Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2

Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2
Menjalin Hubungan


__ADS_3

Hari ini Lila benar benar bahagia, Dia benar benar merasakan yang nama nya kencan dengan Brian yang sekarang sudah menjadi pacar nya.


Entah sejak kapan tapi yang pasti saat Lila dengan berani meminta Brian menjadi pacar nya gila bukan ?


" Loh Car ? Kita mau ngapain kesini ?" Tanya Lila saat mereka sampai di gedung tinggi yang di yakini Lila sebagai Tempat tinggal nya para Manusia berdompet tebal.


Alias kaya !


Terlihat dari nama sebuah gedung tinggi dengan harga jual per Unit kamar nya yang luar biasa.


" Temani aku berjumpa Aliya, Aku ingin minta maaf karena telah mangkir dan melupakan Hati peluncuran produk itu. " Lila mengeryit heran.


Tapi detik berikut nya dia berjalan mengikuti Brian.


" Gandeng kek Kak, Kaku banget !" Gerutu Lila lagi.


Brian hanya tersenyum gemas dan mengambil tangan Lila dan mengandeng nya.


Lila senang bukan main saat melihat tangan nya di genggam oleh Brian sebagai pacar nya saat ini.


Ingat ya Genks ! Pacaran !


?"Mereka sudah keluar dari lift dan menuju Unit Aliya yang hanya ada 5 unit saja di lantai 21 itu.


Bel di tekan Brian berulang kali, Bahkan sudah menunggu selama 5 menit tapi tidak juga terbuka.


Bahkan seperti tidak berpenghuni.


Tak lama ada seorang Yang menjadi petugas kebersihan yang keluar dari unit itu saat Brian dan Lila mulai lelah.


" Maaf, Cari siapa ?" Tanya Wanita yang di perkirakan Brian berusia 40 tahunan.


" Hm pemilik Unit ini dimana ? Aliya atau Alina ? " Tanya Brian.


" Non, Oh, Non Alina nganter Non Aliya ke bandara Tuan, Non Aliya mau balik ke Korea kata nya " Jawab Bibi itu.


Raut wajah Brian langsung berubah, Namun detik selanjut nya dia merubah nya agar Lila tidak merasa Cemburu.


Cemburu ? Sejak kapan Brian memikirkan perasaan orang lain. Entah lah.


" Oh, Baik lah. Terima kasih. " Brian kembali menarik tangan Lila dan mereka turun dari lantai 21 itu.


Saat sampai di bawah Brian dan Lila bertemu dengan Alina yang mungkin saja baru pulang mengantar Aliya.


Aliya yang melihat Brian pun ikut kesal. Karena secara tidak sengaja dia mempermalukan adik kembar nya itu..


Alina pura pura tidak tau dan langsung masuk ke Gedung Tinggi itu tanpa melihat Brian.


Namun Brian langsung mencegah nya.


" Alina..." Lila masih diam.

__ADS_1


Apakan ini kembaran nya Kak Aliya ? Tapi kenapa beda sekali ?


" Apa ?" Tanya Alina dengan ketus.


Lila sampai kaget, Wanita ini sangat elegant dan berkelas. Jangan lupakan tatapan tajam nya dan sikap Arrogant nya melebur menjadi satu.



Alina melipat kedua tangan nya menatap Brian dengan tatapan tajam nya .


" Dimana Aliya ?" Lagi dan Lagi Alina menatap Brian dengan tatapan mengintimidasi nya.


" Pulang !" Jawab Alina sinis.


" Tapi kenapa ? Apa karena aku melupakan Acara nya ? lalu dia marah ? Bahkan sampai memblokir nomor ponsel ku. " Lila kaget.


Apa sampai segitu nya kakak Cantik yang bernama Aliya itu pergi ? Dan memblokir nomor ponsel pacar nya.


" Kenapa kau tanyakan pada ku ? Kau tanyakan sendiri saja pada nya. " Masih ketus dsn menatap tajam pasangan di hadapan nya itu .


Sial sekali kan ? Saat adik nya mulai kembali menata hati nya setelah kepergian orang yang di cintai nya semasa Sekolah hingga kuliah. Harus Meninggal kan nya karena sebuah rasa sakit yang di derita nya.


Auto Imun yang merenggut nyawa nya.


Sejak saat itu lah, Aliya yabg manja dan manis berubah menjadi dingin dan arrogant demi menutupi kesedihan hati nya.


Tapi, Saat dia mulai terbuka dia harus menelan kecewa lagi akan sosok Pria di hadapan nya. Ya Walau Aliya tidak bicara secara langsung pada nya, Tapi Alina tau bahwa Aliya mulai tertarik pada Brian.


