
Lila sudah kembali kerumah nya, Dsn kini dia sudah bergabung dengan group Emak Komplek sana.
Mereka mengadakan Arisan mingguan, Baik yang Muslin dan Non Muslim juga ikut.
Acara mereka bukan acara heboh ala ala emak silosialita...
Acara emak komplek sini adalah acara santunan anak yatim setiap Minggu mereka berkumpul.
Emak G4uL
" Mak, Kerumah bisa ? Ajak ibu juga bunda. Lila mau ngomong penting .
" Oke, Otw neng. " Balas emak nya Jaka.
Tak lama mereka sudah sampai di rumah Lila.
" Ada apa neng ?" Tanya emak nya Jaka.
" Mak, Emak tau kan kalau Mama Vio sakit ?" Mereka semua saling pandang dan mencari jawaban atas apa yang menimpa mereka.
" Tau neng. Kita tau. "
" Terus gimana Mak ? Aku mau ngajak Mama cuci darah, Tapi gimana ? Obat obatan Dokter juga ramuan mak. Kita harus coba itu semua untuk Mama. " Mereka kembali saling tatap.
" Oke. Nanti kita bantu neng. Tenang aja. Kita bantu demi Nyonya BerUang !"
" Beruang ?" Tanya Lila yang tidak mengerti.
" Ber Uang neng..." Tegas Ibu nya Dimas.
" Oh, Oke. " Balas Lila.
Cukup lama mereka berbincang, Bahkan Mereka juga membantu Lila memasak.
Dan menu makan malam kali ini, Ikan Gurame asem manis, Tumis kangkung dan Jus Jeruk saja.
" Sayang...Aku pulang..." Ucap Brian saat masuk ke dalam rumah.
" Maaf gak bisa peluk. Aku mandi dulu ya. " Ucap Brian langsung bergegas masuk ke dalam kamat untuk membersihkan diri.
Lalu tak lama Brian turun dan sudah segar.
" Sayang...Maaf lama menunggu. " Brian mencium puncak kepala Lila yang menunggu nya di meja makan.
Lila tersenyum senang saat melihat Brian.
" Makan kak ?" Brian mengangguk.
" Siapa yang masak ? Kamu makin jago ya..."
" Emak tadi kesini sama genk nya. Mereka mau ajarin aku masak setiap hari kata nya. Biar suami betah dirumah. Besok Emak mau bawain kamu rendang jengkol Kata nya. "
" Oh ya ?" Tanya Brian antusias.
" Kakak gak takut makan jengkol ?" Brian menggeleng disana.
" Yaudah makan yuk. " Mereka mulai makan malam dengan bahagia.
Brian sesekali tersenyum manis untuk istri nya.
Jika di lihat begini istri nya itu sangat luar biasa cantik nya.
" Kok gitu ngeliat nya ?" Tanya Lila disana.
__ADS_1
" Kamu cantik. " Jawab Brian di sela sela kunyahan nya.
Lila tersipu malu disana.
Mereka kembali melanjutkan makan malam mereka hingga kini mereka sudah di kamar, Lila menyetel tv untuk menonton drama Dan Brian sibuk dengan Ipad nya dan sesekali mengecek berkas pengajuan kontrak kerja sama dan di tandai nya lebih dulu.
Jadi besok tinggal eksekusi nya saja.
" Kak, " Panggil Lila yang kini berada di dekapan suami Tampan nya.
" Ya sayang ?" Tersenyum-senyum sekilas lalu kembali pada Ipad nya.
" Menurut kamu Mama Vio sakit gak sih ? Kok aku liat pucet gitu. " Sebisa mungkin Lila berhati hati agar suami nya bisa mengerti dan mengambil langkah.
" Maksud kamu ?" Tanya Brian ingin memastikan.
Dia tau bahwa istri nya seorang dokter. Ya walau pun dokter anak tapi Lila bisa melihat mana yang sehat mana yang tidak bukan ?
" Gak tau ya kak, Aku ngerasa aneh aja. Apa orang rumah gak pada tau ?" Tanya Lila lagi.
Brian langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Lea.
" Dimana Le ?" Tanya Brian saat sambungan telepon nya di jawab Lea.
" Dirumah Kak, Kenapa ?" Tanya Lea yang baru melakukan skincara malam nya.
" Mama gimana sehat ?" Lea kaget tapi kembali teringat sesuatu.
" Tunggu kak, Aku kunci pintu dulu. " Lea mengunci pintu dan dia kembali duduk ke tempat tidur nya.
