
" Kak, Bangun..." Lila mengguncang tubuh Brian yang masih setia memeluk nya dari malam hingga sepagi ini masih tetap sama.
" Kak...bangun...Aku mau pipis..."
" Huem..." Brian melepaskan Lila dan kembali memejam kan mata nya, Namun saat Lila pergi ke kamar mandi dia membuka mata nya paksa dan berlari ke kamar mandi.
Huekkk...Hueeekkk...Hueekkk...
Brian memuntah kan semua isi di perut nya yang hanya keluar cairan kuning saja .
Hal itu membuat Lila semakin panik disana. Tubuh suami nya lemas seketika setelah muntah.
" Kak, Kita kerumah sakit ya...Aku takut lambung kakak jadi bermasalah. Maafin aku..."
Brian hanya tersenyum saat Lila memapah diri nya kembali ke tempat tidur .
" Kamu gak salah. Aku yabg salah sayang. Mungkin dia tau Kalau Papi nya pernah jahatin Mami nya. Maka dia mau balas dendam..." Lila menatap kasihan pada suami nya.
" Kak, Aku udah lupain semua nya. Aku seneng kakak bener bener udah lupain Kak Aliya. Aku senang banget kak. Di kehamilan aku kakak disini nemenin aku. " Brian memeluk Lila dengan sayang nya.
" Maafin aku sayang...Maafin aku..."
" Iya kak. Aku udah maafin kakak. "
" Oh iya, Gimana ? Mereka satu atau dua ? Atau tiga kayak kamu ?"
" Satu kak ! mereka dia hanya satu. !" Jawab Lila.
" Kak, Liburan yuk...Jangan jauh jauh. Naik mobil aja. Ke pantai gitu. "
" Kamu mau kemana ?"
" Sini aja yang deket ! Pengen ke udara yang sejuk sejuk gitu deh. "
" Eh ? Gimana kalau kita kerumah kakek nenek ? Kita ke kebun Teh. Disana dekat juga sama pantai. Yuk Kak. "
" Iya. Kakak kepengen makan yang pedes pedes Deh, Makan bakso mercon enak kali ya ?" Lila melotot disana.
Bakso ? Bukan nya Brian sangat membenci makanan bulat bulat itu ?
" Kakak yakin ?" Tanya Lila lagi.
" Yakin ! Yuk. Ajak Jaka dan Dimas juga. Aku mau makan bareng mereka. !"
" Tapi kak, "
" Ayolah...Ya..."
" Huh ! Oke ayo. " Akhir nya mereka sarapan dan melakukan aktivitas mereka.
Brian tidak ke kantor. Dia beralasan sakit dan Lila mengajukan cuti selama hamil muda ini.
Rumah sakit tidak baik untuk pertumbuhan janin yang ada di dalam perut nya.
Lila dan Brian sudah bersiap. Mereka akan berburu makanan kali ini dan yang membuat Lila syok adalah Brian ngidam bakso mercon ?
Padahal Brian sangat mengutuk dengan makanan itu karena Brian adalah Pria yang menjalani pola makan hidup sehat.
__ADS_1
Sayur dan buah adalah hidup nya Brian, Jadi tidak heran Brian memiliki tubuh sebugar dan sesehat itu.
Bahkan kulit Brian sangat halus dan lembut.
" Kak, Yakin mau makan Bakso ? Nanti perut kakak sakit loh ?" Lila masih berusaha mencegah suami nya.
" Aku baik baik saya Lila..."
" Tapi Kak --"
" It's Oke ! Kamu tenang aja ya..." Ucap Brian meyakin kan.
Sampai di tempat nya, Brian sudah melihat kedua anak buah nya disana. Eh tiga.
Karena Angga juga baru kembali dari ibadah Umrah nya seminggu yang lalu dan sudah menjalani masa karantina mandiri rumah lama mereka.
" Bos..." Sapa Jaka dan Dimas...
" Apa kabar Nga ? Sehat ?"
" Alhamdulillah sehat Bri..."
" Bunda sehat ?"
" Bunda sehat kok. " Jawab Angga lagi.
" Emak bapak gue gak di tanyain juga Bos ?" Tanya Jaka jenaka.
" Ngapain ? Kalau kamu masih bisa makan rendang jengkol berarti emak masih sehat ! Sampai kan saja salam ku untuk emak dan bapak. "..
" Sip !" Jawab Dimas.
" Terus ada apaan ini Bos ?" Brian menatap Jaka dan Dimas
" Istri ku hamil ! Jadi aku ingin makan bakso mercon kuah pedas level mulut tetangga !"
