
" Sayang..." Brian masih berbaring sambil memeluk Lila nya.
" Mas..bangun dulu yuk...Makan siang. Kamu belum makan kan ?"
" Aku suka panggilan itu " Jawab Brian.
" Mas, Bukan itu tapi ayo makan dulu. " Ajak Lila.
" Mulut aku pahit Sayang...Aku ingin makan yang asam, " Lila kembali mengkaget.
" Makan nasi dulu baru boleh makan yang asam. Ingat, Lambung kamu kosong Mas. Gak boleh makan sembarangan. "
" Tapi aku pengen sayang..."
" Iya boleh. Tapi setelah itu ya. Nanti Mas. " Brian hanya bisa mengangguk pasrah saja disana.
" Sayang, Aku tidak betah dengan jarum infus ini. "
" Mas ! Tolong. Setidak nya sampai itu habis saja. Bisa ? "
" Tapi sayang--"
" Mas !" Entah apa yang di rasakan Brian saat ini.
Yang Pasti dia serasa ingin menangis saat Lila membentak nya tadi. Hati nya terasa sakit.
" Mas ? Kamu kenapa ? Maaf..." Lila panik saat melihat Brian murung dan melepaskan pelukan nya pada Lila.
Ada apa dengan suami nya ?
" Mas, Maaf aku gak maksud gitu ke kamu. Kamu harus nurut. Itu demi tenaga kamu juga. !" Lila mencoba menjelas kan nya.
" Ya ! aku tau. Maaf telah menyusahkan mu. !" Entah apa yang di rasakan Lila saat ini.
Tapi yang pasti dia merasa kaget dengan perubahan sikap suami nya yang dulu nya sangat dingin itu kini berubah menjadi loyo seperti mental Jelly agar agar.
" Mas, Makan dulu ya...Aku suapin kamu..." Bujuk Lila mengambil Soup Iga yang di pesan nya tadi.
" Aku tidak mau ! Bau nya busuk sekali. Jauh kan itu..."
" Mas. Ini enak. Makan dulu ya, Cobain dulu. " ila mendekat kan Kuah Soup di sendok tadi di arah kan ke mulut suami nya.
" Huekkk..."
" Mas !!!" Pekik Lila kaget saat Brian berlari dan melupakan selang dan jarum infus yang masih menancap di punggung kulit nya yang kini sudah berdarah.
Brian tidak menghirau semua itu yang pasti dia ingin memuntah kan semua isi di dalam perut nya tapi tidak ada yang bisa di muntah kan nya.
" Mas...Kamu kenapa ?? Kamu mual ? Aku yang hamil kenapa kamu yang ngidam Mas ?" Lila panik.
Bukan dia tidak tau dengan kehamilan simpatik atau biasa di sebut Sindrom Couvade..
" Aku mual sayang..." Brian
__ADS_1
" Eh ? Wait wait wait ? What do you say ? You Pregnant ?" Lila memgangguk.
" Lila, Ini bukan waktu nya bercanda. !"
" Yes ! Im Pregnant ! are you happy ?" Tanya Lila.
Raut wajah Brian berbinar sempurna disana. Dia berjongkok dan berlutut di depan Lila.
" Im So Sorry Lila. Semua yang telah ku lakukan. Maaf kan aku. Maafkan aku..." Raut kesedihan terlihat jelas di wajah Brian.
Lila tidak sampai hati disana.
Di tarik nya tubuh suami nya dan di lihat nya punggung tangan berdarah tadi.
" Mas. Aku memaafkan mu. Tapi tolong, Jangan sakiti hati ku lagi. Berikan seluruh cinta dan kasih mu untuk ku dan anak kita. Aku akan berusaha menjadi istri yang Mas ingin kan.. Tapi tolong juga jadi lah suami yang ku inginkan. Yang bisa mencintai ku setulus hati mu. Bukan karena ada anak di dalam rahim ku. Tolong Mas..."
" Aku berjanji sayang. Aku berjanji akan terus mencintai mu selama nya. Maafkan aku yang telah membuat mu menangis. Maafkan aku. " Sesal Brian begitu pilu di dengar Lila.
Lila mengambil nafas dalam dan menghembuskan nya kembali.
" Iya. Sudah ayo di bersihkan dulu luka nya Mas. setelah nya baru makan. " Ajak Lila lagi.
Saat mereka keluar Brian melihat beberapa bungkusan Aneka manisan di meja kerja nya.
" Sayang, Aku mau itu. !" Tunjuk Brian pada manisan Kedondong yang berwarna kuning itu.