" Aku kemaren dapet obat gitu, Kata Tiva obat Mommy, Jadi aku ambil, Gak ada bacaan dan keterangan nya juga. jadi aku ambil terus aku cek ke lab. Tapi belum aku buka. Soal nya lupa. " Lalu Lea membuka nya.
Deg !
" Kak, ...Mommy..."
" Le, Lea...Kenapa Mommy ? " Tanya Brian panik...
Tak lama pintu kamar Lea di ketuk dan dengan segera dia membuka nya.
" Non, Nyonya Non, Nyonya..."
" Mama kenapa Tiva ?" Tanya Lea panik.
" Nyonya pingsan..."
Deg !.
Jantung Lea berdegup kencang, Dia langsung berlari begitu saja menuju kamar Mommy dan Daddy nya.
" Dad, Apa yang terjadi ?" Tanya Lea panik.
" Mommy mu pingsan. Daddy tidak tau kenapa. " Lea yang panik langsung meminta Daddy nya untuk membawa Mommy nya kerumah sakit.
" Dad, Siapkan Helikopter nya. Mommy harus di rawat. " Ucap Lea panik.
Gale juga panik langsung membawa Viona nya. Lalu Lea kembali teringat ponsel nya.
" Kak, Susul kami kerumah sakit, Mommy pingsan. " Brian yang Kaget langsung melepaskan pelukan nya bersama Lila dan menatap istri nya.
" Kenapa kak ?" Tanya Lea tak kalah panik nya.
" Mama, Pingsan dan Lea membawa nya kerumah sakit bersama Papa. " Lila tak kalah kaget nya.
__ADS_1
Mereka langsung bergegas kerumah sakit dan Lila tak kalah panik nya.
Sementara di dalam helikopter Gale terus memegang tangan Viona dengan erat dan menciumi nya.
" Ku mohon bertahan demi aku, Demi cinta kita Darl..." Ucap Gale di sela sela kepanikan nya.
" Dad, Mama akan baik baik saja. " Lea mencoba menenangkan kan nya sampai saat mereka sampai di atap gedung rumah sakit, Brangkar pasien sudah menunggu mereka.
" Maaf, Tuan. Mohon tunggu di luar. Pasien sedang kritis. "
Kritis ?
Gale kaget, Apa maksud nya kritis ?
Ada apa ini ?
" Jaga bicara mu ! Apa maksud mu ?" Tanya Gale emosi.
" Dad, Biar dokter yang menangani Mommy Mommy membutuh kan pertolongan secepat nya. " Semakin gusar Gale di buat nya.
Ada apa ini ?
" Apa maksud nya ini Princess ? Ada apa ?" Tanya Gale panik.
" Pa, Lea..." Brian yang tak kalah panik nya datang mendekat bersama Lila.
" Pa, Mama pasti baik baik saja. " Semua orang menatap ke arah nya.
Terutama Gale !
Dia bisa menilai sesuatu disini.
" Apa yang kau ketahui ?" Tanya Gale menatap tajam ke Lila.
" Mama..."
" Mommy sakit Ginjal !"
Deg !
Gale menatap Lea, Kenapa dia tidak tau ini ?
" Princess ?" Panggil Gale.
" Mama Sakit Ginjal Pa, Dan selama ini Mama menyimpan semua nya agar tidak menyakiti semua orang . " Penjelasan Lila membuat nya mati seketika.
" Viona, Darl..." Lirih Gale disana.
Tubuh nya terasa lemah dan berdaya saat mengetahui fakta ini.
Gale terjatuh dan terduduk di lantai.
" Pa, Dad " Brian,Lila dan Lea langsung menghampiri Gale disana.
" Papa kuat, Mama juga kuat. Kita percayakan pada dokter dulu. Ya Pa. Mama gak mau liat Papa seperti ini. Mama mau Papa terus tersenyum... " Ucap Lila disana.
" Tersenyum ? Apa yang harus ku senyum kan ? Separuh jiwa ku sedang berada di dalam sana ? Berjuang dengan semua rasa sakit nya ? Dia bukan hanya separuh jiwa ku, Tapi dia penguasa seluruh jiwa ku. " Betapa haru nya Lila disana.
Cinta Papa mertua nya sangat luar biasa disini.
Luar biasa ? Itu lah yang di ketahui Lila tentang semua ini cinta Mama dan Papa mertua nya itu.
" Darl, Kau berbohong pada ku Viona, Dimana Janji mu dulu untuk selalu membagi semua rasa mu pada ku ? Darl,..." Lirih Gale tadi menjambak rambut nya dengan kasar meluapkan sakit hati nya.
...❤️❤️❤️ ...
__ADS_1