
Setelah pulang dari Mall yang hanya beberapa saat saja, Lila pulang kerumah orang tua nya.
Lebih tepat nya pulang ke rumah keluarga Grey, Dia di antar Brian dan Brian kembali ke rumah sakit.
Urgen !
" Tuan, Tuan Brian ?" Panggil salah satu dokter namun tidak ada jawaban dari Brian.
" Kak, Are u oke ?" Tanya Lea pada Brian yang kini tersadar dari lamunan nya.
" Oh, Oke. Maaf tidak fokus. " Brian memijat kening nya yang mulai merasakan kepala nya berdenyut.
Entah lah, Rasa nya sedikit nyeri dsn sakit.
Apakah ini yang di nama kan sakit hati ?
Mungkin !
" Lanjutkan !" Titah Brian dengan kode tangan nya.
Lea, Dia tau pasti keadaan kakak nya sedang tidak baik baik saja saat ini.
Terbukti ada nya dengan tidak fokus nya Brian dalam rapat kali ini.
Dan Lea tau ini ada masalah serius bukan hanya sekedar sakit kepala biasa.
Rapat selesai, Mereka akan menindak lanjuti kasus penuntutan atas rumah sakit mereka.
Semua di siapkan Oleh mereka. Dari tim kuasa hukum yang siap menggali lebih dalam lagi masalah ini...
" Kak, ?"
" Im oke Princess..." Ucap Brian tulus pada Lea.
Dia mengusap puncak kepala adik perempuan nya itu dengan penuh kasih sayang.
" Kak, Aku tau kakak tidak baik baik saja. ,"
" Hanya kelelahan saja. "
" Kak, ?"
" Lea, Kerjaan kakak banyak Princess, jadi ya sudah resiko. " Lea hanya bisa menghela nafas nya berat.
Membuat Brian bicara apa yabg dirasakan nya sangat sangat mustahil bagi mereka.
Karena pria itu lebih suka dan menanggung segala nya sendirian tanpa ingin berbagi sedikit pun.
" Oke, Kakak kembali ke kantor dulu, Meeting sudah di tunda selama 2 jam gara gara masalah ini. " Lea mengangguk.
" Hati hati, Jaga kesehatan. " Brian tersenyum tipis dan membawa Lea ke dalam pelukan hangat nya.
" Oke, Kakak berangkat, Seperti nya malam nanti kakak tidak pulang. "
" Iya, GWS brother. "
" Thanks..." Akhir nya Brian benar benar meninggalkan ruangan rapat di rumah sakit ini.
Dia menyerahkan pengurusan rumah sakit ini pada Lea selaku wakil direktur rumah sakit ini.
Di perjalanan dan saat menghadiri meeting pun Brian tetap sama.
Pikiran nya seolah kosong.
Hati nya juga merasa kosong disini.
Tapi apa mau di kata ?
" Nih, Salad buah !" Jaka meletakan semangkuk salad buah serta jus sehat ala Brian.
Brian melihat itu dan terlihat enggan tidak enggan.
" Gue gak mau tanya lo kenapa ! Tapi disini saat ini anggap kita temenan, Bro banget kan ? Jadi jangan ada cerita ala bos dan anak buah. !" Dimas mengangguk.
Angga ? Dia hanya menyimak.
__ADS_1
" Gue baik baik aja. "
" Lo gak baik baik aja Brian !" Sergah Dimas cepat.
Lagi lagi Brian hanya bisa menghela nafas nya berat.
" Lo butuh cuti ! Gue kasih jadwal kosong 3 hari !" Ucap Angga menengahi.
Jaka dan Dimas mengangguk membenarkan.
" Kerjaan gue banyak Ngga. "
" Kita bisa ngehandle !"
" Gak, Gue gak bisa ninggalin kerjaan yang banyak gini. " Kekeuh Brian.
Ketiga teman nya hanya bisa menghela nafas nya berat saja.
Membujuk Brian ? Sulit bro !.
" Ya kalau gitu Fokus ! Fokus lo kemana sih ?" Angga
" Capek aja !"
" Istirahat ! Apalagi ?" Kali ini mungkin Angga yang sedang aktiv .
Brian melihat asisten nya itu dengan pandangan berbeda
" Udah, Kerja aja yuk. Gue mau berangkat ke Boston dua hati lagi. Gue mau liat Daddy. "
" Oh, Emang sih Bos beneran gak mau pulang lagi ,? gila sih cinta mereka. Parah !" Imbuh Jaka.
" Bro, satu lagi, Soal Anita--"
" Gue tau ! Maka tugas lo buat dia ngerti kalau gue gak tertarik sama dia ,!" Brian memotong ucapan Dimas langsung.
Dan Dimas mengerti.