Alina yang mengerti arti tatapan mata Lila pada nya pun menembak langsung ke sasaran di depan nya.


" Kau tidak mengenal ku , Dan aku tidak mengenal mu. Jadi jangan pernah coba coba atau berani mengutuk ku dalam hati mu ! Karena penyakit paling bahaya adalah penyakit hati ! Iri dan dengki !"


Deg !


Lila mati kutu di tempat nya, Dia tidak bermaksud seperti itu, Tapi memang menurut nya Alina adalah wanita yang arrogant. Dia tidak salah bukan ?


" Alina, Dia kekasih ku. Jangan bicara seperti itu pada nya. " Bela Brian.


Walau bagaimana pun dia tidak akan membiarkan Lila menjadi sasaran empuk seorang wanita seperti Alina Arrasha Wook itu.


Karena di dalam diri nya Alina dan Aliya mengalir deras Arrasha dan Young.


Setidak nya hati Lila bahagia karena Brian mau membela nya.


" Maka pastikan mata kekasih mu tidak menghardik ku. Oh iya ini uang yabg kau berikan waktu itu. Untuk membayar Wife rumah kami. " Alina menyerahkan uang itu pada Brian dan langsung meninggalkan sepasang kekasih itu.


Brian sudah terlambat untuk minta maaf, Dan Lila menyadari rasa bersalah pacar nya itu.


" Semangat...Nanti kita ke Korea untuk minta maaf sama Kak Aliya ya. Udah dong ih . jangan murung gitu...Kata nya mau pacaran. " Brian sedikit tersenyum pada Lila dan mereka kembali ke motor dan menuju tempat selanjut nya.


Brian membawa Lila ke Rumah yang akan menjadi tempat tinggal nya bersama para pria bujang itu.

__ADS_1


" Rumah siapa kak ?" Tanya Lila penasaran


" Rumah kita dan anak anak kita ya ???" Tanya Lila antusias.



Brian sengaja memilih Konsep rumah kaca yang bisa menyerap dan menyimpan energi panas untuk menghemat listrik agar tidak banyak membebani Negara.


" Pikiran kamu kejauhan !" Brian mendorong kening Lila dengan jari telunjuk nya dan kembali mengetuk ngetuk nya dengan pelan .


" His...Masih jauh ya ???Deketin aja kenapa biar cepat *** ***. " Jawab Lila dengan santai.


Santai di Lila tidak di Brian. Dia benar benar kaget dengan semua ucapan Lila tadi.


" Bicara sewajar nya saja Lila. " Lembut tapi terkesan dingin jawaban dari Brian .


" Lah, Terus mau apa kesini ?"


" Makan malam lah. Kau gak tau ini sudah hampir malam ?"


" Lah, Kenapa gak beli aja tadi ?" Tanya Lila santai.


Hari ini memang mereka banyak jalan jalan dan lagi pula Lila Free hari ini.


Brian diam di tempat nya. Lalu berbalik melihat ke arah Lila.


" Kamu gak bisa masak ?" Tanya Brian.


Lila menggeleng lalu menjawab .


" Enggak. " Jawab nya dengan senyuman.


" Jangan kan masak, Cuci piring aja aku gak tau gimana cara nya. " Jujur Lila.


Brian kaget, Lila tidak bisa apa apa ? Tapi percaya, Karena Lila anak orang kaya


Lalu apa kabar dengan Lea ? Bahkan dia biasa mencuci piring nya walau hanya bekas makan atau bekas masker wajah nya .


Lalu Lila ?


" Maka untuk menjadi istri ku harus bisa memasak !. Karena kata Mama ku, Wanita memang harus bisa memasak. Walau terlahir sebagai orang berada, Tapi suatu saat suami mu kelak akan meminta mu memasak untuk nya walau memiliki Pelayan dirumah. " Lila kaget dan tercengang disana.


" Maaf bukan maksud membanding kan atau mencari pembantu, Bukan istri. Tapi, Lea pun bisa melakukan nya. Walau tidak mahir setidak nya dia tidak selalu merepot kan orang lain. " Lanjut Brian.


Lila merasa hati nya sedikit tercubit disini . Semua yang di katakan Brian ada benar nya juga bukan ?


Baik lah, Dia akan belajar memasak mulai saat ini untuk bisa menyenangkan Brian kelak.


...❤️❤️❤️...


...Brian ❤️ Lila ...

__ADS_1


__ADS_2