
" Aku tau ini salah. Tapi aku tidak menyangkal lagi. Bahkan aku terima segala keputusan mu. !" Ucap Brian pada Lila yang kini masih memunggungi nya setelah selesai percintaan mereka tadi.
" Di antara aku dan kak Aliya, Siapa yang kakak pilih ?" Tanya Lila membuka suara setelah cukup lama diam.
Dia harus siap dengan semua Brian pada nya.
Brian diam tanpa bisa menjawab nya.
" Aku beri kakak waktu 2 bulan untuk berpikir. Dan untuk sementara waktu, Selama kurun waktu 2 bulan itu, Kita tidur dan tinggal terpisah. Biar kan aku disini dan kakak tetap dirumah Kita. Biarkan kita sama sama menyesuaikan diri dan menyadarkan diri kita. Pantas atau tidak nya diri kita untuk pasangan kita. !" Jelas Lila membuat Brian menatap nya dengan tajam.
" Apa maksud nya ini semua ?" Tanya Brian lagi.
" Kakak cukup dewasa untuk mengerti semua nya. Biarkan kita hidup masing masing dulu selama waktu yang ku tentukan tadi sampai kakak atau pun aku sadar. pantas atau tidak nya kita untuk menjalani hubungan ini. Tolong hargai keputusan ku. !" Lila mengambil baju nya yang berserakan di lantai tadi dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dia meninggalkan Brian begitu saja di tempat tidur setelah percintaan mereka yang cukup menguras emosi tadi.
Sesampai nya di kamar mandi dia mengunci nya dan menangis di bawah guyuran air shower itu.
Sekuat apa pun Lila di depan semua orang, Dia tetap seorang wanita dan anak yang manja yang bisa saja rapih dan hancur bersamaan.
Dia menumpahkan segala tangisan nya di kamar mandi.
Kenapa hidup nya dsn rumah tangga nya begini ? Tidak pantas kah dia bahagia ? dia jadi teringat sesuatu.
Dia memang harus melakukan ini.
Dia menyudahi mandi nya dan keluar dari kamar mandi.
Tanpa memperdulikan lagi Brian dia berpakaian lengkap dan memoles diri nya dan itu semua tak luput dari pandangan mata Brian yang menatap Lila.
Mau kemana Lila nya ? Sampai harus berdandan begitu ?
" Maaf semua nya, Aku pamit, Untuk Papa dan Mama Mertua, Lila minta maaf. Lila pamit. " Lila menundukan pandangan nya ke semua orang disana dan pamit tanpa menunggu Brian yang masih membersihkan diri di kamar mandi nya.
Keluarga nya memaklumi karena mereka kira Lila ada praktek dan Daniel menghentikan langkah kaki Lila.
" Aku antar. !"
" Iya kami akan mengantar mu. " Imbuh Ello lagi.
Lila mencoba tersenyum pada kedua saudara nya itu.
" Tidak perlu. Aku baik baik saja. Kami sudah memutuskan nya.Untuk saling mengenal dan menenangkan diri selama 2 bulan untuk tinggal terpisah. " Penjelasan Lila membuat mereka semua terkejut.
" Lila pergi. " Setelah kepergian Lila, Brian baru turun dari kamar Lila dan heran melihat semua orang disana tapi tidak dengan istri nya.
" Dimana Lila Dad ?" Tanya Brian pada Daddy mertua nya.
" Lila ada praktek. Jadi dia buru buru. " Entah benar atau tidak Brian hanya mengangguk saja dan dia ikut pergi juga dari rumah keluarga istri nya menuju kantor.
Lain Brian lain lagi Lila. Dia mengendarai mobil milik Brian yang memang ada dirumah nya.
Ferarri merah yang pernah di kendarai nya kini menuju sebuah Cafe. Dimana di Cafe itu nanti dia ingin menemui Aliya.
Brak...
__ADS_1
Cit...
Lila mengerem mendadak dan melihat dari kiri ada sepeda motor yang di tabrak nya.
Karena Lila merasa dia bersalah Dia turun dari mobil dan memeriksa keadaan korban nya.
" Maaf, Aku gak sengaja...Kamu gak papa kan ?". Lila bertanya dengan wajah panik nya.
" Maaf ? enak saja ! Lo kira dengan minta maaf masalah selesai ? Enak banget lo ya ?" Lila mendelik tajam saat melihat Siapa yang berada di balik Helm hitam itu.
Wajah tegas, Mata tajam,hidung mancung, Luar biasa sebenar nya di tambah postur nya yang tinggi tegap.
Sungguh luar biasa.
" Kamu punya sim tidak ? mengemudi sembarang ? Mana sim kamu ?" Lila jadi gelagapan.
Dia baru ingat bahwa dia hanya membawa ponsel nya saja dan Dompet card nya yang menyatu dengan ponsel nya .
Sementara Sim dan lain lain nya lagi berada di dompet besar milik nya yang berada di Tas nya.
" Emang situ Polisi Satlantas ? Main sim sim segala. " Jawab Lila mencoba memberanikan diri nya untuk melawan.
Tanpa banyak bicara Pria itu mengeluarkan kartu indentitas nya.
Komjen. Aries W Susilo.
Nb : Yang baca Daddy Gale dulu pasti tau siapa dan siapa yang jadi sugar baby nya Jendral ya...
Jendral Wagiman Susilo.
" Maaf, Pak, hm, Mas. Saya buru buru dan lupa Bawa Sim. Karena Sim saya--"
" Jangan banyak mengelak. Kamu di tilang dan silahkan tebus di kantor dan untuk mengurus nya. !" Lila hanya bisa pasrah disana.