Mereka kembali bekerja hingga malam tiba, Pukul 20.12 Brian baru sampai dirumah keluarga istri nya.
Saat ini, Dia sedang melihat keharmonisan keluarga istri nya itu.
Dan kini, Lila sedang berbaring di pangkuan Daddy nya di sofa.
" Malam semua..." Sapa Brian ramah.
Semua menatap ke arah sumber suara dan ternyata Brian yang disana.
Dia juga melihat istri nya sibuk dengan ponsel nya.
" Eh, Kakak, Baru pulang ?" Tanya Lila pada Brian yang tidak melepas ponsel di tangan nya.
" Iya, Banyak kerjaan. Yasudah semua nya. Brian pamit dulu ya, Lengket. " Lila mengangguk.
" Segera lah gurun untuk makan malam Bri. " Brian tersenyum manis saat ibu mertua nya perhatian.
" Iya, Mom. Brian ke atas dulu. " Mereka semua mengangguk.
Brian sudah hilang di balik pintu lift menuju kamar mereka di lantai atas.
Tapi ada yang aneh disini, Kenapa Lila gak ikut ke atas ,? Membantu suami nya ?
" Kenapa ?" Tanya Lila heran saat semua menatap ke arah nya.
" Kenapa apa nya ?" Jawab Mommy nya.
" Ya, Kalian kenapa? kok gitu ngeliat aku ?" Tanya Lila sambil terus sibuk dengan ponsel nya.
" Apa ponsel mu sangat penting hingga mengabaikan suami mu yang baru pulang bekerja ?"
Deg !
Lila kaget saat Opa nya bicara begitu.
" Maksud opa apa ? Lila gak ngerti. "
__ADS_1
" Mau ku banting dan ku hancurkan ponsel mu atau naik ke atas dan lihat suami mu !" Lila masih tidak paham disini.
Plak !
." Mommy...." Rengek Lila saat kepala nya di pukul Ello.
" Suami lo baru pulang kerja dek, Capek, Kerjaan banyak dan mungkin juga ada masalah. " Masih bingung dan ngeleg.
" Naik ke kamar mu dsn lihat keadaan suami kamu nak, Brian sedang tidak dalam keadaan baik baik saja. " Kali ini Oma bule yang menasehati nya.
" Kamu lihat Brian Lila, Tanya keadaan nya. " Oke dia baru ngeh saat ini.
" Oke, Lila ke atas dulu. " Pamit Lila disana.
Dia sudah hilang di balik kotak besi itu dan menuju kamar nya
Keluarga nya hanya bisa menghela nafas nya berat.
Mereka tau bahwa rumah tangga pasangan itu kembali di goyah kan oleh sebuah faktor pemicu nya.
Lila sampai di kamar nya, Dia langsung duduk di tempat tidur dan kembali dengan ponsel nya.
Ceklek...
Brian sudah keluar dari ruang ganti dan melihat istri nya sudah berada di tempat tidur.
Brian menghela nafas nya berat dan ikut naik ke tempat tidur nya.
" Kakak kenapa ?" Brian tersenyum dan menggeleng.
" Kaka capek ?"
" Kak, Aku tanya loh, kenapa diem aja dan hanya geleng kepala ?" Tanya Lila kesal.
Brian tersenyum dan hanya bisa menggeleng saja.
Dia mengelus pipi Lila dan tersenyum.
" Kak, Kakak kenapa sih ?" Tanya Lila Penasaran.
" Sudah malam, Ayo tidur. "
" Yaudah, Ayo. " Lila menarik selimut untuk menutupi diri nya sebatas Dada.
Ada yang aneh disini, Brian tidak mendapatkan kemanjaan lagi dari Lila.
Biasa nya kalau mau tidur Lila selalu merengek untuk mereka bercinta bukan ? tapi kenapa hari ini tidak ?
Dan apa ini ? Bahkan Lila nya tidak menempel lagi seperti biasa nya.
" Selamat malam sayang..."
Cup...
Brian mencium kening Lila dan mengusap perut yabg buncit itu.
Di singkirkan nya helaian anak rambut yang menutupi wajah istri nya dan kembali di labuhkan nya ciuman kasih sayang di bibir manis itu.
Bahkan juga ponsel Lila di letakan di atas nakas oleh Brian yang padahal dia tau bahwa ada sebuah pemberitahuan.
Dia tidak ingin mengangguk tidur istri nya yang kini sudah terlelap.
" Jangan nakal Nak, Daddy sayang kamu. " Brian mengelus perut Lila dan membawa Lila ke dalam pelukan hangat nya.
Malam ini Brian memeluk Lila sepanjang malam hingga pagi hari.
...❤️❤️❤️...
Hallo semua 😂
Masih sehat kan semua nya ?
Maaf banyak libur nya 😂😂
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan 🤗
__ADS_1