Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2

Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2
Kesalahan


__ADS_3

Sudah dua hari Aliya tak sadar kan diri. Bahkan Alina langsung terbang dari Paris dan Alvian Papi nya serta keluarga besar nya juga langsung pergi untuk menemui Aliya.


Bugh..


Brian langsung terkena bogeman mentah dari Alvian pernah sekali memang bertemu dengan Brian.


" Ku rasa kau cukup sadar diri untuk itu. " Ucap Alvian meninggalkan Brian disana.


Gale tidak berani menyela. Bukan dia takut, Tapi bukan kapasitas nya untuk masuk ke dalam lingkaran hubungan Brian...


" Kau hebat Son ! Kau hebat. " Gale memuji Putra nya untuk berbesar hati menerima semua perlakuan dari keluarga Aliya.


Saat Alvian masuk ke dalam ruangan Aliya, Disitu lah hati Alvian hancur dan sangat hancur melihat putri nya terluka hingga begitu.


Yang membuat nya sakit adalah, Merutuki rasa Cinta Aliya untuk Brian.


Sementara Lila, Dia diam melihat semua itu. Dia bukan wanita bodoh yang tidak mengerti keadaan nya saat ini.


Hati nya cukup sakit melihat semua nya. Bagaimana tidak sakit ? Suami menikahi nya, Dan mencintai wanita lain ?


Lila melihat ada cinta disana walau tidak sebesar apa yang di dapat kan nya.


Tapi tetap saja. Rasa sakit itu ada. Kenapa ini terjadi pada nya ? Dulu Mommy nya yang harus berjuang demi bisa bersama Daddy nya.


Dan Mama Vio yang harus menerima cacian dan makian dari Mama Calt nya Brian.


Apa sekarang dia ? Apa salah nya hingga dia mengalami semua ini ? Semua masalah hati ini ?


" Aku pulang kak, " Brian mencegah tangan Lila dan menarik nya.


Ya, Brian tau apa yang dirasakan Lila sat ini. Itu sebab nya dia membawa Lila ke dalam mobil agar mereka bisa bicara berdua disana.


Cukup lama mereka terdiam berdua di dalam mobil dengan pikiran masing masing hingga akhir nya Lila mendengar kan hembusan nafas Brian yang sangat berat.


" Lila, " Yang di panggil tidak merespon.


Hati nya terlalu sakit, Baru 3 hari pernikahan cobaan sudah begini berat nya.


" Lila..." Brian mengambil tangan istri nya namun Lila tetap tidak bereaksi.


" Percaya lah, Aku tidak akan mendua kan mu atau meninggalkan mu, Aku tau aku bersalah karena aku juga mencintai wanita lain. " Ya, Kali ini Brian baru sadar bahwa rasa yang di miliki nya pada Aliya juga sebuah rasa biasa, Rasa kagum yang berubah menjadi rasa cinta itu.


Tes...


Air mata Lila turun semakin deras.


Kenapa sesakit ini mendengar kenyataan nya langsung dari suami nya.

__ADS_1


" Lila, Percaya pada ku, Aku hanya mencintai nya tidak ingin memiliki nya. Maaf kan aku yang telah salah menilai rasa ini. Maaf kan aku yang telah membuat mu bersedih...Maafkan aku..." Semakin deras hujan yang membasahi Bumi.


Ya, Mereka seakan tau dan ikut bersedih atas kesedihan dan kepahitan yang di rasakan oleh Lila.


Semesta ikut merasakan apa yang di rasakan dua wanita dengan satu pria yang mencintai mereka.


" Lalu apa yang kakak ingin kan ? Bercerai dari ku ? Kalau memang iya, Ku mohon nanti dulu. Setelah satu tahun pernikahan kita. Aku tidak ingin keluarga ku kecewa walau aku tau mereka akan tetap kecewa nanti nya. "


" Tidak ! Aku tidak akan menceraikan mu. Kita akan hidup bersama melewati semua nya . Ku mohon tunggu aku. Tunggu aku menyelesaikan semua nya. "


Lila tersenyum kecut disana, Miris sekali hidup nya bukan ?


" Apa aku terlihat begitu murahan ? Mencintai suami ku sendiri ? Hahaha...Kurasa memang iya. " Menarik nafas nya dalam.


" Sejak kapan kak ?" Brian menatap Lila.


" Sejak kapan rasa itu mulai tumbuh dan membesar ?" Brian menggeleng dia benar benar tidak tau sejak kapan.


