan cepat move on, kok. Aku, kan, cantik. Pasti banyak laki-laki yang tertarik sama aku," cetus Selena membanggakan diri.
Abizar pun tersenyum. "Iya, aku percaya. Kamu memang cantik, tapi kamu juga harus pandai menjaga hati. Jangan sampai tertipu sama buaya lagi," kelakarnya.
"Iya, kamu memang buaya darat, Kak Abi. Lelaki yang paling menyebalkan di dunia ini," tukas Selena sambil memukul bahu lelaki itu.
Abizar tertawa melihat Selena memberengut. Melihat perempuan yang sudah dia sakiti tidak lagi marah kepadanya, Abizar merasa sedikit lega.
...****************...
...To be continued...
Sambil nunggu up mampir dulu, ya
__ADS_1