Dia melupakan Ktp nya,Kartu Pengenal Dokter nya. Sim nya, Bahkan dia hanya membawa Card yang berada di Case ponsel nya.
" Baik. Nanti pengacara Daddy yang mengurus nya. Maaf saya harus pamit, Buru buru. " Lila pergi begitu saja meninggalkan Polisi tadi.
" Ternyata anak manja. Pantas saja bertingkah seenak nya. Kamu harus sadar dimana kamu tinggal. Negara ini bukan Negara bebas. Ini Negara hukum. "
" Dan banyak orang yang bisa membeli hukum dan memanipulasi nya. !" Balas Lila.
" Dan kamu juga salah satu nya. !"
Deg !
Lila tidak bisa menjawab nya dan sangking kesal nya dia menyetop taksi dan setelah masuk dia mengacungkan jari tengah nya keluar dari jendela mobil taksi tadi.
" Huh ! Dasar ABG Labil." Lanjut Polisi tadi.
Sementara Mobil Lila di urus Polisi, Lila di Cafe sudah sampai dan di taksi tadi dia menghubungi Kenz untuk bertemu dengan Aliya dan Aliya menyetujui nya.
" Maaf, Lama menunggu. " Lila menatap wanita cantik di depan nya yang semakin hari semakin cantik.
" Eh ? Gak kok kak. " Jawab Lila dengan canggung.
__ADS_1
Lila dan Aliya kini saling berhadapan dan Kenz juga mengerti.
" Aku menunggu di Mobil ya. "
Cup
Kenz mencium kening Aliya di hadapan Lila dan Lila kaget akan hal itu.
Setelah kepergian Kenz, Aliya dan Lila memulai pembicaraan mereka.
" Ya, Kamu sudah melihat nya dan bisa menilai nya. " Kali ini Aliya membuka suara.
Lila menatap mata tajam itu, Mata yang membuat suami nya jatuh cinta.
" Kak, "
" Aku tau apa yang kamu ingin bicarakan. Seperti yang ku bilang di rumah sakit tempo hari. Aku dan dia tidak ada apapun. Ya, Walau aku tau aku dan dia memiliki rasa yang sama. Tapi, Aku tau rasa mu terhadap nya lebih besar dari rasa ku. Maka aku memilih pergi dan menjauh. Kamu dan cinta mu sangat luar biasa untuk nya. Maka berjuang lah. Berjuang untuk diri mu. Aku tidak ingin merusak apa yang bukan menjadi milik ku. Keluarga ku tidak pernah mengajarkan kami untuk bersikap serakah dan mengambil apa yang bukan menjadi milik kami. " Lila tertegun disana.
" Maaf karena telah membiarkan nya memeluk ku kemarin . Sumpah Demi Tuhan dan demi nama keluarga ku, Aku tidak membalas nya. Kamu bisa tanyakan pada nya apa yang terjadi Bahkan Saudara mu juga mendengar nya. Aku tidak membalas nya kan. Jujur hati ku sakit saat tau bahwa kau dan dia memutuskan untuk menikah. Maka aku yang lebih baik pergi. Kau pantas bahagia. Dan aku ? Aku akan menikah dengan Kenz walau aku tau kau sudah mengetahui status nya. Aku mau menemui mu karena ini hari terakhir ku disini dan besok kami akan kembali ke Korea. Dan Akan melangsung kan pernikahan kami. Dan maaf untuk tidak mengundang mu dan dia karena aku tidak ingin kau tersakiti walau aku tau kau sudah tersakiti."
" Maaf kan atas apa yang telah menimpa mu. Aku tau kau wanita yang kuat. Cinta mu akan mengalahkan segala nya. Dan aku mohon Setelah ini anggap kita tidak saling mengenal. Jika suatu saat nanti kita bertemu, Anggap lah kita tidak saling mengenal. aku melakukan ini demi diri mu. Maka maafkan aku. !"
" Kak, ..." Lirih Lila berurai air mata.
Aliya bangkit dan Lila juga bangkit dari duduk nya.
Grep...
Aliya memeluk Lila disana.
" Berjuang lah untuk cinta mu. Kau wanita hebat. Pernikahan bukan sebuah permainan, Tapi jika Sebuah permainan di perlukan dalam sebuah pernikahan maka ikuti permainan itu dan menangkan permainan nya. !" Lila tidak menjawab.
lila hanya menangis dan mengangguk.
" Maaf, Baju kakak kotor. " Ucap Lila setelah melepaskan pelukan nya.
" It's oke. Aku bisa ganti di butik dan kamu yang harus membayar nya. " Lila tersenyum disana.
" Makasih untuk pengorbanan kakak. Aku akan berjuang dan memenangkan permainan ini. !" Ucap nya dengan yakin.
Aliya mengangguk dan menatap Lila.
" Aku pergi. !"
" Iya kak. Hati hati." Lila melepas kepergian Aliya dengan perasaan haru nya.
Sesampai nya di mobil Kenz, Aliya langsung menerima pelukan dari Kenz Nakamura yang akan menjadi suami nya kelak.
" It's oke. Kau sudah mengakhiri nya. Kau wanita hebat. " Ucap Kenz menenang kan Aliya.
" Aku akan belajar mencintai Oppa. "
" Aku menunggu saat itu tiba. " Kenz mencium kening Aliya dan meninggalkan Cafe tersebut.
...❤️❤️❤️...
__ADS_1