" Makan nasi dulu Mas. Baru boleh makan itu. !" Bujuk Lila.
" Sayang, Plis..."
Dia membiarkan suami nya itu makan dengan lahap nya. Bahkan di biarkan nya saja Brian memakan Kedondong itu sampai habis.
" Mas, Udah dulu. makan nasi dulu baru makan lagi. " Tegur Lila lagi.
" Oke Ambil nasi putih nya. Aku akan makan pake Ini saja. " Akhir nya Lili mengalah dan mengambilkan nasi nya untuk makan nya Brian dan akhir nya Brian makan dengan lahap.
" Sayang...Tambah nasi nya lagi. Aku ingin mencoba manisan mangga muda ini..." Lila sampai kaget.
Tambah ? Nasi putih dengan manisan ? Lila yang hamil kenapa Brian yang ngidam ?
" Mas kamu baik baik saja ?" Brian kaget.
Apa yang salah ?
" Maksud ku, Kamu makan nya sudah banyak Mas. Gak seperti biasa nya saja. " Lila mengerti akan sorot mata Brian.
" Aku sudah 3 hari gak makan Sayang, Jadi biarkan aku makan oke ?" Lila hanya mengangguk.
Setidak nya dia tidak harus merasakan ngidam dan rasa mual yang menyerang di pagi hari dan apalah itu lain nya.
Tapi, Melihat Brian begini dia menjadi kasihan. Kasihan melihat nya begitu.
" Mas, Maafin aku ya. "
__ADS_1
" Kok gitu ? Kamu gak salah kok !" Brian aneh.
" Kamu beneran gak papa kan ? Ngidam begini ?"
" It's oke sayang. Next to be a Daddy. "
" Sudah periksa ? " Tanya Brian.
" Belum. Mau ngajak kamu sih kalau mau. " Jawab Lila.
" Aku bukan gak mau Sayang. Tapi aku gak tahan bau parfume orang lain. Aku baru sadar kalau aku itu butuh kamu disini sayang. Jangan pergi pergi lagi ya. Aku gak tahan sayang. "
" Iya udah. Makan lagi gih. Habisin. " Brian kembali Namun Saat dia makan, Pintu ruangan nya di ketuk.
" Masuk. " Balas Brian dari dalam.
" Ini Berkas keuangan Dari Proyek A. Sudah jelas tertera disini semua. !" Ternyata yang masuk adalah Gavio.
" Baik. Terima kasih. Letakan saja disana. Dan tolong nanti Handle meeting Gav, Aku tidak bisa menghadiri nya. "
" Baik. Aku dengar kakak Sakit ? Apa sudah baikan Apa Mommy dan Daddy tau ?" Brian menggeleng.
" Pergi ke Bank dan urus Seluruh kartu milik mu. Aku sudah mengurus nya dan Mobil sudah aku kembalikan."
" Tidak perlu ! Aku ingin membeli mobil hasil ku sendiri. Dan Kakak harus tau, Lea mulai kencan. Dan Teman kencan nya Cukup dewasa. "
" Ya. Terserah. Aku akan bertanya pada nya. Dan tolong, Jangan beri tau Mommy jika Lea mulai kencan. Aku ingin memastikan sendiri teman kencan nya. "
" Oke. Hati hati. Nanti aku akan pulang kerumah. "
" Aku pergi. " Gavio pun pamit dari ruangan Brian.
Brian kembali melanjutkan makan nya dan Kembali bekerja.
" Kamu istirahat saja. Nanti kalau mau pulang aku bangunin. "
" Iya Mas. Aku ngantuk banget. Gak papa ya aku tinggal ya Mas. "
" Iya sayang. Siniin deh Parfume kamu. Aku mual sayang, " Pinta Brian.
" Aku gak bawa parfume Mas. Gimana ?" Tanya Lila.
Wajah Brian kembali murung dan terlihat sedih.
" Yaudah, Aku kerja nya di kamar aja ya bareng kamu, Boleh kan ?" Lila masih menimbang lalu mengangguk.
" Yaudah ayok. " Akhir nya Brian kerja di samping Lila yang tertidur dengan lelap.
Di usap nya perut Lila dengan sayang dan di kecup kening Lila dengan sayang.
" Maafin Daddy Nak. Daddy janji akan membahagiakan kalian semua. Ayo semangat. " Di usap Brian perut Lila dengan lembut.
Dan dia mulai merasakan desiran darah nya yabg mengalir dengan hebat disana.
__ADS_1
Betapa bahagia nya dia saat ini mendapat kan istri seperti Lila yabg sabar nya luar biasa.
...❤️❤️❤️ ...