" Aku beri kakak waktu seminggu untuk memikirkan nya. Sekarang keluarlah aku ingin pulang ke rumah Opa. "


" Tidak ! Kita pulang ke apartemen dulu . " Bria. membawa Lila ke Apartemen milik nya yang paling mewah di salah sagu gedung milik Papa nya.


Dimana disana di lantai 24 ada Unit milik nya yang bersebelahan dengan milik Dave dan Papa nya.


Brian kembali teringat dengan lantai ini. lantai dimana dia pertama kali merasakan kehidupan yang sempurna bersama Papa dan Mama Viona nya.


" Istirahat lah, Aku dirumah kerja. " Brian meninggalkan Lila sendirian dan dia masuk ke dalam ruangan kerja nya.


Memikirkan semua nya apa yang harus di lakukan nya kedepan ?


" Kenapa menjadi begini ? Aku tidak ingin menyakiti mereka berdua ? Aku tidak bermaksud begini !" Erang nya Frustasi.


Dia juga sudah mendapatkan kabar dari Jaka dan Dimas.


Bahwa disini yang memiliki senjata itu atas nama Maxim dan Brian tidak mengenal nya.


Maka dari itu dia memutuskan bertanya pada Papa nya. Siapa itu Max ?


Kenapa dia bisa mendapatkan informasi itu ? Ya karena Jordan Bart mafia Jerman terkenal dengan produksi senjata api nya yang sangat terkenal itu adalah orang yang juga di kenal nya.


" Hallo Pa..." Sapa Brian.


" Dia musuh Papa. Orang yang pernah papa rusak wajah nya. Dia juga orang yang telah menyerang Mama Vio waktu dulu dan Saat ini dia kembali kesini untuk membalaskan nya. !" Rahang Brian mengeras.


Ternyata semua ini berdasarkan dendam masa lalu.


" Dia berada di Kota XX. Steff dan Fed sudah sampai di markas nya. Hanya tinggal memantau dan melakukan penyerangan saja!" Jelas Papa nya.

__ADS_1


Rahang Brian mengeras, Urat urat nya sudah menonjol dan siap untuk meratakan semua nya..


Emosi nya benar benar meledak saat ini. Dia benar benar terbakar oleh amarah nya sendiri.


" Brian akan kesana Pa. Ini harus di selesaikan !" Tanpa menunggu la lagi Brian langsung memutuskan sambungan telepon nya.


Dia berganti pakaian dan menyambar jaket nya .



Brian sudah siap dengan pakaian nya dan senjata nya.


" Lila, Aku harus pergi dulu. Ada kerjaan yang harus aku selesaikan. " Lila membuka pintu kamar nya dan melihat Pakaian Brian.


Dia sedikit aneh melihat nya, tapi lidah nya Kelu untuk bertanya mau kemana Brian karena haru sudah cukup malam.


" Percayalah pada ku. Aku mencintai mu, Walau tidak sepenuh nyam Bantu aku untuk bisa mencintai mu sepenuh nya. "


Cup


Brian menari tubuh Lila dan mencium kening nya.


Brian juga memberanikan diri untuk mencium bibir Lila dan sedikit melummat nya.


" Rasakan cinta yang ku miliki untuk mu. Itu tulus !"


" Aku pergi..." Lila menangis melepaskan kepergian Brian.


Entah lah, Rasa nya berat sekali dalam posisi ini. Dia juga mencintai pria itu.


Pria yang baru saja mencium nya. Pria yang telah menjadi suami nya.


" Jika aku bertahan apa kakak bisa menjamin semua nya akan ku miliki ?" Brian menghentikan langkah nya.


Dia kembali menatap ke arah istri nya.


" Maka bertahan lah dan bantu aku untuk menyerahkan seluruh nya untuk mu. !" Setelah mengatakan itu Brian langsung pergi dari sana.


" Ingat, Jangan pernah membuka pintu apa pun yang terjadi di luar sana. Pintu ini anti peluru dan tidak bisa di rusak oleh Bom Sekali pun. Di depan ada penjaga yang akan berjaga. Dan tidak sembarang orang bisa masuk ke unit ini. Aku mencintai mu. " Ucap Brian lagi sebelum benar benar meninggalkan Lila disana.


Kali ini dia yang akan turun langsung menghadapi Maxim. Dia akan memutus rantai dendam itu dan membuat Rantai itu hancur.


Beserta orang orang di dalam nya.


...😭😭😭...


Mengsedih banget part ini 😭

__ADS_1


__ADS_2