" What ???" Pekik Jaka dan Dimas bersamaan.
Sementara Angga hanya menatap aneh saja ke Brian. Apa Brian yang mengalami ngidam nya ? Jika di lihat dari gerak gerik Lila, Wanita itu terlihat biasa saja.
" Gila ya Bos ! Mana ada makan begituan ! Perut lo gak kayak perut kita kita yakan Dim, Ngga ? Perut orang kampung. Kita bisa pake Jas rapi begini naik mobil mewah juga karena elo yang mungut kita kita Bos ! Kalau bukan karena Lo dan Bos BerUang, Kita gak bakalan bisa begini. !" Lila kaget disana.
Apa benar itu ada nya ?
" Gak usah kaget gitu dong Calon emak emak ! emang benar kok Kita kita ini di sekolahin Bos BerUang Papa Nya Brian. Dati sekolah Asrama sampek Kuliah tamat S2 dan Kerja punya jabatan bagus lagi di Kantor. " Jelas Dimas membuat Lila semakin kagum dengan sosok Papa mertua nya itu.
" Sudah ayo masuk ! aku lapar. " Brian mengajak Mereka semua masuk ke dalam warung bakso itu.
Brian sedikit tidak nyaman dengan tatapan para pengunjung disana yabg menatap heran ke arah nya.
" Sudah aku tidak jadi makan disini. Panggil saja mereka kerumah Baru kita. Aku juga ingin makanan Lain nya. Ini..ini..ini dan ini juga ini." Lila sampai kaget disana.
" Kak..."
" Sudah ayo kita cari. " Mereka berkeliling kota untuk mencari makanan yang di ingin kan Brian hingga mereka semua sudah berbaris rapi dirumah Baru Brian dan Lila.
" Hey ! Apa ini ? Kenapa banyak sekali orang jualan ? Apa bisnis mu bangkrut ?" Tanya Opa Bule melihat itu.
__ADS_1
" Mana ada ? Aku tidak akan bangkrut ! Dasar orang Jerman !" Sindir Gale merasa kesal Anak nya di katakan bangkrut.
" Lalu ini untuk apa ? Untuk apa makanan dan orang orang jualan sebanyak ini ? Bikin malu saja. "
" Opa ! Plis jangan julid deh ! Gak tau apa itu besan Nya Daddy muka nya nyeremin banget. Lihat di samping nya lagi, Serem. " Bisik Ello disana.
" Makan saja Opa. Ini Suami Lila yang nyiapin ! dia ngidam tapi gak tau mau makan apa kata nya. Jadi sekalian aja syukuran rumah baru kami. "
" Jangan katakan rumah kami kecil Opa ! Lila yang mau ini semua ! Lila gak mau tinggal di rumah besar yang banyak di huni pelayan ! Gak bebas mau main dimana aja !"
Uhuk !
Brian tersedak es cendol yang yang di nikmati nya. Semua menatap ke arah nya dan Lila bersamaan.
Terutama Jaka dan Dimas yang memang Memiliki dunia Fantasi yang luar biasa itu.
" Kak, Kakak gak papa ?" Lila panik melihat wajah suami nya yang mulai merah padam karena malu.
" Dia bukan keturunan ku !"
Plak !
" Sayang... sakit !" Opa Bule mengaduh saat mendapatkan pukulan di bahu nya.
" Mulut mu terlalu bocor !" Kesal Oma Bule.
" Mas...Kenapa Lila begitu ?" Bisik Senja pada suami nya.
" Dia anak kamu yank..." Balas Jery.
" Mas..ih..." Kesal Senja.
" Yuk kak, Aku pengen di Tunggani lagi ! enakan dari belakang !"
Blush...
Wajah Brian semakin memerah disana.
" Lila !!!" Teriak Opa bule disana.
Kenapa cucu nya bisa begitu ?
" Apa sih Opa ? Apa yang salah ? memang dari belakang e---hhmmmpphhh..." Mulut Lila langsung di bungkam oleh tangan Brian.
" Maaf, Semua nya...Lila harus tidur siang dulu. Kami masuk ya..." Brian langsung menyeret Lila masuk ke dalam rumah dan menuju kamar mereka.
Rasa nya Brian ingin tenggelam saja. Dia juga heran, Bagaimana dia bisa seganas dan seliar itu tadi malam ?
Lalu Lila ? Dengan santai nya mengumbar kegiatan ranjang mereka ?
Dan apa itu tadi ? Wajah Papa nya tersenyum mengejek ?
" Kena kau Brian !" Itu lah arti sorotan mata tajam Papa nya tadi.
...❤️❤️❤️ ...
__ADS_1